Translate

Kamis, 26 November 2015

BerawaL dari poker online

Win88bet.com Perkenalkan namaku yaitu Ani Wulandari, panggil saja Ani, umurku saat ini 38 th. dengan tinggi tubuh 160cm, berat 55kg, bra ukuran 36B. Saya telah bertemumi dengan seseorang entrepreneur populer di Indonesia serta memiliki 1 orang anak. Sekarang ini saya bekerja di ProductionHouse di daerah Ciganjur juga sebagai seseorang sekretaris. Saya paling suka pada warna merah sejak dari kecil, serta menurut rekan-temanku bila saya menggunakan warna merah, baik pakaian, rok mini atau celana merah sangatlah cantik sekali lantaran badanku putih mulus.

Hal itu lantaran saya senantiasa melindungi serta menjaga badanku tiap-tiap 1 minggu sekali baik ke SPA atau Salon langgananku. Janganlah lupa bila saya gunakan pakaian merah, rok merah pasti BH ku berwarna merah juga celana dalamku pasti merah. Saya paling sukai mencukur bulu rambut kemaluanku hingga bersih dengan kata lain gundul licin, lantaran saya sangatlah suka pada kebersihan serta dengan tanpa ada bulu rambut dikemaluanku terasa seperti bayi yang baru lahir hingga terlihat seksi menurutku, ditambah saya paling sukai memoleskan ramuan pembersih yang harum di sekitar kemaluanku.

Narasi seks paling baru | Kerjaanku semakin banyak bikin laporan serta jadwal bos lantaran saya memanglah seseorang sekretaris. Tetapi pada saat-saat spesifik saya banyak menganggur. Sewaktu menganggur seperti itu umumnya saya pakai untuk main poker ONLINE, mainan kesukaanku. Satu diantara poker ONLINE yang saya gemari yaitu Zynga – Texas Holdem Poker.

Banyak juga rekan mainku di poker on-line baik laki-laki atau wanita, serta satu diantara nama pemain yang cukup akrab serta kerap temani saya ada Cecep. Menurut dia, Dia sekarang ini tinggal di Bandung berumur 40 tahunan serta berprofesi juga sebagai fotografer serta masih tetap lajang. Makin lama makin akrab, baik dalam permainan poker atau chatting serta makin jauh sama-sama bertelepon mesra sama-sama mengungkap kehidupan pribadi semasing. Cecep atau umum saya panggil Mang Cecep yaitu pendengar yang baik, dia ingin dengan setia dengarkan curhatku berlama-lama ditelepon.

“Saya telah lama menikah dengan entrepreneur populer di Indonesia itu Mang Cecep, namun kehidupan kami HAMBAR meskipun kami telah dikaruniai dua anak laki-laki yang sehat”, begitulah awal sharing teleponku dengan Mang Cecep.

Loh kok mengapa dapat hambar demikian,

“ kata Cecep berupaya mencari akar masalahnya dari suaranya lewat telephone. Lalu dan merta saya katakan dengan jujur bahwa saya jauh dari keperluan biologis yang banyak diidamkan oleh seseorang wanita atau istri
umumnya meskipun dengan cara materi sangatlah cukup.

Pikirkan saja Mang Cecep, saya cuma dikunjungi 1 atau 2 kali dalam satu bulan di mana itupun dikerjakan dengan terpaksa sekali serta tidak ada mengetahui saat lantaran umumnya dia minta cocok kebetulan saya lagi lelah serta terus dipaksa melayani. Kerap keadaan begini berlangsung. Ketika berlibur enjoy serta tubuh saya terasa inginkan keperluan logis, dia katakan ingin enjoy dengan anak-anak. Beragam argumen tersebut yang membuatku pilih bekerja dari pada dirumah semakin merasa jemu.
Win88bet.com 

Rupanya dengan cara perasaan Mang Cecep menangkap maksudku, lantaran saya narasi jujur apa yang ada. Di akhir telephone, senantiasa saja Mang Cecep menyampaikan, janganlah lupa bila ke Bandung telephone saya ya. Diam-diam saya suka pada pribadi Mang Cecep lantaran kesabaran serta kebaikannya padaku meskipun saya sadar bahwa saya telah bertemumi. Sekurang-kurangnya Dia yaitu tempat curhatku serta tempat saya menumpahkan masalahku meskipun ada yang bisa jalan keluar maupun cuma sharing narasi.

Saya makin penasaran untuk dapat tatap mata segera lantaran sampai kini cuma melalui permainan Poker atau teleponan saja. Namun mendengar suaranya, nampaknya sangatlah baik, penyayang serta gagah. Saat yang dinantikanpun tiba, kebetulan Bos ada proyek di Bandung serta memintaku untuk temaninya sepanjang 5 hari lantaran ada Sinetron yang perlu dikerjakan serta berlokasi di Bandung. Pucuk dicinta ulam tiba, begitulah kata batinku.

Sesudah menuturkan pada suamiku, dia cukup
mengerti tugasku serta mengijinkan saya ikut
pergi ke Bandung.
Saat sebelum perjalanan menuju Bandung, saya pernah SMS ke Mang Cecep bahwa saya ada saat 5 hari di sana untuk mengikuti Bos. Kebetulan saya serta bos pergi pagi sekali serta saat acara diawali besoknya hingga siang-sore dapat bersua dengan Mang Cecep lantaran malamnya saya mesti mengikuti makan malam bos serta partnernya kelak sepanjang bekerja di Bandung.

Jam 7 pagi kami telah meluncur dari Jakarta ke Bandung. Pas jam 10an kami telah masuk lokasi Bandung serta selekasnya mobil kami meluncur ke arah Hotel di mana saya serta bos bakal bermalam. Hotel yang kami sewa yaitu Hotel Aston di jalan Braga. Sesudah kami tiba di sana, lantas kami semasing check in, bos memperoleh kamar VIP dilantai 5, sedang saya memperoleh kamar Deluxe dilantai 4. Bos memanggilku serta menyampaikan bila Dia tak dapat temaniku makan siang lantaran Dia ada janji dengan rekannya.

Sesudah masuk kamar, saya memikirkan untuk selekasnya SMS ke Mang Cecep sebatas untuk memberitahukan bahwa saya telah tiba di Bandung serta tinggal di Hotel Aston kamar 469. Sesudah SMS terkirim, saya mulai mengatur baju. Sembari enjoy saya buka kaos serta celana panjangku yang temaniku sepanjang perjalanan tadi, hingga saya cuma menggunakan BH serta CD yang keduanya berwarna hitam. Saya nyalakan AC serta TV sembari saya rebahkan tubuhku di tempat tidur sesaat, saat sebelum pada akhirnya saya bergerak ke kamar mandi.

Saya buka BH ku perlahan-lahan, nampaklah ke dua buah dadaku yang montok dengan ke-2 putingku yang masih tetap agak merah serta berputing kecil. Kuperhatikan lewat cermin, tidakkah saya ini putih, montok serta sexy, “ gumamku dalam hati. Lalu saya teruskan dengan buka CD ku, nampaklah vaginaku yang polos tanpa ada bulu rambut tampak agak menonjol serta licin lantaran kulitku yang putih bersih. Terlihat di dalam belahan vaginaku tampak daging labia yang berwarna kecoklatan, dengan sedikit cairan berwarna bening diatasnya.

Saya remas- remas puting payudaraku, sembari saya sentuh pelan-pelan bibir vaginaku, merasa seperti ada aliran aneh yang merasa nikmat ditubuhku. Selalu saya gosok-gosok vaginaku dengan sekali-kali saya masukkan sedikit ujung jari tengahku ke lubangnya, aliran seperti sengatan listrik selalu menjalari semua badanku, badanku merasa bergetar sekian kali tiap-tiap ujung jari tengahku bermain-main dilubang vaginaku. Saya setel airnya supaya sedikit lebih hangat sembari tanganku bermain di payudara serta vaginaku.

Ohhh…sangat nikmat sekali terasa, vaginaku makin merasa lebih lembab serta gatal lantaran tingkah jari-jariku sendiri. Sesudah 15 menit jari-jariku bermain di dalam vaginaku, merasa ada cairan yang meleleh hangat serta bikin sedikit lemas badanku namun terasa luar umum enaknya, hingga saya tak dapat melukiskan perasaanku sendiri. Masih tetap nikmati permainanku dalam kamar mandi, sayup-sayup saya mendengar nada ketukan dipintu kamarku.

Cepat-cepat saya kerjakan mandiku serta bergegas menuju kamar, menggunakan kaos merah, cd merah serta celana pendek di atas dengkul warna merah. Sesudah menyisir sebentar serta menggunakan wangi-wangian, lantas kubuka pintu kamarku dan….

Maaf, Apakah ini kamar Ani? Nada pria yang tampan, gagah serta sopan terdengar dari balik pintu itu sembari menjulurkan tangannya, spontan saya jawab ; “Ya benar”, yang saya balas jabatan tangan itu dengan lembut.

Di luar sangkaan jabatan tangannya yang merasa hangat serta gagah itu bikin saya sedikit gugup lantaran ada rasa nyaman sendiri. Saya, Cecep, pemuda yang umum temani Anda bermain Poker serta tempat Anda berkeluh kesah, demikian ucapnya sembari tersenyum. Silakan masuk jawabku spontan tidak ada risih sekalipun walau sebenarnya saya barusan bersua segera. Saya persilahkan dia duduk, sedang saya berupaya mengambilkan minuman yang ada pada kulkas kecil di sudut kamar pas di hadapan kursi tempat dia duduk.

Saya mengambil minuman sembari tubuhku sedikit membungkuk hingga tampak terang buah dadaku yang saya lupa lantaran terburu- buru tak pernah menggunakan BH. Saya tak mengerti bila Mang Cecep lihat ke-2 buah dadaku yang montok itu dengan terang dari kursinya. Coke yang dingin saya peroleh serta tanpa ada berniat saya jalan tersandung ujung kaki meja hingga bikin badanku terjatuh ke depan, untungnya Mang Cecep dengan sigap menangkap tubuhku serta tanpa ada berniat ke-2 buah tangannya menangkap ke-2 iris payudaraku yang saya baru menyadarinya tanpa ada pembatas kain atau BH.

Uhh saya kaget sekalian melenguh halus waktu ke-2 tangan kekar menangkap ke-2 payudaraku, merasa aliran aneh merasuki badanku serta saya seolah pasrah lantaran aliran enak yang saya alami. Mang Cecep yang membantu namun di luar sangkaannya jadi menyentuh segera ke-2 payudaraku yang tanpa ada BH itu terasa kaget serta selekasnya mohon maaf kepadaku. Maaf Ani, saya tak berniat. Saya jawab dengan salah tingkah lantaran saya masih tetap gugup, “ohh tak apa-apa”, saya suka Mang Cecep dapat membantu saya.

Serta lantaran dalam keadaan masih tetap limbung saya jadi memeluk pinggangnya, yang tentu payudaraku bersentuhan segera dengan dadanya meskipun dibatasi dengan kain kaos kami semasing. Dalam posisi itu, Mang Cecep jadi mencium keningku, serta saya biarkan. Sebagian detik lalu saya jadi kaget luar umum lantaran ada suatu ciuman yang mengarah ke bibirku, makin lama makin hangat yang bikin getaran ditubuhku makin tidak bisa kucegah.

Ciuman Mang Cecep dibibirku membuatku lupa bahwa saya sudah bertemumi. Ciuman itu merasa seperti aliran listrik yang mengurut-urut ujung bibirku, merasa enteng serta enak sekali. Tak perlu saat terlampau lama buat aku membalas ciumannya dengan lembu. Sekali-sekali mang Cecep menggigit bibirku, lalu berupaya mengambil lidahku dengan ke-2 bibirnya. Ohhh terasa nyaman sekali. Mang Cecep selalu mengulum bibirku, sembari tangannya mulai menyentuh lembut payudaraku dari luar kaosku.

Ohhh…ohhh, mang ce…. cep, oh…enak mang…., cuma kalimat itu yang terucap dari mulutku. Sembari selalu menciumi bibirku, lalu turun ke leherku di mana leherku yaitu satu diantara titik lemahku, kembali suaraku yang parau berkicau. Perlahan-lahan Mang Cecep buka kaosku serta mengangkat ke-2 tanganku untuk melepaskannya. Mang Cecep betul-betul berlaku lembut, sembari mengangkat tanganku, ketiakkupun tidak luput dari ciuman serta jilatan lidahnya, bikin saya sedikit menggelinjang kegelian.

Saat ini ke-2 bukit kembar payudaraku yang montok serta mengundang selera itu terpampang tanpa ada sehelai benangpun. Sembari buka kaosnya sendiri, Mang Cecep selekasnya mengulum-ngulum putingku dengan lembut. Saat ini kami berdua dalam situasi bertelanjang dada. Bulu-bulu halus didada mang Cecep bikin gairahku meninggi. Selekasnya saya tarik celana panjangnya, saya buka resletingnya serta benjolan dari dalam CD nya seolah telah tak sabar untuk menjinakkanku. Tampak tegang serta kelihatannya besarnya melebihi besarnya penis suamiku.

Diapun tak tahan untuk selekasnya buka celana pendek merahku hingga terlihat CD merah favoritku semakin
memperlihatkan kulitku yang putih serta bersih. Payudara serta putingku selalu jadi tujuan mulut mang Cecep. Jilatan-jilatan lidahnya diputingku membuatku selalu mendesah tidak karuan “…ohhh…ohh mang …ohhh, enak mang…”. Payudaraku merasa jadi semakin besar serta selalu mengeras mengisyaratkan gairahku makin tinggi.

Tidak ingin kalah, saya selekasnya mengeluh penis mang cecep dari luar CD nya, dengan lembut serta teratur saya elus. Semakin lama-makin menegang serta seolah ingin tumpah dari CD nya di mana kepala penisnya mulai menyeruak keluar. Ani, tolong dong turunkan CD saya, demikian pinta mang Cecep. Saya yang mulai tinggi gairah birahiku dengan cepat menurunkah CD nya hingga mang Cecep telanjang bulat dengan penisnya yang tegang serta sangat besar. Saya taksir panjangnya seputar 18 cm dengan diameter 5 cm, 5 cm lebih panjang serta 1 cm semakin besar dari mempunyai suamiku.

Selekasnya saya usap-usap dengan tanganku, lalu selang beberapa saat saya cium serta jilat ujung kepala penisnya. Hal semacam itu bikin badan mang Cecep bergetar. Tiap-tiap saya jilat ujung kepala penis dengan lidahku, badan mang Cecep bergetar. Saya variasikan dengan kuluman lembut hingga batangnya ada dalam rongga mulutku kian lebih 1/2 panjang penisnya.

Saya hisap-hisap, saya jilat ujung kepala penisnya serta bunyi “ummmm.. ummm” terdengar dari mulutnya. Saat itu juga tangan mang Cecep menarik badanku, menggendongku serta merebahkanku di tempat tidur. Sesaat mang Cecep memandangi badanku yang putih, bersih serta montok itu untuk lalu menindihku sembari menyerang bibirku dengan ganas, dikulum, digigit serta lidahku seolah-olah ditarik dengan ke-2 bibirnya bikin badanku bergerak tidak teratur kekiri kekanan sembari selalu mendesah “ohh…ohhhh… ohh mang Ce…cep, ohhh”. Serangan mang Cecep berlanjut kearah leher.

Semua leherku habis dijilatin dengan lidahnya yang bikin saya makin horny. Serangannya turun ke arah ke-2 putingku yang selalu dikulum, digigit serta dijilatin bertukaran puting kiri, kanan serta ke-2 nya terlihat membengkak. Tidak lama jilatannya turun ke perutku sembari tangannya dengan cara perlahan-lahan turunkan CD merahku. Tak menanti terlampau lama CD merahku dilempar tak tahu kemana, serta mang Cecep sedikit terperanjat merasakan vaginaku bersih tanpa ada sehelai bulu rambutpun.

Saya yang telah tinggi birahiku pernah ajukan pertanyaan : “Kenapa Mang? ”, dengan mata nanar serta mengagumi akan mang Cecep menjawab, vaginamu sangatlah indah, mengundang selera serta bikin penisku berdenyut- denyut Ani. Ohhhh sungguh sangatlah mujur saya dapat menjilati serta meng-entotmu kelak.

Memperoleh jawaban seperti itu, sungguh melayang perasaanku, diimbangi dengan jilatan lidah mang Cecep mulai menyentuh vaginaku. Saya melenguh sembari mengangkat sedikit pantatku, jilatan-jilatan lidah mang Cecep membuatku bergelinjang hebat. Terkadang vaginaku di buka sedikit dengan ke-2 jarinya, lalu lidahnya menyusuri kulit-kulit sensitive di dalam vaginaku.

Ohhh…ohhh. oohhh mang…eee….. nak mang…ohhh enak…, cuma rancauan seperti itu yang dapat saya katakan. Jari-jari mang Cecep mulai memainkan klitorisku…, merasa bakal ada cairan yg bergerak maju untuk keluar dari liang vaginak. Oohhh mang ce…cep…ohhh mang…oh mang saya mau…. oh…, sewaktu saya ingin mengeluarkan cairan mang Cecep hentikan kegiatannya, serta bikin saya sedikit kecewa. Nyatanya kekecewaanku salah lantaran, tidak lama kemudian ada benda besar yang nyatanya penis mang Cecep itu mulai masuk ke liang vaginaku.

Pelan namun pasti perasaanku jadi lebih enak, lebih nikmati permainan itu. Perlahan penis mang Cecep menyeruak vaginaku, yang bikin vaginaku makin gatal serta selalu berdenyut denyut. Penis mang Cecep jauh merasa lebih mantab serta enak penuhi liang vaginaku di banding suamiku lantaran baik panjang serta diameternya melebihi penis suamiku.

Mang…ohhhh…mang…ohhh, nada lenguhanku lantaran penis mang cecep selalu menggenjot-genjot liang vaginaku. Terkadang pelan, terkadang tengah serta lalu cepat gerakannya bikin badanku selalu bergelinjang. Tidak lupa mulut mang Cecep selalu menyerbu payudaraku hingga saya hampir-hampir melayang lantaran keenakan permainan mang Cecep itu.

Genjotan-genjotan itu bikin vaginaku makin lama makin mengeras serta menjepit penis mang Cecep. Vaginaku seolah-olah menyedot-nyedot ujung kepala penisnya, bikin gerakan mang Cecep makin cepat. Gerakan penis mang Cecep yang menggenjot vaginaku makin lama makin cepat bikin reaksi badanku tidak teratasi. bBergerak kekiri-kekanan, ohhh…mang ohhhh mang oh…. mang ce…cep…, mang saya mau… ohhhh mang, saya tak kuat ohhh mang…oh
mang…. saya ingin sam…pai mang oh.

Tanpa ada memperdulikan eranganku, mang Cecep meningkatkan selalu gerakannya, bikin saya telah tak kuat

serta oh…. mang…ohhhhhhhhhh, mang…terdengar nada mang Cecep. Tahan sebentar Ani, saya juga ingin keluar habis vaginamu sangatlah enak, peret serta menyedot-nyedot ujung kepala penisku. Mari mang kita mengeluarkan berbarengan ya…ohhhhh mang. Vaginaku makin berdenyut-denyut, mengeras serta selalu jadi tambah gatal merasa selalu menyedot kepala penis mang Cecep.

Sesaat mang Cecep terasa penisnya menyentuh liang-liang rahim dalam vagina Ani serta merasa makin geli dibuatnya ditambah vagina Ani merasa makin menyedot-nyedot ujung kepala penis nya serta sebagian waktu lalu : “oohhhh Ani.. Ohhhhh Ani, Mang Ce.. cep ingin ohhhhhh ingin keluar ohhhh, serta crott…crot.. crotttttt”. Kami berdua berpelukan erat lalu melenguh panjang berbarengan, bersamaan cairan peju putih kami berdua mengalir seperti air yang tidak tertahan dari bendungan.

Kami berdua alami orgasme yang berbarengan serta ini yaitu kesenangan yang belum pernah saya peroleh sepanjang menjadi
suami entrepreneur populer itu. Kami diam sesaat, lalu mang Cecep menggendong saya ke kamar mandi. Mang Cecep dengan telaten memandikanku. Menggosok-gosok payudaraku, menjilati ke-2 putingku serta selalu menggosok-gosok liang vaginaku sesudah diguyur air lalu menjilati vaginaku dengan lidahnya.

Ohhhh merasa melayang badanku ini. Sembari sama-sama gosok, berciuman, kamipun lakukan jalinan tubuh
kembali di kamar mandi dengan di bawah guyuran air hangat dari shower. Vaginaku yang tanpa ada bulu rambut itu merasa semakin gatal serta cairan kental mengalir dari liang-liang kewanitaanku dan…ohhh nikmatnya bercinta dengan rekan main Poker on-line ku. Terima kasih Zynga Texas Holdem Poker. Saya sungguh ketagihan bakal permainanmu..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → BerawaL dari poker online

Rabu, 25 November 2015

Guru Les private dan Tantee

Win88bet.com Ini yaitu suatu narasi sex guru les private serta tante kesepian ibu dari murid lesnya. Ya, perselingkuhan yang bikin keduanya sama-sama sharing kesenangan sex yang membawa mereka ke puncak kesenangan birahi. Simak narasi komplitnya di bawah ini!

Masa lalu Indah Saat Kuliah di Jawa Tengah. Ini yaitu narasi dari cerita riil saya saat kuliah di Jawa Tengah seputar th. 1992. Nama saya Rudy, beberapa orang menilainya saya pria simpatik dengan kemamuan memikirkan cemerlang. Keperluan hidup jadi masalah saya waktu itu, duit pas-pasan dari orangtua kadang2 kurang untuk penuhi keperluan sehari-hari saya.

Kurang dari 6 bln. saya belajar di kota ini, cukup banyak tawaran dari sebagian rekan untuk memberi les privat matematika serta IPA untuk adik-adik mereka yang masih tetap duduk di sekolah kelanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, bahkan juga tawaran datang dari bunga universitas kami, sebut saja Indah untuk memberi les privat untuk adiknya yang masih tetap duduk di kelas 2 SLTP swasta terkenal di kota di mana saya kuliah.

Keluarga Indah yaitu keluarga yang sangatlah serasi, ayahnya bekerja juga sebagai kepala kantor perwakilan (Kakanwil) satu diantara departemen, berusia lebih kurang 46 th., disamping itu ibunya, umum saya panggil Tante Stella, yaitu ibu rumah-tangga yang sangatlah memerhatikan keluarganya. Konon beritanya Tante Stella yaitu bekas ratu kecantikan di kota kelahirannya, serta hal semacam ini sangat saya percayai lantaran kecantikan serta bentuk badannya yang masih tetap sangatlah menarik diusianya yang ke 36 ini. Adik Indah murid saya bernama Noni, sangat manja pada orangtuanya, lantaran Tante Stella senantiasa membiasakan penuhi semua permintaannya.

Dalam 1 minggu, saya mesti memberi perlajaran penambahan 3 kali buat Nona, meskipun telah saya menawarkan bahwa saat pertemuan itu bisa dikurangi, lantaran sesungguhnya Nona cukup cerdas, cuma sedikit malas belajar. Namun Tante Stella jadi merekomendasikan untuk memberi pelajaran kian lebih yang telah disetujui dari awalannya.

Tiap-tiap saya usai mengajar, Tante Stella senantiasa menanti saya untuk mengulas perubahan anaknya, tekadang ekor matanya saya tangkap menyelidik bentuk tubuh saya yang agak bagian menurut dia. Melalui sebulan saya mengajar Noni, jalinan saya dengan Tante Stella makin akrab.

Satu saat, kurang lebih bln. ketiga saya mengajar Noni, saya datang seperti umumnya jam 16 : 00 sore. Saya merasakan rumah Ayah Gatot sepi tak seperti umumnya, cuma tukang kebun yang ada. Lantaran telah jadi keharusan, saya berinisiatif menanti Noni, minimum sepanjang saat saya mengajar. Lebih kurang 45 menit menanti, Tante Stella datang dengan muka cerah sembari menyampaikan bahwa Noni tengah menghadiri pesta lagi th. salah seseorang rekannya, hingga hari itu saya tak perlu mengajar. Namun Tante Stella terus minta saya menanti, lantaran ada suatu hal yang perlu dibicarakan dengan saya.
Saat Tante Stella memanggil untuk masuk ke tempat tinggalnya, alangkah kagetnya saya, nyatanya Tante Stella sudah menggunakan pakaian yang sangatlah seksi. Yah, memanglah tubuhnya cukup seksi, lantaran meskipun telah mulai berusia, Tante Stella masih tetap pernah melindungi badannya dengan lakukan senam “BL” satu minggu 3 kali. Badannya yang ideal menurut saya memiliki tinggi seputar 168 cm, serta berat seputar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kurang lebih 36D.

Awal mula saya tak menyimpan berprasangka buruk sekalipun, perbincangan cuma sekitar permasalahan perubahan pendidikan Noni. Namun lama kelamaan searah dengan cairnya kondisi, Tante Stella mulai bercerita perihal kesepiannya diatas ranjang. Selalu jelas saya mulai bingung menyeimbangi perbincangan ini, saya cuma terdiam, sembari berhayal tak tahu kamana.

“Rud, anda lugu sekali yah..? ” bertanya Tante Stella.
“Agh… Tante dapat saja deh, memang agar tidak lugu mesti bagaimana..? ” jawab saya.
“Yah… lebih dewasa Dong..! ” tegasnya.
Lantas, mendadak tangan Tante Stella telah memegang tangan saya duluan, serta sudah pasti saya kaget 1/2 mati.
“Rud… ingin kan tolongin Tante..? ” bertanya si Tante dengan manja.
“Loh… tolongin terlebih nih Tante..? ” jawab saya.
“Tolong puaskan Tante, Tante kesepian nih..! ” jawab si Tante.
Astaga, begitu kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Stella yang mempunyai rambut sebahu. Saya betul-betul tak memikirkan bila ibu bunga universitas saya, bahkan juga ibu murid saya sendiri yang meminta seperti itu. Memanglah tak pernah ada hasrat untuk “bercinta” dengan Tante Stella ini, lantaran sampai kini saya berasumsi dia juga sebagai seseorang ibu yang baik serta bertanggungjawab.
“Wah… saya mesti memuaskan Tante dengan apa dong..? ” bertanya saya sembari bercanda.
“Yah… anda pikir sendirilah, kan anda telah dewasa kan..? ” jawabnya.

Lantas pada akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, serta mulai membulatkan tekad untuk memeluknya serta kami mulai berciuman di ruangan keluarganya. Diawali dengan mencium bibirnya yang tidak tebal, serta tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang masih tetap montok itu. Tante Stella juga tidak ingin kalah, dia segera meremas-remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin saja lantaran sampai kini tak ada pria yang bisa memuaskan nafsu seksnya yang nyatanya sangatlah besar ini.
Win88bet.com 

Pada akhirnya sesudah nyaris sepanjang 1/2 jam kami berdua bercumbu, Tante Stella menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia segera menanggalkan seluruhnya pakaian saya, pertama-tama dia melepas baju saya sembari menciumi dada saya. Bukanlah main nafsunya si Tante, pikirku. Serta pada akhirnya, sampailah di bagian celana. Begitu nafsunya dia mau melepas celana Levi’s saya. Serta pada akhirnya dia bisa lihat begitu tegangnya batang kemaluan saya.
“Wah… Rud, gede juga nih mempunyai kamu…” kata si Tante sembari bercanda.
“Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..! ” jawab saya.

Dalam situasi saya berdiri serta Tante Stella yang telah jongkok di depan saya, dia segera turunkan celana dalam saya serta dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke mulutnya. Aghhh, nikmat sekali terasa. Lantaran baru pertama kesempatan ini saya rasakan oral sex. Sesudah dia senang lakukan oral dengan kemaluan saya, lalu saya mulai membulatkan tekad untuk bereaksi.

Saat ini ubahan saya yang mau memuaskan si Tante. Saya buka pakaiannya serta lalu saya melepas celana panjangnya. Sesudah lihat situasi si Tante dalam situasi tanpa ada pakaian itu, mendadak libido sex saya jadi makin besar. Saya segera menciumi payudaranya sembari meremas-remas, disamping itu Tante Stella tampak sukanya bukanlah main. Lantas saya buka BH hitamnya, serta awalilah saya menggigit-gigit putingnya yang telah mengeras.

“Oghh… saya merindukan situasi seperti ini Rud..! ” desahnya.
“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah..? ” kata saya.
Lantaran saya telah bernafsu sekali, pada akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Serta lalu saya buka celana dalamnya yang berwarna hitam. Tampak terang klitoris-nya telah memerah serta liang kemaluannya telah basah sekali diantara bulu-bulu halusnya. Lantas saya mulai menjilat-jilat kemaluan si Tante dengan pelan-pelan.

“Ogh… Rud, pandai sekali yah anda merangsang Tante…” dengan nada yang mendesah.
Tak merasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya serta mendadak badan Tante mengejang serta saya rasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah… nyatanya dia orgasme! Memanglah berbau aneh sih, lantaran berhubung telah dirundung nafsu, bau seperti apapun tentu telah tak jadi permasalahan.
Kemudian kami mengubah posisi jadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, serta enaknya betul-betul luar umum. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang telah mulai basah serta begitu juga mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Sesudah kami senang lakukan oral sex, pada akhirnya Tante Stella saat ini meminta saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke lubang kemaluannya.
“Rud… ayoo Dong, saat ini masukin yah, Tante telah tak tahan nih..! ” pinta si Tante.
“Wah… saya takut jika Tante hamil bagaimana..? ” bertanya saya.
“Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya anda tenang-tenang saja deh..! ” sembari berupaya memberikan keyakinan saya.
Betul-betul nafsu setan telah memengaruhi saya, serta pada akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke lubang kemaluannya. Oghh, enaknya.. Sesudah pada akhirnya masuk, saya lakukan gerakan maju-mundur dengan pelan.

“Ahhh… dorong selalu Dong Rud..! ” pinta si Tante dengan nada yang telah mendesah sekali.
Mendengar desahannya, saya jadi makin nafsu, serta saya mulai mendorong dengan kencang serta cepat. Disamping itu tangan saya asik meremas-remas payudaranya, hingga mendadak badan Tante Stella mengejang kembali. Astaga, nyatanya dia orgasme yang ke-2 kalinya.

Serta lalu kami bertukar posisi, saya dibawah serta dia diatas saya. Posisi ini yaitu dambaan saya bila tengah bersenggama. Serta nyatanya posisi pilihan saya ini memanglah tak salah, betul-betul saya rasakan kesenangan yang luar umum dengan posisi ini. Sembari rasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya terus repot meremas payudaranya lagi.
“Oh… oh… nikmat sekali Rudy..! ” teriak si Tante.
“Tante… saya sepertinya telah ingin keluar nih..! ” kata saya.
“Sabar yah Rud… tunggulah sebentar lagi, Tante juga telah ingin keluar lagi nih..! ” jawab si Tante.
Pada akhirnya saya tak kuat menahan lagi, serta keluarlah cairan mani saya didalam liang kemaluan si Tante, demikian dengan juga si Tante.
“Arghhh..! ” teriak Tante Stella.

Tante Stella lalu mencakar pundak saya, sesaat saya memeluk tubuhnya dengan erat sekali. Sungguh luar umum terasa, otot-otot kemaluannya betul-betul meremas batang kemaluan saya.
Kemudian kami berdua letih, tanpa ada diakui kami sudah sejam bersenggama, saya pada akhirnya bangun. Saya menggunakan pakaian saya kembali serta menuju ke ruangan keluarga. Saat lihat Tante Stella dalam situasi telanjang menuju ke dapur, mungkin saja dia telah umum seperti itu, tak tahu mengapa, mendadak saat ini giliran saya yang nafsu lihat pinggulnya dari belakang. Tanpa ada bekata-kata, saya segera memeluk Tante Stella dari belakang, serta mulai lagi meremas-remas payudaranya serta pantatnya yang montok dan menciumi lehernya. Tante juga membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante segera menciumi bibir saya, serta memeluk saya dengan erat.

“Ih… anda nyatanya nafsuan juga yah anaknya..? ” kataya sembari tertawa kecil.
“Agh… Tante dapat saja deh..! ” jawab saya sembari menciumi bibirnya kembali.
Lantaran telah terlampau nafsu, saya mengajaknya untuk sekali lagi bersenggama, serta si Tante setuju-setuju saja. Tidak ada perintah dari Tante Stella, kesempatan ini saya segera buka celana serta pakaian saya kembali, hingga kami dalam situasi telanjang kembali di ruangan keluarga. Lantaran situasi tempat kurang nyaman, jadi kami cuma mengerjakannya dengan style dogie style.
“Um… dorong lebih keras lagi dong Rud..! ” desahnya.
Makin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya sangatlah seksi. Jadi makin keras juga sodokan saya pada si Tante, disamping itu tangan saya menjamah seluruhnya sisi badannya yang bisa saya jangkau.

“Rud… mandi yuk..! ” pintanya.
“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, selalu Tante mandiin saya yah..? ” jawab saya.
Pada akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk diatas closed, serta lalu saya menarik Tante Stella untuk menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Serta Tante mulai terangsang kembali.
“Hm… nikmat sekali jilatanmu Rud… agghhh..! ” desahnya.
“Rud… anda sering-sering kesini Rud..! ” tuturnya dengan nafas memburu.

Sesudah senang menjilatinya, saya angkat Tante Stella supaya duduk diatas saya, serta batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke lubang kemaluannya. Kesempatan ini rasa enaknya semakin banyak merasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang semakin lama semakin cepat bikin saya pada akhirnya “KO” kembali. Saya keluarkan air mani ke lubang kemaluannya. Tante Stella lalu menjilati kemaluan saya yang telah berlumuran dengan air mani, dihisapnya seluruhnya hingga bersih. Kemudian kami mandi berbarengan.

Sesudah usai mandi, saya pamit pulang lantaran baru tersadar bahwa perbuatan saya sangat beresiko apabila di ketahui oleh Ayah Gatot, Indah rekan sekampus saya, terlebih Noni murid saya itu. Hingga saat ini kami masih tetap kerap bersua serta lakukan persetubuhan, namun tak pernah lagi dirumah, Tante pesan kamar hotel berbintang serta kami bersua disana..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Guru Les private dan Tantee

Senin, 23 November 2015

Lembur di kampus berujung NGENTOD

Win88bet.com Awal 2006 masanya bayaran. Damn!! Hujan gede, server lab ngadat and ada kompi down gara - gara user bawa - bawa virus. pada akhirnya gue mutusin buat lembur daripada besok terkena ocehan sama dosen - dosen yang mo ngirimin filenya. nasib anak kost harus cari penambahan jadi teknisi lab. gue kul di fakultas yang perbandingan cewek ma cowoknya 50 - 50 or sama banyak. di fakultas gue sebagian besar ceweknya berjilbab namun gue kul di univ umum bukanlah Univ keagamaan (Ada kalanya gue sharing bagaimana nikmatnya jadi teknisi lab yang lembur, dapet mangsa kakak tingkat) Dari jauh gue denger nada speaker dari fakultas samping lagi bayaran. fakultas ini sebagian besar cewek trus jilbaber. dah gitu rakyat fakultasnya banyak jadi klo bayaran sampai malem ditambah yang exten. hujan bukannya semakin kecil lama - lama semakin tambah lebih deres (Sial, ini anugrah pa musibah ya..) sembari minum satu gelas kopi panas gue duduk - duduk di teras lab gue mengharapkan ujan berhenti or ada cewek cantik melalui (he.. he..) arloji gue dah nunjukin jam 7 malem. sebagian rombongan jilbaber yang keujanan melalui depan gue buat otak gue ngeres dingin - dingin begini klo ditemenin sama mereka alangkah enaknya ha.. ha... ha.... nyatanya setan menjawab doa gue (tidak mungkin saja Tuhan ngabulin doa buat maksiat, ya tidak). dari jauh gue saksikan sesosok (agar agak nyeremin dikit) jilbaber tanpa ada payung jalan ditengah ujan yang mulai deres. pakainya yang terusan gamis ma jilbab lebar cocok deket nyatanya nyetak bongkahan toketnya. tidak gede namun lumayan sekel (sorry gue tidak pengalaman ngukur toket) tanpa ada di panggil ma diminta dia ke tempat gue duduk. " Sorry ya numpang neduh... " kata jilbaber itu " Silakan mbak... daripada masuk angin, angkot juga segen narik klo lagi ujan gini.... " kata gue coba ramah. Pett!! tiba - tiba lampu mati di lokasi gue.... Sialan!!! gue merutuk dalam hati nambah kerjaan lagi nih. " Yaa.... Gelap Begini... " teriak si jilbaber. sembari nyalain senter gue naikkin handle genset spesial buat ruangn lab gue. hujan yang semakin deres seperti dituang - tuangkan dari langit buat si jilbab menggigil. pada akhirnya gue beraniin nanya " mbak namanya siapa... kedinginan ya...? " nama saya ratih, mas.. " dari fakultas xxxx (Sorry man edited untuk nama baik fakultasnya). " Ooo... nama saya Roy.. " Jawab gue... " tih, daripada kedinginan dibawah mending ke ruang lab saya saja " tawar gue (wajahnya manis dikit...). Pada akhirnya bis bercakap dikit gue ngajak dia ke lab gue sembari nutup pintu gedung gue jalan di belakangnya dia. hilang ingatan man dampak basah dari pakaiannya nyetak bongkahan pantatnya yang buat penis gue bangun. sembari ngebayangin yang aneh - aneh gue jalan di belakang dia bertandingk sopan pa lagi cocok naek tangga lab gue ada di lantai 2. sampai depan lab die gue persilahkan masuk. " sorry ya tih ada kompi yang lagi di benerin... " "... Tidak ayah, terima kasih jadi gue dah bisa neduh... " buat ngakrabin situasi gue bikinin dia satu gelas kopi panas iseng gue bertanya tidak ubah jilbabnya nyatanya dia tidak bawa. singkat narasi dia nyatanya tidak dari tempat universitas gue dia dari tempat universitas 2 yang jaraknya 1, 5 jam dari universitas gue. dia ke universitas gue hanya mo bayaran SPP. Anugrah itu diawali saat dia ingin ke toilet. "... Mas, Toiletnya di mana..? " dia nanya. gue tunjukin serta anterin ke toilet mahasiswa (Sebenernya gue mempunyai kunci toilet dosen yang lampunya nyala, hanya itu akal -akaln gue saja) " Wah lampunya tidak hidup ya...? " pada akhirnya dengan sebatang lilin dia ingin juga ke toilet mahasiswa.... Serrr..!!! gue denger dia kencing. iseng gue masuk ke toilet di samping dia. lantaran gelap dia tidak tahu klo gue disamping. pada awal mulanya gue pamit mo kebawah ma dia. dari hasil intipan gue, gue saksikan mekinya man. halus seperti kulit bayi. dengan bulu tidak sering. serta bis itu dia make pakaian lagi yang basah namun tanpa ada BH sama celana panjang daleman buat pakaian terusannya mungkin saja bsah selalu tidak enak di pakai. jadi di balik jlbab sama pakaian terusannya dia tidak make BH lagi man.. wah segera penis gue yang dari tadi tidak dapat diajak kompromi bis dia ngerapihin pakaiannya sama masukin BH di kantong pakaiannya trus dia balik ke lab sembari nenteng celana panjangnya, mungkin saja dia nyangka gue masih tetap dibawah (he.. he.. he..). agak lama gue nunggu di kamar mandi trus gue balik ke ruang lab gue. sembari sedikit bercakap sembari pura - pura dandanin kompi yang rusak gue bercakap namun basic setan dah di otak gue bercakap sembari merhatiin toketnya ratih yang gue th tidak terbungkus BH. Hujan yang deres banget diluar buat lab semakin dingin ".. Roy ACnya tidak dapat dimatiin ya..? " bertanya Ratih. ".. wah sorry tidak dapat di matiin coz piranti gue mesti tetep dingin.. " pada akhirnya bis bercakap mulai gue jalanin gagasan gue. " Tih, dah ngelihat KRS sama nilai belom..? " bertanya gue, mengharapkan dia ingin ngebuka nilai jadi dia mesti ngakses kompi yang didepannya coz seluruhnya system niali ditempat gue On-line (Sorry klo kampusnya masih tetap make kertas and pensil) " oh iya belom, di sini dapat internet ya... buat ngeliat nialai? ". " Iya Dapat.. " jawab gue, walau sebenarnya cukup local network dah dapat ngakses pada akhirnya dia mulai ngakses internet.
Win88bet.com 

bis buka nilai mulai dia gue pancing - pancing. " gak ngeliat berita yang laen..?" "oh bisa ya...?" buka aja jawab gue pas dia mo nyari berita tentang KAMMI. setengah jam ngases plus ngobrol tanpa dia sadarin kompinya gue REMOTE. Browsernya gue arahin ke situs cerita XXX. mulanya dia kaget keliatan dari mukanya yang merah. ujung - ujungnya dia malah buka trus and baca cerita - cerita. dr komputer gue dia mulai ngebuka cerita XXX sama nyoba buka gambar - gambar yang berhubungan dari situ mulai gue tau dia gelisah sambil terus gesekin kedua kakinya sampe paha - pahanya beradu. gue tau dia dah mulai horny, keliatan dari puting toketnya yang mulai kecetak di balik jilbabnya. Sreekk!! pura - pura gak dneger gue th dia mulai masukin tangannya ke balik bajunya coz dia narik laci keyboard biar agak leluasa. biar dia gak curiga gue pindah duduk di deket pintu server. yagn disitu jaraknya dua meja kompi dibelakangnya. dia taunya gue lagi ngebenerin komputer. padahal gue lagi ngeliat dia mulai masturbasi. jam dah setengah 9 gue berharap hujannya gak maskin kecil biar bisa gue lanjutin rencana gue. bis 20 menit gue perhatiin ratih kayaknya dia dah mulai orgasme itu dilihat dari duduknya yang mulai nyender di kursi. sambil tangannya ngekosok kelentitnya or putingnya. ngeliat kesempetan ini gue samperin ratih dari belakang diam - diam. pas sampe sampingnya gue mulai rangkul and remes tangannyayang di balik jubahnya lagi mainin toketnya, sambil tangan yang satu megangin bdaannya takut - sewaktu - waktu dia berontak ratih kaget and ndgeok kearah gue. tanpa permisi pas dia nengok kerah gue langsung aja gue kasih ciuman sekalian buat ngunci mulutnya biar gak teriak. "...Mpff...Mpff..." keluar dari mulutnya ratih neriakin kata yang gak jelas. sambil terus ngasih ciuman tangan gue mulai gerilya di balik juubah sama jilbabnya yang tinggal 1 lapis. langsusng gue pilin putingnya, ratih ngeliat gue sambil meloto. gak th keenakan pa marah he..he....tangan gue ya ng satu mulai menyusup di balik jubahnya gantiin tanganya yang lain. pas gue pegang CDnya dah basah tanda dia dah orgasme sambil teru gue cim tanga gue mulai nyopotin kancing bajunya satu satu. ratih mulai terlena sambil mulai berani megang penis gue yang dah ON dari tadi. sambil terus berusaha akhirnya jubah cdnya bisa gue buka. setengah sadar dia mulai ngeliatain gue. dari pada dia mulai sadar gue bopong dia dari kursi sambil terus nasih ciuman ke toketnya and tangannya mulai ngocokin penis gue gue rebahin diatas karpet yang mang dah gue gelar dari sore buat gue tidur klo lembur. dia mulai gue taroh dal posisi terlentang. tanga gue mulai megangin 2 pahanya biar tetep ngangkang. mulai gue kasih rangsangan kelentitnya. gue oral meki sama kelentitnya. ratih cuma bisa ngegelinjang sambil tanganya coba dorongin 2 kepala gue. lama - lama tangannya ngeremes rambut gue keras. langsung aja gue bangun buat gantiin posisi mulut dengan penis gue. gue tindih ratih sambil gue coba arahin penis gue ke mekinya. Srrt..!! Srtt...!!! agak susah, akhirnya setelah berusaha penis gue masuk ke mekinya dia. Blesh!!...Blesh!! akhirnya gue bisa masukin semua penis gue ke mekinya ratih setengah sadar ratih ngerasa ada benda tumpul berurat dan hangat di dalem mekinya dia mau ngedorong ma teriak. dari da ada yeng denger sekalian aja gue beep mulutnya sama mulut gue. terus gue genjot dengan posisi misionaris . dinginnya AC mulai berkurang karena genjotan gue ma ratih. ratih yang mula - mulanya ogah - ogahan lama - lama mulai ngasih perlawanan.

sambila selalu ngisepin toketnya gue genjot ratih sepenuh tenaga. ujung - ujungannya dia mulai ngaish sinyal - sinyal buat orgasme "... Ahh... ahhh.... ahhh.... Roy Kook.. Biiisa... Jadi begini.... " katanya " nikmaaat... teruss.... lebih.... enaaak dariiii yaaang pertamaa.... aaawwww " "... Gue... Nyampee... lagiii... " SErr!! Seeerrr!!! kerasa penis gue kesiram cairan wanitanya... mani gue dah di ujung penis gue buat gue semakin ngegenjot tubuh ratih lebih kuat.... " Tih... Gue... dah... ingin nYampe....!!! seru gue..... sebelom terlambatr gue cabut penis gue dari mekinya ratih. selalu gue arahin ke mulutnya... awalnya dia nolak namun cocok gue pencet hidungnya ingin tidak ingin dia buka mulutnya... sambial selalu di isepin sama gue bantu maju mundurin penis gue gue perhaitiin mukanya yang cantik ma nafsuin. (Cobalah gue dah mempunyai HP kamera dapat gue Photo). 10 menit gue di oral ma mulutnya ratih akhitnya gue nyampe. Croot...!! Croot...!! gue tumpahin mani gue yang dah berhari - hari tidak dikeluarin Huff..!! Huffft...!!! pada akhirnya gue tidur geletak di samping ratih yang bugil hanya make jilbab putihnya doang. posisi gitu buat nfsuin man. Pada akhirnya bis istirahat bentar gue peluk ratih sembari ngomong... " Sorry ya tih.. "!!! " bis gue tidak tahan ngeliat, loe masturbasi ma keseksian bdan loe.. ". sembari sedikit sesenggukan dia jawab. " iya gue juga salah coz tidak dapat nahan nafsu bis baca narasi - narasi dari internet... " bis duduk bentar gue selimutin dia make jaket gue yang gue simpen di almari. buat balikin stamina and nunjukin penyeselan gue (sebenernya sih sorak - sorak.., Devil says...) gue bikinin dia satu gelas teh manis panas. sembari masih tetap sma - sama bugil ratih mulai narasi, ko dia dah tidak perawan lagi. ML pertama kalinya dia lakukan saat di kelas 3 Tsanawiyah di pesantrennya sama kakak kelasnya di pesantren yang sama. trus gue bertanya kok dapat.. iya saat itu kata ratih ada acara kemah paduan buat ngelantik aggota baru Pramuka sama ekskul beladiri di pesantrennya jadi cocok kebagian acara carak dia sama kakak tingkatnya itu dapet pos di tepi kali yang jauh sama gelap berempat. pada akhirnya ratih ma kakak tingkatnya ML sesudah ngeliat teman se posnya yang nyatanya pacaran ML diatas Batu di dalam kali. Jam did dinding dah jam 10 pada akhirnya ratih nelpon temannya klo dia mesti nginep coz di sini hujan deres. sembari gue kecup bibirnya gue katakan mo ngunci pintu gedung dahulu takut lagi enak - nikmatnya kita berdua ML ada satpam masuk akhitnya gan sesudah bis ngunci gue balik ke lab diasana dah ada ratih yang diri ngeblakangin gue di pantri ngebikinin minuman gue. posisinya yang masih tetap make jilbab putih yang dah dirapiin buat gue nafsu lagi. dari belakang gue peluk dia serta gue masukin penis gue ke mekinya dia dari arah bekang. gue genjot selalu man. disitulah awal journey kami malem itu. sampai saat ini gue tidak th ratih ada di mana but itu gue anggep experien gue yang terkesan walau hanya semalem gue senang ML ma cewek berjilbab.




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Lembur di kampus berujung NGENTOD

Minggu, 22 November 2015

Ku dapat kegadisan anak pembantuku

Win88bet.com Malam itu saya berembuk perihal wanita itu, sesungguhnya istriku agak keberatan bila wanita itumengajak anaknya untuk bekerja dirumah kami yang disebutkan istriku juga sebagai beban penambahan, namun sesudah kuyakinkan pada akhirnya istriku sepakat juga bila wanita itu beserta anak gadisnya bekerja juga sebagai pembantu dirumah kami, argumenku lantaran istriku tengah sibuknya mengatur bisnisMLM-nya serta lantaran pernikahan kami yang telah 6 th. belum memperoleh keturunan, hingga anak gadis itu dapat kami anggap juga sebagai anak kami sendiri. Esok harinya seputar jam 5 : 00 sore wanita itu serta anak gadisnya sudah ada di rumahku untuk lakukan pekerjaan juga sebagai pembantu, sebut saja wanita itu Nursyfa serta anak gadisnya Santi. Lantaran rajinnya kerja ke-2 pembantuku itu, jadi Santi kuijinkan untuk melanjutkan sekolah atas tanggunganku. Kulihat di berwajah tersenyum kegirangan. “Terima kasih Pak, Santi suka sekali dapat melanjutkan sekolah, terima kasih Pak, Bu. ” “Ya, namun anda mesti rajin belajar, serta bila telah pulang sekolah anda mesti bantu ibumu, ” kata istriku sembari berpelukan dengan Santi, kulihat di muka ibunya Nursyifa juga tampak keceriaan. Enam bln. berlalu mulai sejak Nursyifa serta Santi bekerja dirumah kami, saya berbuat mesum dengan Nursyifa pada saat istriku pergi keluar kota untuk masalah usaha MLM-nya. Hari itu Hari Sabtu, malamnya istriku ke Jogja dengan kereta api, lantaran Sabtu kantor libur sesaat Santi tengah sekolah, saya lihat Nursyifa yang tengah berdiri di dapur membelakangi saya yang tengah masuk dapur usai membersihkan mobil. Saya tertegun lihat badan Nur yang mengunakan pakaian terusan warna hijau muda agak tidak tebal hingga terbayanglah tali BH serta celana dalam yang keduanya berwarna hitam menutupi sisi vitalnya. Pantatnya yang padat serta seksi dan betisnya yang terbungkus kulit putih serta mulus memiliki bentuk seperti bunting padi, bikin saya terasa tersedak seolah-olah ludahku tak dapat tertelan lantaran membayangi badan Nur yang indah itu. Mendadak Nur berbalik serta kaget melihatku yang barusan membayanginya. “Eh.. Ayah, ngagetin saya saja. ” “Eh.. Nur bisa saya duduk, saya ingin tau mengapa anda cerai, anda ingin menceritakannya ke saya. ” “Eng.. bagaimana yach.. saya malu Pak, namun bolehlah. ” Pada akhirnya saya duduk di meja makan sesaat Nur menceritakan histori hidupnya sembari selalu bekerja menyiapkan makan siang untukku. Pada akhirnya saya baru tahu bila Nur itu menikah di umur 15 th. serta satu tahun lalu dia melahirkan Santi serta dia bercerai 2 th. waktu lalu lantaran suaminya yang sukai mabuk, judi, main wanita serta sukai memukulinya serta pernah nyaris membunuhnya di mana di punggung Nur ada sisa tusukan pisau. Saya tertegun mendengar ceritanya sesaat Nur seolah ingin menangis membayangi jalan hidupnya kulihat itu di matanya pada saat dia bercerita. Lantaran rasa kasihanku kurangkul badan Nur. “Sudah, Nur.. janganlah nangis.. saat ini anda telah dapat hidup tenangan disini berbarengan anakmu, lupakan saat lalumu yah.. saya mohon maaf bila bikin anda mesti mengingat lagi. ” “Iya.. Pak.. saya serta Santi.. berterima kasih sekali.. Ayah serta Ibu baik.. pada kami. ” “Ya.. telah.. telah.. janganlah nangis selalu.. kelak Santi pulang.. anda malu deh.. bila lagi nangis. ” Nur menangis dalam rangkulanku, air matanya membasahi kausku namun mendadak saya rasakan suatu hal yang lain lantaran ke-2 payudaranya menyentuh dadaku yang bikin gejolak nafsuku bertambah. Tanpa ada berniat bibir mungilnya kucium lembut dengan bibirku yang bikin dianya gelagapan. “Aaahh.. Ayah! ” Namun lalu dia membalas kecupanku dengan lembut sekali diikuti lidahnya memainkan lidahku yang bikin saya semakin berani. “Pak.. sshh.. ” “Kenapa.. Nur..? ” “Tidak.. Pak.. aahh.. tak apa-apa. ” Kuangkat roknya serta saya meraba pantatnya yang padat lantas kutarik ke bawah celana dalam warna hitam kepunyaannya hingga dengkul, pahanya kuraba dengan lembut hingga vaginanya tersentuh. Nur mulai bergelinjang, dia membalas dengan agresif leher serta pipiku diciuminya. Kumainkan jariku pada vaginanya, kutusuk vaginanya dengan jari tengah serta telunjukku sampai agak basah. “Aahh.. Pak, enak sekali deh.. ” “Nur.. bila kita teruskan di kamar yuk! ” “Saya sih ingin saja Pak, namun bila kelak Ibu tahu bagaimana? ” “Ah, ibu khan lagi ke Jogja, lagi pulangnya kan hari Selasa. ” Kugiring Nursyifa ke kamarku, hingga di kamar kututup pintu serta segera kusuruh Nur untukmenanggalkan bajunya. Nur segera menuruti hasratku, semua bajunya ditanggalkan sampai dia bugil. Yang agak mengagetkanku lantaran keindahan badan Nur. Nur dengan tinggi seputar 167 cm mempunyai payudara yang kencang serta montok dibungkus kulit yang putih bersih, pinggulNur agak kurus namun pantatnya yang agak besar serta padat serta vaginanya yang ditutupi bulu halus agak lebat bikin saya seolah tak dapat menelan ludahku. Bila saya beri nilai badan Nur nilainya 9. 9, nyaris prima. “Bapak, pakaian Ayah juga dilepaskan dong, janganlah bengong lihat badan Nur. ” “Nur, badanmu indah sekali, lebih indah dari badannya Ibu. ” “Ah, masa sich Pak? ” “Iya Nur, tahu gitu anda saja yang jadi Ibu deh. ” “Ah Ayah dapat saja nih, namun bila Nur jadi Ibu, Nur ingin kok jadi ibu ke dua. ” Saya segera menanggalkan bajuku serta batang kemaluanku segera menegang keras serta panjang.

Win88bet.com 
Kuhampiri Nur segera kucium bibirnya, dipeluknya diriku, tangan mungil Nur meraba-raba batang kemaluanku lantas dikocoknya, liang vaginanya kusentuh serta kutusuk dengan jariku, kami bergelinjang berbarengan. Kami menjatuhkan diri kami berbarengan ke tempat tidur. “Nur, anda ingin tidak hisap ****** saya, saya jilatin vaginamu. ” Nur cuma mengangguk lantas kami ambillah posisiseperti angka 69. Batang kemaluanku telah digenggam oleh tangannya lantas dijilat, dikulum serta disedot sembari sesekali dikocoknya. Liang vaginanya telah kujilati dengan lembutnya, vaginanya keluarkan bau harum yang wangi, sesaat terasa agak manis terutama saat bijiklitorisnya terjilat. Nyaris 10 menit lamanya saat keluar cairan putih kental membasahi liang vagina itu serta segera kutelan habis. “Aaakkhh.. aakkhh.. ” rintih Nur kelojotan. Namun lima menit lalu giliranku yang kelojotan lantaran keluarlah cairan dari batang kemaluanku membasahi muka Nur namun dengan sigap dia segera menelannya sampai habis lantas “helm” serta batangku dibikin bersih denganlidahnya. Kemudian, saya mengubah posisi, saya berbaring sedang Nur kusuruh naik serta jongkokdi selangkanganku. Lantas tangannya meraih batang kemaluanku diarahkannya ke liang vaginanya. Namun lantaran liang vagina Nur yang telah lama tak dimasukan suatu hal jadi agak sempit sehinggaaku bantu dengan sekian kali sodokkan, baru vagina itu tertembus batang kemaluanku. “Blleess.. jlebb.. jlebb.. ” Kulihat Nur agak menahan nafas lantaran batangku yang besar serta panjang sudah menembus vaginanya. “Heekkh.. heekkhh.. mempunyai Ayah gede banget sih Pak, namun Nur sukai deh terasa sodokannya hingga perut Nur. ” Badan Nur dinaik-turunkan serta sesekali berputar, pada saat berputar saya rasakan kesenangan yang luar umum. “Nur, vaginamu enak sekali, batangku seperti diperas-peras oleh vaginamu, selalu jelas Ayah barukali ini merasakannya, Nur enak sekali. ” 1/2 jam lalu, saya mengubah posisi dengan batang kemaluanku masih tetap didalam vagina Nur, saya duduk serta kuangkat badannya lantas kubaringkan badannya di segi tempat tidur dengan kaki Nur menggantung, kutindih badannya hingga bikin sodokan batangku jadi lebih merasa ke lagi masuk vaginanya. “Aakkhh.. aakkhh, iya Pak lebih enak style gini. ” Payudaranya yang mancung serta puting yang agak kecoklatan telah kucium, kuremas serta kusedot-sedot. 15 menit lalu kami ubah posisi lagi, kesempatan ini kami berposisi doggie style, liang vaginanya kusodok oleh batang kemaluanku dari belakang, Nur menungging saya berdiri. Kuhentak batanganku masuk lebih dalam lagi ke vagina Nur yang nyaris 15 menit lalu Nur menjerit. “Akhh.. arghh.. sshh.. sshh.. Pak, Nur keluar nih.. akhh.. sshh.. ” Keluarlah cairan dari vagina Nur yang membasahi dinding vaginanya serta batang kemaluanku yang masih tetap tenggelam di dalamnya hingga vagina itu agak licin, namun terus kusodok lebih keras lagi sampai 10 menit lalu saya juga berasa mau menembakkan cairan dari kemaluanku. “Nur.. saya juga ingin keluar nih, saya tidak tahan nich.. ” ” Pak.. tolong keluarin didalam saja yach.. saya ingin cobain kehangatan cairan Ayah, serta saya kan siap jadi ibu ke dua. ” “Crroott.. croott.. crroott.. ” Keluarlah cairanku membasahi liang vagina Nur, lantaran banyak cairanku sampai luber serta menetes ke paha Nur. Lantas kulepaskan batangku dari vaginanya serta kami segera terbaring lemas tidak berdaya ditempat tidurku. Lima menit lalu yang sesungguhnya kami mau istirahat, saya mendengar nada dari luar kamartidurku kami tersentak kaget. Sesudah kenakan pakaian kusuruh Nur keluar kamarku yang rupanya Santi ada di ruangan makan, ia mencari-cari ibunya sesudah pulang dari sekolah. Malam harinya sesudah Santi tertidur, Nur kembali masuk kamarku untuk bermain lagi denganku. Esok harinya, sesudah saya terbangun kurang lebih jam 8 : 00, saya keluar kamar, saya mencariNur, namun yang saya dapatkan cuma Santi yang tengah melihat TV. Rupanya saya baru ingat bila tiap-tiap Minggu pagi Nur pergi belanja ke pasar. Sesudah mandi kutemani Santi yang lagi duduk di karpet sembari nonton TV, sedang saya duduk di sofa. “Santi.. bagaimana sekolah anda..? ” “Baik.. Pak, bln. depan ingin ulangan umum. ” “Mmm, ya telah anda belajar yang rajin yah, agar Ibu anda bangga. ” “Pak, bisa Santi bertanya? ” “Iya, mengapa Santi..? ” “Kemarin saat Santi pulang sekolah, Santi kan mencari ibu Santi, cocok buka kamar Ayah, Santi lihat Ayah serta ibu Santi lagi telanjang selalu Santi saksikan bila Ibu Santi ditusuk dari belakang oleh Ayah, ada suatu hal mempunyai Ayah yang masuk ke tubuh ibu Santi, maaf yach Pak, Santi lancang. Ibu Nur lagi diapain sih sama Ayah? ” “Hah, jadi anda pernah lihat ibumu telanjang. ” “Iya Pak, namun kok Ibu Nur sepertinya keenakan ya. Santi jadi kepingin dech Pak seperti ibu Santi. ” “Kamu serius San, anda ingin? ” “Iya Pak. ” Kulihat Santi tersipu malu menjawab pertanyaan dariku, sesaat rok Santi terungkap sewaktududuknya berubah hingga pahanya yang putih mulus tampak oleh mataku yang membuatku segera terangsang. Kusuruh Santi duduk dipangkuanku. “San, sini anda duduk di pangkuan Ayah. ” Saat dia berdiri menujuku, saya buka resleting celanaku serta kuturunkan celana dalamku lantas saya mengeluarkan batang kemaluanku yang telah menegang, saat sebelum Santi duduk di pangkuanku, celana dalamnya yang putih kuturunkan hingga vagina mungil putih bersih milikgadis 13 th. ini ada dihadapanku, menyerbakan aroma wangi dari vaginanya yang ditutupi bulu-bulu halus serta segera kujilat dengan lembutnya. Santi memegang kepalaku serta badannya menggeliat. “Aahh.. sshh.. enak.. Pak.. enak.. sekali. ” Vagina Santi yang masih tetap muda itu selalu kujilati lantaran terasa manis-manis asin. Santi punmakin menggelinjang, kurang lebih 15 menit lalu Santi mulai kejang-kejang serta basahlah vagina itu oleh cairan putih kental yang mengalir dari dalamnya, cairan itu kutelan habis. “Arghh.. arghh.. Pak.. ada yang keluar nih dari tempat pipis Santi.. eugh.. eugh.. ” Badan Santi segera lemas tidak berdaya, cepat-cepat kupangku. Batang kemaluanku yang mengeraskutempelkan pada vaginanya yang basah. Badannya kuarahkan menghadapku, baju yang dikenakan Santi kulepas hingga dia cuma kenakan pakaian dalam yang tidak tebal, payudara Santi yang baru tumbuh terbayang dibalik pakaian dalamnya, selekasnya kulepaskan hingga di mukaku terpampangpayudara yang baru mekar ditutupi kulit yang putih bersih dengan dihiasi puting agak kemerahan, segera kulahap dengan mulutku, kujilat, kugigit serta kuhisap bikin payudara itu semakin mekar serta putingnya mengeras. Sesaat Santi masih tetap tertidur lemas, batang kemaluanku yang sudahmenempel di vagina Santi yang masih tetap sempit kusodok-sodokkan supaya masuk, lantaran vagina itu masih tetap sempit.

kumasukkan dua jariku untuk buka vagina itu, kuputar ke-2 jariku hingga vagina itu agak melebar serta basah. Kemudian kucoba lagi dengan batang kemaluanku, kusodok masuk batanganku ke vagina Santi yang memanglah masih tetap sempit juga walaupun telah dibantu dengan jariku. Pada akhirnya sesudah 20 kali kutekan, masuklah helm batanganku ke vagina Santi. Santi mulai tersadar saat batanganku menyodokvaginanya, dia juga menjerit kesakitan. “Aawww.. aawww.. sshh.. sshh.. aawww.. sakit.. Pak.. tempat pipis Santi.. sakit awww.. aawww.. ” “Sabar sayang kelak juga enak.. sayang.. tahan ya.. sakitnya.. sebentar lagi.. ” Kupeluk badan Santi serta menenangkannya dari rasa sakit pada vaginanya yang robek oleh batangkemaluan milikku yang memanglah super besar. Sodokkanku pada vagina Santi kupelankan untuk menghindar rasa sakitnya serta 10 menit lalu Santi rasakan kesenangan. “Ahh.. ahh.. arghh.. arghh.. Pak.. saat ini tak sakit lagi.. saat ini jadi enak.. aahh.. aahh.. ” Nyaris 1/2 jam lalu mendadak Santi keluarkan cairan dari dalam vaginanya berikuttetesan darah serta segera badan Santi lemas lagi serta pingsan. Saya mengerti bahwa saya sudah membobol keperawanan Santi. “Arrgghh.. Pak.. Santi.. lemmaass.. ” Saya agak kaget juga lihat situasi Santi yang dengan cara tak berniat kubobol keperawanannya namun lantaran telah tanggung selalu kugenjot batanganku ke vagina Santi yang telah berdarah serta 10 menit lalu keluarlah cairan dari dalam kemaluanku dengan derasnya masuk liang vagina Santi sampai meluber ke pahaku. “Crroot.. crroott.. ” “Ssshh.. sshh.. aahh.. enaknya.. vagina.. gadis ini.. ” Segera kucabut batang kemaluanku dari vagina Santi serta kubaringkan Santi yang pingsan di Sofa. Bekas cairan yang masih tetap menempel di vagina Santi kulap dengan bajuku sampai bersih, setelah itu kurapihkan pakaian Santi serta kubiarkan Santi yang masih tetap pingsan tidur di Sofa, saya lantas bersihkan tubuhku sendiri. Sepuluh menit lalu Nursyifa, datang dari pasar sedang saya telah menggunakan pakaian lagi. Sejaksaat itu saya bermain dengan istriku bila dia dirumah, dengan Nur bila istriku pergi serta Santi sekolah, dengan Santi bila istriku serta Nur pergi..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Ku dapat kegadisan anak pembantuku