Translate

Kamis, 26 November 2015

BerawaL dari poker online

Win88bet.com Perkenalkan namaku yaitu Ani Wulandari, panggil saja Ani, umurku saat ini 38 th. dengan tinggi tubuh 160cm, berat 55kg, bra ukuran 36B. Saya telah bertemumi dengan seseorang entrepreneur populer di Indonesia serta memiliki 1 orang anak. Sekarang ini saya bekerja di ProductionHouse di daerah Ciganjur juga sebagai seseorang sekretaris. Saya paling suka pada warna merah sejak dari kecil, serta menurut rekan-temanku bila saya menggunakan warna merah, baik pakaian, rok mini atau celana merah sangatlah cantik sekali lantaran badanku putih mulus.

Hal itu lantaran saya senantiasa melindungi serta menjaga badanku tiap-tiap 1 minggu sekali baik ke SPA atau Salon langgananku. Janganlah lupa bila saya gunakan pakaian merah, rok merah pasti BH ku berwarna merah juga celana dalamku pasti merah. Saya paling sukai mencukur bulu rambut kemaluanku hingga bersih dengan kata lain gundul licin, lantaran saya sangatlah suka pada kebersihan serta dengan tanpa ada bulu rambut dikemaluanku terasa seperti bayi yang baru lahir hingga terlihat seksi menurutku, ditambah saya paling sukai memoleskan ramuan pembersih yang harum di sekitar kemaluanku.

Narasi seks paling baru | Kerjaanku semakin banyak bikin laporan serta jadwal bos lantaran saya memanglah seseorang sekretaris. Tetapi pada saat-saat spesifik saya banyak menganggur. Sewaktu menganggur seperti itu umumnya saya pakai untuk main poker ONLINE, mainan kesukaanku. Satu diantara poker ONLINE yang saya gemari yaitu Zynga – Texas Holdem Poker.

Banyak juga rekan mainku di poker on-line baik laki-laki atau wanita, serta satu diantara nama pemain yang cukup akrab serta kerap temani saya ada Cecep. Menurut dia, Dia sekarang ini tinggal di Bandung berumur 40 tahunan serta berprofesi juga sebagai fotografer serta masih tetap lajang. Makin lama makin akrab, baik dalam permainan poker atau chatting serta makin jauh sama-sama bertelepon mesra sama-sama mengungkap kehidupan pribadi semasing. Cecep atau umum saya panggil Mang Cecep yaitu pendengar yang baik, dia ingin dengan setia dengarkan curhatku berlama-lama ditelepon.

“Saya telah lama menikah dengan entrepreneur populer di Indonesia itu Mang Cecep, namun kehidupan kami HAMBAR meskipun kami telah dikaruniai dua anak laki-laki yang sehat”, begitulah awal sharing teleponku dengan Mang Cecep.

Loh kok mengapa dapat hambar demikian,

“ kata Cecep berupaya mencari akar masalahnya dari suaranya lewat telephone. Lalu dan merta saya katakan dengan jujur bahwa saya jauh dari keperluan biologis yang banyak diidamkan oleh seseorang wanita atau istri
umumnya meskipun dengan cara materi sangatlah cukup.

Pikirkan saja Mang Cecep, saya cuma dikunjungi 1 atau 2 kali dalam satu bulan di mana itupun dikerjakan dengan terpaksa sekali serta tidak ada mengetahui saat lantaran umumnya dia minta cocok kebetulan saya lagi lelah serta terus dipaksa melayani. Kerap keadaan begini berlangsung. Ketika berlibur enjoy serta tubuh saya terasa inginkan keperluan logis, dia katakan ingin enjoy dengan anak-anak. Beragam argumen tersebut yang membuatku pilih bekerja dari pada dirumah semakin merasa jemu.
Win88bet.com 

Rupanya dengan cara perasaan Mang Cecep menangkap maksudku, lantaran saya narasi jujur apa yang ada. Di akhir telephone, senantiasa saja Mang Cecep menyampaikan, janganlah lupa bila ke Bandung telephone saya ya. Diam-diam saya suka pada pribadi Mang Cecep lantaran kesabaran serta kebaikannya padaku meskipun saya sadar bahwa saya telah bertemumi. Sekurang-kurangnya Dia yaitu tempat curhatku serta tempat saya menumpahkan masalahku meskipun ada yang bisa jalan keluar maupun cuma sharing narasi.

Saya makin penasaran untuk dapat tatap mata segera lantaran sampai kini cuma melalui permainan Poker atau teleponan saja. Namun mendengar suaranya, nampaknya sangatlah baik, penyayang serta gagah. Saat yang dinantikanpun tiba, kebetulan Bos ada proyek di Bandung serta memintaku untuk temaninya sepanjang 5 hari lantaran ada Sinetron yang perlu dikerjakan serta berlokasi di Bandung. Pucuk dicinta ulam tiba, begitulah kata batinku.

Sesudah menuturkan pada suamiku, dia cukup
mengerti tugasku serta mengijinkan saya ikut
pergi ke Bandung.
Saat sebelum perjalanan menuju Bandung, saya pernah SMS ke Mang Cecep bahwa saya ada saat 5 hari di sana untuk mengikuti Bos. Kebetulan saya serta bos pergi pagi sekali serta saat acara diawali besoknya hingga siang-sore dapat bersua dengan Mang Cecep lantaran malamnya saya mesti mengikuti makan malam bos serta partnernya kelak sepanjang bekerja di Bandung.

Jam 7 pagi kami telah meluncur dari Jakarta ke Bandung. Pas jam 10an kami telah masuk lokasi Bandung serta selekasnya mobil kami meluncur ke arah Hotel di mana saya serta bos bakal bermalam. Hotel yang kami sewa yaitu Hotel Aston di jalan Braga. Sesudah kami tiba di sana, lantas kami semasing check in, bos memperoleh kamar VIP dilantai 5, sedang saya memperoleh kamar Deluxe dilantai 4. Bos memanggilku serta menyampaikan bila Dia tak dapat temaniku makan siang lantaran Dia ada janji dengan rekannya.

Sesudah masuk kamar, saya memikirkan untuk selekasnya SMS ke Mang Cecep sebatas untuk memberitahukan bahwa saya telah tiba di Bandung serta tinggal di Hotel Aston kamar 469. Sesudah SMS terkirim, saya mulai mengatur baju. Sembari enjoy saya buka kaos serta celana panjangku yang temaniku sepanjang perjalanan tadi, hingga saya cuma menggunakan BH serta CD yang keduanya berwarna hitam. Saya nyalakan AC serta TV sembari saya rebahkan tubuhku di tempat tidur sesaat, saat sebelum pada akhirnya saya bergerak ke kamar mandi.

Saya buka BH ku perlahan-lahan, nampaklah ke dua buah dadaku yang montok dengan ke-2 putingku yang masih tetap agak merah serta berputing kecil. Kuperhatikan lewat cermin, tidakkah saya ini putih, montok serta sexy, “ gumamku dalam hati. Lalu saya teruskan dengan buka CD ku, nampaklah vaginaku yang polos tanpa ada bulu rambut tampak agak menonjol serta licin lantaran kulitku yang putih bersih. Terlihat di dalam belahan vaginaku tampak daging labia yang berwarna kecoklatan, dengan sedikit cairan berwarna bening diatasnya.

Saya remas- remas puting payudaraku, sembari saya sentuh pelan-pelan bibir vaginaku, merasa seperti ada aliran aneh yang merasa nikmat ditubuhku. Selalu saya gosok-gosok vaginaku dengan sekali-kali saya masukkan sedikit ujung jari tengahku ke lubangnya, aliran seperti sengatan listrik selalu menjalari semua badanku, badanku merasa bergetar sekian kali tiap-tiap ujung jari tengahku bermain-main dilubang vaginaku. Saya setel airnya supaya sedikit lebih hangat sembari tanganku bermain di payudara serta vaginaku.

Ohhh…sangat nikmat sekali terasa, vaginaku makin merasa lebih lembab serta gatal lantaran tingkah jari-jariku sendiri. Sesudah 15 menit jari-jariku bermain di dalam vaginaku, merasa ada cairan yang meleleh hangat serta bikin sedikit lemas badanku namun terasa luar umum enaknya, hingga saya tak dapat melukiskan perasaanku sendiri. Masih tetap nikmati permainanku dalam kamar mandi, sayup-sayup saya mendengar nada ketukan dipintu kamarku.

Cepat-cepat saya kerjakan mandiku serta bergegas menuju kamar, menggunakan kaos merah, cd merah serta celana pendek di atas dengkul warna merah. Sesudah menyisir sebentar serta menggunakan wangi-wangian, lantas kubuka pintu kamarku dan….

Maaf, Apakah ini kamar Ani? Nada pria yang tampan, gagah serta sopan terdengar dari balik pintu itu sembari menjulurkan tangannya, spontan saya jawab ; “Ya benar”, yang saya balas jabatan tangan itu dengan lembut.

Di luar sangkaan jabatan tangannya yang merasa hangat serta gagah itu bikin saya sedikit gugup lantaran ada rasa nyaman sendiri. Saya, Cecep, pemuda yang umum temani Anda bermain Poker serta tempat Anda berkeluh kesah, demikian ucapnya sembari tersenyum. Silakan masuk jawabku spontan tidak ada risih sekalipun walau sebenarnya saya barusan bersua segera. Saya persilahkan dia duduk, sedang saya berupaya mengambilkan minuman yang ada pada kulkas kecil di sudut kamar pas di hadapan kursi tempat dia duduk.

Saya mengambil minuman sembari tubuhku sedikit membungkuk hingga tampak terang buah dadaku yang saya lupa lantaran terburu- buru tak pernah menggunakan BH. Saya tak mengerti bila Mang Cecep lihat ke-2 buah dadaku yang montok itu dengan terang dari kursinya. Coke yang dingin saya peroleh serta tanpa ada berniat saya jalan tersandung ujung kaki meja hingga bikin badanku terjatuh ke depan, untungnya Mang Cecep dengan sigap menangkap tubuhku serta tanpa ada berniat ke-2 buah tangannya menangkap ke-2 iris payudaraku yang saya baru menyadarinya tanpa ada pembatas kain atau BH.

Uhh saya kaget sekalian melenguh halus waktu ke-2 tangan kekar menangkap ke-2 payudaraku, merasa aliran aneh merasuki badanku serta saya seolah pasrah lantaran aliran enak yang saya alami. Mang Cecep yang membantu namun di luar sangkaannya jadi menyentuh segera ke-2 payudaraku yang tanpa ada BH itu terasa kaget serta selekasnya mohon maaf kepadaku. Maaf Ani, saya tak berniat. Saya jawab dengan salah tingkah lantaran saya masih tetap gugup, “ohh tak apa-apa”, saya suka Mang Cecep dapat membantu saya.

Serta lantaran dalam keadaan masih tetap limbung saya jadi memeluk pinggangnya, yang tentu payudaraku bersentuhan segera dengan dadanya meskipun dibatasi dengan kain kaos kami semasing. Dalam posisi itu, Mang Cecep jadi mencium keningku, serta saya biarkan. Sebagian detik lalu saya jadi kaget luar umum lantaran ada suatu ciuman yang mengarah ke bibirku, makin lama makin hangat yang bikin getaran ditubuhku makin tidak bisa kucegah.

Ciuman Mang Cecep dibibirku membuatku lupa bahwa saya sudah bertemumi. Ciuman itu merasa seperti aliran listrik yang mengurut-urut ujung bibirku, merasa enteng serta enak sekali. Tak perlu saat terlampau lama buat aku membalas ciumannya dengan lembu. Sekali-sekali mang Cecep menggigit bibirku, lalu berupaya mengambil lidahku dengan ke-2 bibirnya. Ohhh terasa nyaman sekali. Mang Cecep selalu mengulum bibirku, sembari tangannya mulai menyentuh lembut payudaraku dari luar kaosku.

Ohhh…ohhh, mang ce…. cep, oh…enak mang…., cuma kalimat itu yang terucap dari mulutku. Sembari selalu menciumi bibirku, lalu turun ke leherku di mana leherku yaitu satu diantara titik lemahku, kembali suaraku yang parau berkicau. Perlahan-lahan Mang Cecep buka kaosku serta mengangkat ke-2 tanganku untuk melepaskannya. Mang Cecep betul-betul berlaku lembut, sembari mengangkat tanganku, ketiakkupun tidak luput dari ciuman serta jilatan lidahnya, bikin saya sedikit menggelinjang kegelian.

Saat ini ke-2 bukit kembar payudaraku yang montok serta mengundang selera itu terpampang tanpa ada sehelai benangpun. Sembari buka kaosnya sendiri, Mang Cecep selekasnya mengulum-ngulum putingku dengan lembut. Saat ini kami berdua dalam situasi bertelanjang dada. Bulu-bulu halus didada mang Cecep bikin gairahku meninggi. Selekasnya saya tarik celana panjangnya, saya buka resletingnya serta benjolan dari dalam CD nya seolah telah tak sabar untuk menjinakkanku. Tampak tegang serta kelihatannya besarnya melebihi besarnya penis suamiku.

Diapun tak tahan untuk selekasnya buka celana pendek merahku hingga terlihat CD merah favoritku semakin
memperlihatkan kulitku yang putih serta bersih. Payudara serta putingku selalu jadi tujuan mulut mang Cecep. Jilatan-jilatan lidahnya diputingku membuatku selalu mendesah tidak karuan “…ohhh…ohh mang …ohhh, enak mang…”. Payudaraku merasa jadi semakin besar serta selalu mengeras mengisyaratkan gairahku makin tinggi.

Tidak ingin kalah, saya selekasnya mengeluh penis mang cecep dari luar CD nya, dengan lembut serta teratur saya elus. Semakin lama-makin menegang serta seolah ingin tumpah dari CD nya di mana kepala penisnya mulai menyeruak keluar. Ani, tolong dong turunkan CD saya, demikian pinta mang Cecep. Saya yang mulai tinggi gairah birahiku dengan cepat menurunkah CD nya hingga mang Cecep telanjang bulat dengan penisnya yang tegang serta sangat besar. Saya taksir panjangnya seputar 18 cm dengan diameter 5 cm, 5 cm lebih panjang serta 1 cm semakin besar dari mempunyai suamiku.

Selekasnya saya usap-usap dengan tanganku, lalu selang beberapa saat saya cium serta jilat ujung kepala penisnya. Hal semacam itu bikin badan mang Cecep bergetar. Tiap-tiap saya jilat ujung kepala penis dengan lidahku, badan mang Cecep bergetar. Saya variasikan dengan kuluman lembut hingga batangnya ada dalam rongga mulutku kian lebih 1/2 panjang penisnya.

Saya hisap-hisap, saya jilat ujung kepala penisnya serta bunyi “ummmm.. ummm” terdengar dari mulutnya. Saat itu juga tangan mang Cecep menarik badanku, menggendongku serta merebahkanku di tempat tidur. Sesaat mang Cecep memandangi badanku yang putih, bersih serta montok itu untuk lalu menindihku sembari menyerang bibirku dengan ganas, dikulum, digigit serta lidahku seolah-olah ditarik dengan ke-2 bibirnya bikin badanku bergerak tidak teratur kekiri kekanan sembari selalu mendesah “ohh…ohhhh… ohh mang Ce…cep, ohhh”. Serangan mang Cecep berlanjut kearah leher.

Semua leherku habis dijilatin dengan lidahnya yang bikin saya makin horny. Serangannya turun ke arah ke-2 putingku yang selalu dikulum, digigit serta dijilatin bertukaran puting kiri, kanan serta ke-2 nya terlihat membengkak. Tidak lama jilatannya turun ke perutku sembari tangannya dengan cara perlahan-lahan turunkan CD merahku. Tak menanti terlampau lama CD merahku dilempar tak tahu kemana, serta mang Cecep sedikit terperanjat merasakan vaginaku bersih tanpa ada sehelai bulu rambutpun.

Saya yang telah tinggi birahiku pernah ajukan pertanyaan : “Kenapa Mang? ”, dengan mata nanar serta mengagumi akan mang Cecep menjawab, vaginamu sangatlah indah, mengundang selera serta bikin penisku berdenyut- denyut Ani. Ohhhh sungguh sangatlah mujur saya dapat menjilati serta meng-entotmu kelak.

Memperoleh jawaban seperti itu, sungguh melayang perasaanku, diimbangi dengan jilatan lidah mang Cecep mulai menyentuh vaginaku. Saya melenguh sembari mengangkat sedikit pantatku, jilatan-jilatan lidah mang Cecep membuatku bergelinjang hebat. Terkadang vaginaku di buka sedikit dengan ke-2 jarinya, lalu lidahnya menyusuri kulit-kulit sensitive di dalam vaginaku.

Ohhh…ohhh. oohhh mang…eee….. nak mang…ohhh enak…, cuma rancauan seperti itu yang dapat saya katakan. Jari-jari mang Cecep mulai memainkan klitorisku…, merasa bakal ada cairan yg bergerak maju untuk keluar dari liang vaginak. Oohhh mang ce…cep…ohhh mang…oh mang saya mau…. oh…, sewaktu saya ingin mengeluarkan cairan mang Cecep hentikan kegiatannya, serta bikin saya sedikit kecewa. Nyatanya kekecewaanku salah lantaran, tidak lama kemudian ada benda besar yang nyatanya penis mang Cecep itu mulai masuk ke liang vaginaku.

Pelan namun pasti perasaanku jadi lebih enak, lebih nikmati permainan itu. Perlahan penis mang Cecep menyeruak vaginaku, yang bikin vaginaku makin gatal serta selalu berdenyut denyut. Penis mang Cecep jauh merasa lebih mantab serta enak penuhi liang vaginaku di banding suamiku lantaran baik panjang serta diameternya melebihi penis suamiku.

Mang…ohhhh…mang…ohhh, nada lenguhanku lantaran penis mang cecep selalu menggenjot-genjot liang vaginaku. Terkadang pelan, terkadang tengah serta lalu cepat gerakannya bikin badanku selalu bergelinjang. Tidak lupa mulut mang Cecep selalu menyerbu payudaraku hingga saya hampir-hampir melayang lantaran keenakan permainan mang Cecep itu.

Genjotan-genjotan itu bikin vaginaku makin lama makin mengeras serta menjepit penis mang Cecep. Vaginaku seolah-olah menyedot-nyedot ujung kepala penisnya, bikin gerakan mang Cecep makin cepat. Gerakan penis mang Cecep yang menggenjot vaginaku makin lama makin cepat bikin reaksi badanku tidak teratasi. bBergerak kekiri-kekanan, ohhh…mang ohhhh mang oh…. mang ce…cep…, mang saya mau… ohhhh mang, saya tak kuat ohhh mang…oh
mang…. saya ingin sam…pai mang oh.

Tanpa ada memperdulikan eranganku, mang Cecep meningkatkan selalu gerakannya, bikin saya telah tak kuat

serta oh…. mang…ohhhhhhhhhh, mang…terdengar nada mang Cecep. Tahan sebentar Ani, saya juga ingin keluar habis vaginamu sangatlah enak, peret serta menyedot-nyedot ujung kepala penisku. Mari mang kita mengeluarkan berbarengan ya…ohhhhh mang. Vaginaku makin berdenyut-denyut, mengeras serta selalu jadi tambah gatal merasa selalu menyedot kepala penis mang Cecep.

Sesaat mang Cecep terasa penisnya menyentuh liang-liang rahim dalam vagina Ani serta merasa makin geli dibuatnya ditambah vagina Ani merasa makin menyedot-nyedot ujung kepala penis nya serta sebagian waktu lalu : “oohhhh Ani.. Ohhhhh Ani, Mang Ce.. cep ingin ohhhhhh ingin keluar ohhhh, serta crott…crot.. crotttttt”. Kami berdua berpelukan erat lalu melenguh panjang berbarengan, bersamaan cairan peju putih kami berdua mengalir seperti air yang tidak tertahan dari bendungan.

Kami berdua alami orgasme yang berbarengan serta ini yaitu kesenangan yang belum pernah saya peroleh sepanjang menjadi
suami entrepreneur populer itu. Kami diam sesaat, lalu mang Cecep menggendong saya ke kamar mandi. Mang Cecep dengan telaten memandikanku. Menggosok-gosok payudaraku, menjilati ke-2 putingku serta selalu menggosok-gosok liang vaginaku sesudah diguyur air lalu menjilati vaginaku dengan lidahnya.

Ohhhh merasa melayang badanku ini. Sembari sama-sama gosok, berciuman, kamipun lakukan jalinan tubuh
kembali di kamar mandi dengan di bawah guyuran air hangat dari shower. Vaginaku yang tanpa ada bulu rambut itu merasa semakin gatal serta cairan kental mengalir dari liang-liang kewanitaanku dan…ohhh nikmatnya bercinta dengan rekan main Poker on-line ku. Terima kasih Zynga Texas Holdem Poker. Saya sungguh ketagihan bakal permainanmu..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210

0 comments:

Posting Komentar