Translate

Sabtu, 14 November 2015

Felicia penyanyi seksi !!!

Win88bet.com -Malam itu aku dinner dengan clientku di sebuah cafe. Sebuah band tampil menghibur pengunjung cafe dengan musik jazz. Lagu “I’m Old Fashioned” dimainkan dengan cukup baik. Aku memperhatikan sang penyanyi. Seorang gadis berusia kira-kira 26 tahun. Suaranya memang sangat jazzy.
Gadis ini wajah tidak terlalu cantik. Tingginya kurang lebih 160 cm/55 kg. Tubuhnya padat berisi. Ukuran payudaranya sekitar 36B. Kelebihannya adalah lesung pipitnya. Senyumnya manis dan matanya berbinar indah. Cukup seksi. Apalagi suaranya. Membuat telingaku fresh.
“Para pengunjung sekalian.. Malam ini saya, Felicia bersama band akan menemani anda semua. Jika ada yang ingin bernyanyi bersama saya, mari.. saya persilakan. Atau jika ingin request lagu.. silakan”.
Penyanyi yang ternyata bernama Felicia itu mulai menyapa pengunjung Cafe. Aku hanya tertarik mendengar suaranya. Percakapan dengan client menyita perhatianku. Sampai kemudian telingaku menangkap perubahan cara bermain dari sang keyboardist. Aku melihat ke arah band tersebut dan melihat Felicia ternyata bermain keyboard juga.
Felicia bermain solo keyboard sambil menyanyikan lagu “All of Me”. Lagu Jazz yang sangat sederhana. Aku menikmati semua jenis musik dan berusaha mengerti semua jenis musik. Termasuk jazz yang memang ‘brain music’. Musik cerdas yang membuat otakku berpikir setiap mendengarnya.
Felicia ternyata bermain sangat aman. Aku terkesima menemukan seorang penyanyi cafe yang mampu bermain keyboard dengan baik. Tiba-tiba aku menjadi sangat tertarik dengan Felicia. Aku menuliskan request laguku dan memberikannya melalui pelayan cafe tersebut.
“The Boy From Ipanema, please.. And your cellular number. 081xx. From Boy.”, tulisku di kertas request sekaligus menuliskan nomor HP-ku. Aku melanjutkan percakapan dengan clientku dan tak lama kemudian aku mendengar suara Felicia.
“The Boy From Ipanema.. Untuk Mr. Boy..?”
Bahasa tubuh Felicia menunjukkan bahwa dia ingin tahu dimana aku duduk. Aku melambaikan tanganku dan tersenyum ke arahnya. Posisi dudukku tepat di depan band tersebut. Jadi, dengan jelas Felicia bisa melihatku. Kulihat Felicia membalas senyumku.
Dia mulai memainkan keyboardnya. Sambil bermain dan bernyanyi, matanya menatapku. Aku pun menatapnya. Untuk menggodanya, aku mengedipkan mataku. Aku kembali berbicara dengan clientku. Tak lama kudengar suara Felicia menghilang dan berganti dengan suara penyanyi pria. Kulihat sekilas Felicia tidak nampak. Tit.. Tit.. Tit.. SMS di HP-ku berbunyi.
“Felicia.” tampak pesan SMS di HP-ku. Wah.. Felicia meresponsku. Segera kutelepon dia.
“Hai.. Aku Boy. Kau dimana, Felicia?”
“Hi Boy. Aku di belakang. Ke kamar mandi. Kenapa ingin tahu HP-ku?”
“Aku tertarik denganmu. Suaramu sexy.. Sesexy penampilanmu” kataku terus terang. Kudengar tawa ringan dari Felicia.
“Rayuan ala Boy, nih?”
“Lho.. Bukan rayuan kok. Tetapi pujian yang pantas buatmu yang memang sexy.. Oh ya, pulang dari cafe jam berapa? Aku antar pulang ya?”
“Jam 24.00. Boleh. Tapi kulihat kau dengan temanmu?”
“Oh.. dia clientku. Sebentar lagi dia pulang kok. Aku hanya mengantarnya sampai parkir mobil. Bagaimana?”
“Okay.. Aku tunggu ya.”
“Okay.. See you soon, sexy..”
Aku melanjutkan sebentar percakapan dengan client dan kemudian mengantarkannya ke tempat parkir mobil. Setelah clientku pulang aku kembali ke cafe. Waktu masih menunjukkan pukul 23.30. Masih 30 menit lagi. Aku kembali duduk dan memesan hot tea.
30 menit aku habiskan dengan memandang Felicia yang menyanyi. Mataku terus menatap matanya sambil sesekali aku tersenyum. Kulihat Felicia dengan percaya diri membalas tatapanku. Gadis ini menarik hingga membuatku ingin mencumbunya.
Win88bet.com

Dalam perjalanan mengantarkan Felicia pulang, aku sengaja menyalakan AC mobil cukup besar sehingga suhu dalam mobil dingin sekali. Felicia tampak menggigil.
“Boy, AC-nya dikecilin yah?” tangan Felicia sambil meraih tombol AC untuk menaikkan suhu. Tanganku segera menahan tangannya. Kesempatan untuk memegang tangannya.
“Jangan.. Udah dekat rumahmu kan? Aku tidak tahan panas. Suhu segini aku baru bisa. Kalau kamu naikkan, aku tidak tahan..” alasanku.
Aku memang ingin membuat Felicia kedinginan. Kulihat Felicia bisa mengerti. Tangan kiriku masih memegang tangannya. Kuusap perlahan. Felicia diam saja.
“Kugosok ya.. Biar hangat..” kataku datar. Aku memberinya stimuli ringan. Felica tersenyum. Dia tidak menolak.
“Ya.. Boleh. Habis dingin banget. Oh ya, kamu suka jazz juga ya?”
“Hampir semua musik aku suka. Oh ya, baru kali ini aku melihat penyanyi jazz wanita yang bisa bermain keyboard. Mainmu asyik lagi.”
“Haha.. Ini malam pertama aku main keyboard sambil menyanyi.”
“Oh ya? Tapi tidak terlihat canggung. Oh ya, kudengar tadi mainmu banyak memakai scale altered dominant ya?” aku kemudian memainkan tangan kiriku di tangannya seolah-olah aku bermain piano.
“What a Boy! Kamu tahu jazz scale juga? Kamu bisa main piano yah?” Felicia tampak terkejut. Mukanya terlihat penasaran.
“Yah, dulu main klasik. Lalu tertarik jazz. Belum mahir kok.” Aku berhenti di depan rumah Felicia.
“Tinggal dengan siapa?” tanyaku ketika kami masuk ke rumahnya. Ya, aku menerima ajakannya untuk masuk sebentar walaupun ini sudah hampir jam 1 pagi.
“Aku kontrak rumah ini dengan beberapa temanku sesama penyanyi cafe. Lainnya belum pulang semua. Mungkin sekalian kencan dengan pacarnya.”
Felicia masuk kamarnya untuk mengganti baju. Aku tidak mendengar suara pintu kamar dikunci. Wah, kebetulan. Atau Felicia memang memancingku? Aku segera berdiri dan nekat membuka pintu kamarnya. Benar! Felicia berdiri hanya dengan bra dan celana dalam. Di tangannya ada sebuah kaos. Kukira Felicia akan berteriak terkejut atau marah. Ternyata tidak. Dengan santai dia tersenyum.
“Maaf.. Aku mau tanya kamar mandi dimana?” tanyaku mencari alasan. Justru aku yang gugup melihat pemandangan indah di depanku.
“Di kamarku ada kamar mandinya kok. Masuk aja.”
Wah.. Lampu hijau nih. Di kamarnya aku melihat ada sebuah keyboard. Aku tidak jadi ke kamar mandi malah memainkan keyboardnya. Aku memainkan lagu “Body and Soul” sambil menyanyi lembut. Suaraku biasa saja juga permainanku. Tapi aku yakin Felicia akan tertarik. Beberapa kali aku membuat kesalahan yang kusengaja. Aku ingin melihat reaksi Felicia.
“Salah tuh mainnya.” komentar Felicia. Dia ikut bernyanyi.
“Ajarin dong..” kataku.
Dengan segera Felicia mengajariku memainkan keyboardnya. Aku duduk sedangkan Felicia berdiri membelakangiku. Dengan posisi seperti memelukku dari belakang, dia menunjukkan sekilas notasi yang benar. Aku bisa merasakan nafasnya di leherku. Wah.. Sudah jam 1 pagi. Aku menimbang-nimbang apa yang harus aku lakukan.
Aku memalingkan mukaku. Kini mukaku dan Felicia saling bertatapan. Dekat sekali. Tanganku bergerak memeluk pinggangnya. Kalau ditolak, berarti dia tidak bermaksud apa-apa denganku. Jika dia diam saja, aku boleh melanjutkannya. Kemudian tangannya menepis halus tanganku. Kemudian dia berdiri. Aku ditolak.
“Katanya mau ke kamar mandi?” tanyannya sambil tersenyum. Oh ya.. Aku melupakan alasanku membuka pintu kamarnya.
“Oh ya..” aku berdiri.
Ada rasa sesak di dadaku menerima penolakannya. Tapi aku tak menyerah. Segera kuraih tubuhnya dan kupeluk. Kemudian kuangkat ke kamar mandi!
“Eh.. Eh, apa-apaan ini?” Felicia terkejut. Aku tertawa saja.
Kubawa dia ke kamar mandi dan kusiram dengan air! Biarlah. Kalau mau marah ya aku terima saja. Yang jelas aku terus berusaha mendapatkannya. Ternyata Felicia malah tertawa. Dia membalas menyiramku dan kami sama-sama basah kuyup. Segera aku menyandarkannya ke dinding kamar mandi dan menciumnya!
Felicia membalas ciumanku. Bibir kami saling memagut. Sungguh nikmat bercumbu di suhu dingin dan basah kuyup. Bibir kami saling berlomba memberikan kehangatan. Tanganku merain kaosnya dan membukanya. Kemudian bra dan celana pendeknya. Sementara Felicia juga membuka kaos dan celanaku.
Kami sama-sama tinggal hanya memakai celana dalam. Sambil terus mencumbunya, tangan kananku meraba, meremas lembut dan merangsang payudaranya. Sementara tangan kiriku meremas bongkahan pantatnya dan sesekali menyelinap ke belahan pantatnya. Dari pantatnya aku bisa meraih vaginanya. Menggosok-gosoknya dengan jariku.
“Agh..” kudengar rintihan Felicia. Nafasnya mulai memburu. Suaranya sexy sekali. Berat dan basah. Perlahan aku merasakan penisku ereksi.
“Egh..” aku menahan nafas ketika kurasakan tangan Felicia menggenggam batang penisku dan meremasnya.
Tak lama dia mengocok penisku hingga membuatku makin terangsang. Tubuh Felicia kuangkat dan kududukkan di bak air. Cukup sulit bercinta di kamar mandi. Licin dan tidak bisa berbaring. Sewaktu Felicia duduk, aku hanya bisa merangsang payudara dan mencumbunya. Sementara pantat dan vaginanya tidak bisa kuraih. Felicia tidak mau duduk. Dia berdiri lagi dan menciumi puting dadaku!

Ternyata enak juga rasanya. Baru kali ini putingku dicium dan dijilat. Felicia cukup aktif. Tangannya tak pernah melepas penisku. Terus dikocok dan diremasnya. Sambil melakukannya, badannya bergoyang-goyang seakan-akan dia sedang menari dan menikmati musik. Merasa terganggu dengan celana dalam, aku melepasnya dan juga melepas celana dalam Felicia. Kami bercumbu kembali. Lidahku menekan lidahnya. Kami saling menjilat dan menghisap.
Rintihan kecil dan desahan nafas kami saling bergantian membuat alunan musik birahi di kamar mandi. Suhu yang dingin membuat kami saling merapat mencari kehangatan. Ada sensasi yang berbeda bercinta ketika dalam keadaan basah. Waktu bercumbu, ada rasa ‘air’ yang membuat ciuman berbeda rasanya dari biasanya.
Aku menyalakan shower dan kemudian di bawah air yang mengucur dari shower, kami semakin hangat merapat dan saling merangsang. Aliran air yang membasahi rambut, wajah dan seluruh tubuh, membuat tubuh kami makin panas. Cerita Sex
Makin bergairah. Kedua tanganku meraih pantatnya dan kuremas agak keras, sementara bibirku melumat makin ganas bibir Felicia. Sesekali Felicia menggigit bibirku. Perlahan tanganku merayap naik sambil memijat ringan pinggang, punggung dan bahu Felicia. Dari bahasa tubuhnya, Felicia sangat menikmati pijatanku.
“Ogh.. Its nice, Boy.. Och..” Felicia mengerang.
Lidahku mulai menjilati telinganya. Felicia menggelinjang geli. Tangannya ikut meremas pantatku. Aku merasakan payudara Felicia makin tegang. Payudara dan putingnya terlihat begitu seksi. Menantang dengan puting yang menonjol coklat kemerahan.
“Payudaramu seksi sekali, Felicia.. Ingin kumakan rasanya..” candaku sambil tertawa ringan. Felicia memainkan bola matanya dengan genit.
“Makan aja kalo suka..” bisiknya di telingaku.
“Enak lho..” sambungnya sambil menjilat telingaku. Ugh.. Darahku berdesir. Perlahan ujung lidahku mendekati putingnya. Aku menjilatnya persis di ujung putingnya.
“Ergh..” desah Felicia. Caraku menjilatnya lah yang membuatnya mengerang.
Mulai dari ujung lidah sampai akhirnya dengan seluruh lidahku, aku menjilatnya. Kemudian aku menghisapnya dengan lembut, agak kuat dan akhirnya kuat. Tak lama kemudian Felicia kemudian membuka kakinya dan membimbing penisku memasuki vaginanya.
“Ough.. Enak.. Ayo, Boy” Felicia memintaku mulai beraksi.
Penisku perlahan menembus vaginanya. Aku mulai mengocoknya. Maju-mundur, berputar, Sambil bibir kami saling melumat. Aku berusaha keras membuatnya merasakan kenikmatan. Felicia dengan terampil mengikuti tempo kocokanku. Kamu bekerja sama dengan harmonis saling memberi dan mendapatkan kenikmatan.
Vaginanya masih rapat sekali. Mirip dengan Ria. Apakah begini rasanya perawan? Entahlah. Aku belum pernah bercinta dengan perawan, kecuali dengan Ria yang selaput daranya tembus oleh jari pacarnya.
“Agh.. Agh..” Felicia mengerang keras. Lama kelamaan suaranya makin keras.
“Come on, Boy.. Fuck me..” ceracaunya.
Rupanya Felicia adalah tipe wanita yang bersuara keras ketika bercinta. Bagiku menyenangkan juga mendengar suaranya. Membuatku terpacu lebih hebat menghunjamkan penisku. Lama-lama tempoku makin cepat. Beberapa saat kemudian aku berhenti.
Mengatur nafas dan mengubah posisi kami. Felicia menungging dan aku ‘menyerangnya’ dari belakang. Doggy style. Kulihat payudara Felicia sedikit terayun-ayun. Seksi sekali. Dengan usil jariku meraba anusnya, kemudian memasukkan jariku.
“Hey.. Perih tau!” teriak Felicia. Aku tertawa.
“Sorry.. Kupikir enak rasanya..” Aku menghentikan memasukkan jari ke anusnya tetapi tetap bermain-main di sekitar anusnya hingga membuatnya geli.
Cukup lama kami berpacu dalam birahi. Aku merasakan saat-saat orgasmeku hampir tiba. Aku berusaha keras mengatur ritme dan nafasku.
“Aku mau nyampe, Felicia..”
“Keluarin di dalam aja. Udah lama aku tidak merasakan semburan cairan pria” Aku agak terhenti. Gila, keluarin di dalam. Kalau hamil gimana, pikirku.
“Aman, Boy. Aku ada obat anti hamil kok..” Felicia meyakinkanku. Aku yang tidak yakin. Tapi masa bodoh ah. Dia yang menjamin, kan? Kukocok lagi dengan gencar. Felicia berteriak makin keras.
“Yes.. Aku juga hampir sampe, Boy.. come on.. come on.. oh yeah..”
Saat-saat itu makin dekat.. Aku mengejarnya. Kenikmatan tiada tara. Membuat saraf-saraf penisku kegirangan. Srr.. Srr..
“Aku orgasme. Sesaat kemudian kurasakan tubuh Felicia makin bergetar hebat. Aku berusaha keras menahan ereksiku. Tubuhku terkejang-kejang mengalami puncak kenikmatan.
“Aarrgghh.. Yeeaahh..” Felicia menyusulku orgasme.
Dia menjerit kuat sekali kemudian membalikkan badannya dan memelukku. Kami kemudian bercumbu lagi. Saatnya after orgasm service. Tanganku memijat tubuhnya, memijat kepalanya dan mencumbu hidung, pipi, leher, payudara dan kemudian perutnya. Aku membuatnya kegelian ketika hidungku bermain-main di perutnya.
Kemudian kuangkat dia. Mengambil handuk dan mengeringkan tubuh kami berdua. Sambil terus mencuri-curi ciuman dan rabaan, kami saling menggosok tubuh kami. Dengan tubuh telanjang aku mengangkatnya ke tempat tidur, membaringkannya dan kembali menciumnya. Felicia tersenyum puas. Matanya berbinar-binar.

“Thanks Boy.. Sudah lama sekali aku tidak bercinta. Kamu berhasil memuaskanku..”
Pujian yang tulus. Aku tersenyum. Aku merasa belum hebat bercinta. Aku hanya berusaha melayani setiap wanita yang bercinta denganku. Memperhatikan kebutuhannya.
Aku sangat terkejut ketika tiba-tiba pintu kamar terbuka. Sial, kami tadi lupa mengunci pintu!! Seorang wanita muncul. Aku tidak sempat lagi menutupi tubuh telanjangku.
“Ups.. Gak usah terkejut. Dari tadi aku udah dengar teriakan Felicia. Tadi malah sudah mengintip kalian di kamar mandi..” kata wanita itu. Aku kecolongan. Tapi apa boleh buat. Biarkan saja. Kulihat Felicia tertawa.
“Kenalin, dia Gladys. Mbak.. Dia Boy.” aku menganggukkan kepalaku padanya.
“Hi Gladys..” sapaku. Cerita Panas
Kemudian aku berdiri. Dengan penis lemas terayun aku mencari kaos dan celana pendek Felicia dan memakainya. Gladys masuk ke kamar. Busyet, ni anak tenang sekali, Pikirku. Sudah jam 2 pagi. Aku harus pulang..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Felicia penyanyi seksi !!!

5 'Ritual' Cristiano Ronaldo Saat sebelum Berlaga

Cristiano Ronaldo (Win88bet.com)

CR7 selalu mengerjakannya mulai sejak di Sporting, MU serta saat ini Madrid.

Tiap-tiap pemain miliki kebiasaan semasing untuk menyongsong kompetisi. Sebagian berasumsi itu utama untuk tingkatkan keyakinan diri.

Cristiano Ronaldo satu diantaranya. Dia mempunyai beberapa 'ritual' yang harus dijalani saat sebelum ataupun sesudah duel. Di bawah ini 5 salah satunya.

1. Masuk lapangan terakhir

Tak tahu apa maksud Ronaldo. Dalam banyak peluang dia lebih pilih masuk lapangan terakhir.

Hal itu dikerjakannya mulai sejak masih tetap membela Sporting Lisbon, Manchester United serta saat ini berbarengan Real Madrid.

Mungkin saja ritual itu tidak dapat dipraktekkan waktu bermain untuk timnas Portugal. Pasalnya, juga sebagai kapten dia mesti ada di barisan depan.

2. Bangku favorite di bus

Ronaldo mempunyai posisi favorite saat ada dalam bus tim. Dia senantiasa ada pas di belakang sopir.

Lagi-lagi tidak ada penjelasan masalah rutinitas ini. Mungkin saja memanglah lantaran dia terasa nyaman serta aman saja disana.

3. Bersolek

Ronaldo di kenal juga sebagai pria metroseksual. Dia sangatlah mementingkan 'berdandan'. Jadi tidak heran bila saat sebelum kompetisi dia tetap harus bersolek.

Rutinitas itu pernah bikin pelatih Jose Mourinho berang. Dia mengkritik lantaran CR7 serta beberapa pemain Madrid lain yang ikutan berlama-lama di depan cermin.

" Beberapa pemain juga seringkali berdiam lama-lama di depan cermin saat sebelum kompetisi, sesaat wasit telah menanti mereka di lorong menuju lapangan, " kata Mourinho.

4. Utamakan kaki kanan

Mungkin saja Ronaldo senantiasa teringat pada ajaran orangtuanya. Dia di ketahui senantiasa masuk ke lapangan dengan kaki kanan. Bukan hanya itu, dia juga senantiasa bikin lompatan kecil saat mengambil langkah.

5. Dandani rambut waktu jeda

Ini kembali menyangkut tampilan. Ronaldo sekian kali ketahuan lebih repot mengaturi style rambutnya saat turun minum.

Dia tidak ingin kembali pada lapangan dengan rambut yang berantakan. Jadi pernah satu saat dia bikin babak ke-2 sedikit molor lantaran keasyikan mengatur rambut di ruangan ubah. 





Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami
 Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210 
Readmore → 5 'Ritual' Cristiano Ronaldo Saat sebelum Berlaga

Jumat, 13 November 2015

BerCinta menyambut valentine

 Win88bet.com - Di narasi kesempatan ini, untuk pertama kalinya saya berusaha untuk mengambil pojok pandang lain. Bila umumnya saya senantiasa mengambil pojok pandang dari pihak laki-laki, kesempatan ini saya bakal coba menghayati apa yang dirasa seseorang wanita dalam petualangannya. Saya juga sempat ajukan pertanyaan sama juga dengan cewekku (dia jadi peran paling utama di narasi ini) semua suatu hal perihal cewek serta bagaimanakah terasa dia lakukan itu denganku. Pokoknya saya les singkat dengannya, serta pada akhirnya kudapat juga pengetahuan itu. Oke kita mulai saja narasi ini.

Namaku Vania, saya seseorang gadis berusia 17 th., saat ini saya duduk di kelas 3 SMA. Saya satu sekolah dengan Riko, penulis narasi ini. Ayahku keturunan Barat serta ibuku keturunan Chinese. Kombinasi ini yang membuatku jadi seseorang gadis tinggi ramping, berkulit putih serta meskipun badanku tak terlampau seksi, dapat kututupi kekurangan itu dengan wajahku yang kata orang sih cantik. Sudah pasti saya suka mendengarnya, terlebih saat Riko menyampaikan bila bibirku betul-betul menggoda. Memanglah sih saya belum pernah tidur dengan seseorang pria, namun bila masalah yang begituan saya cukup pakar, yah mungkin saja ketularan sama omes-nya (otak mesum) Riko serta rekan-temannya yg tidak kalah omes. Jadi kesimpulannya, saya juga termasuk juga pakar di bagian begituan.

Hari itu, kurang lebih jam 4 sore tanggal 12 Februari th. ini, saya jalan-jalan berbarengan Precill serta Yuli. Kami sedang mencari suatu hal yang bisa kami berikanlah ke cowok yang paling dekat dengan kami, kan 2 hari lagi Valentine, jadi mesti memberi yang istimewa donk. Sesudah seputar 2 jam berkeliling mencari barang yang pas, saya pada akhirnya menyerah. Saya sekalipun tak memperoleh barang yang betul-betul khusus untuk cowokku (hehehe, tujuannya untuk gue yang menulis narasi ini).

Pada akhirnya kuputuskan untuk mencari ditempat lain saja besok. Saya pulang tanpa ada membawa apa-apa, tidak sama dengan Precill serta Yuli yang telah memperoleh yang mereka mencari. Saya memanglah sulit mencari barang untuk Riko, dia tuh orangnya suka yang romantis serta sedikit berbau omes gitu lah. (Ini kelihatannya pujian untuk gue). Namun saya meyakini, saya bakal memperoleh suatu hal untuk dia. Kan bila kita ingin usaha, pasti kita bakal memperoleh apa yang kita kehendaki. Bener ngtidak..?

Singkat narasi, saya sekalipun tak memperoleh apa-apa, bahkan juga besoknya juga saya masih tetap tak memperoleh apa-apa. Saya tidak ingin memberi suatu hal yang umum, kupikir semakin bagus saya tak memberi sekalipun dari pada kuberikan suatu hal yang umum di hari yang khusus kelak. Nyatanya Riko telah berinisiatif lebih dahulu, dia mengajakku candle light dinner. Pas seperti sangkaanku, dia memanglah sukai keromantisan, kami cuma makan sedikit selalu minum sedikit serta kami pernah slow dance dahulu saat sebelum pada akhirnya duduk lagi, cuma duduk serta sama-sama melihat.
Win88bet.com

Tidak paham lantaran saya terbawa situasi atau memanglah si Riko jago (muji gue lagi nih), yang pasti saya betul-betul nikmati malam itu. Riko memberi kalung cantik serta dia memasangkan di leherku.
Selalu diciumnya pipiku dari belakang sembari berkata, “Biar hari ini jadi hari yang eloe kenang sepanjang hidup eloe. serta gue berharap eloe juga inget siapa yang ada disini ngerayain hari Valentine ini sama eloe. ” (Mengganggu lagi nih, perasaan gue ngomongnya ngtidak gitu deh, namun intinya sih sama lah.)

Kalian pasti tahu kan bila cewek itu gampang terangsang bila situasi hatinya mensupport ditambah dengan sentuhan yang pas. Tak seperti cowok, cowok itu gampang sekali terangsang, umumnya segera tegang itunya cuma lantaran lihat dada atau paha cewek. Oke, kembali pada deh ke narasi kita. Tidak paham mengapa, yang pasti Riko lakukan sesuai sama apa yang kuharapkan, serta tidak paham mengapa, saya pada akhirnya temukan suatu hal yang khusus untuk kuberikan kepadanya. Kuajak dia ke rumahku, saya tahu persis orangtuaku tak ada dirumah, serta dirumah cuma ada si Iyem saja.

Hingga dirumah, Riko duduk di kursi tamu seperti umum serta kubawakan minuman buat dia. Saat saya balik lagi, Riko tengah melihat-lihat album fotoku. Dia tersenyum saat lihat fotoku saat masih tetap kecil. Saat saya datang dia segera tersenyum ke arahku. Kuletakkan minuman di meja serta katakan bila saya tidak bisa memberi apa-apa di hari Valentine ini, namun saya mempunyai suatu hal yang khusus buatnya di hari khusus ini.

Saya duduk di samping Riko, kubiarkan Riko memelukku serta menciumku. Bibirnya lembut membasahi bibirku, selalu dia mengambil sirup di meja serta pura-pura menumpahkannya di bajuku.
Kami berdua tertawa berbarengan, selalu dia berkata, “Ups.., sorry ya. Mendingan eloe ubah baju dahulu, kelak masuk angin jika pakai baju basah gini. ”
Saya tahu Riko memanglah berniat, dia ingin mengajakku ke kamar. Deg-degan juga sih, namun saya telah berkemauan bila saya mesti bisa memberi yang khusus buatnya hari ini.

Rupanya Riko sudah mengetahui bila saya memanglah ingin memberi suatu hal yang telah 17 th. kujaga baik-baik. Yap, saya memanglah memilihnya untuk mengambil kesucianku. Kurasa memanglah dia orang yang pas. Saya ke kamar, serta seperti yang kuduga serta kuinginkan, Riko mengikutiku. Selalu dia duduk di ranjangku memerhatikanku jalan ke arah almari bajuku.

Saya cuek saja buka baju di depan dia, namun saat saya ingin buka BH-ku, Riko memelukku dari belakang sembari berkata, “Biarkan malam ini jalan lambat, janganlah butuhkan saat terlampau cepat. ”
Saya menurut saja, kubiarkan dia mencium leherku, bahuku serta pada akhirnya menggendongku ke tempat tidur. Riko masih tetap belum senang bermain dengan bibirnya, dia menciumku 2 x, serta demikian kusadar, tahu-tahu BH-ku telah hilang, tidak paham kemana. Saya tak sadar kapan Riko buka BH-ku itu, yang pasti saat ini dadaku telah telanjang. Mungkin saja lantaran saya terlampau terbawa situasi.

Riko mulai jemu bermain dengan bibirnya, kesempatan ini dia memakai lidahnya menjilati puting buah dadaku. Lembut serta membuatku enak kegelian. Saya cuma memejamkan mata sembari merasakannya menjilat serta sesekali menghisap putingku. Setiap kali dia hisap seperti ada setrum di tubuhku, saya senantiasa menggeliat menahan geli. Saya tak bosan-bosan rasakan nikmatnya permainan lidah Riko. Tak tahu berapakah lama saya terdiam rasakan enaknya sentuhan untuk sentuhan dari bibir serta lidahnya.

Nyatanya berbarengan dengan lidahnya bermain, tangan Riko tak tinggal diam. Soalnya saat kubuka mata, saya kaget sekali, nyatanya saya telah telanjang bulat, serta Riko cuma memakai celana dalam saja. Hebat juga dia dapat menenlanjangiku serta melepas bajunya tanpa ada bisa kuketahui. (Sebatas info, dia saja yang ngtidak sadar keenakan, walau sebenarnya gue lumayan lama juga ngebugilin dia serta gue pernah keluar dahulu minum sirup gue yang masih tetap kesisa, masalahnya lidah gue telah kering ngejilatin dadanya, hehehe.)

Kucoba untuk bangun, namun tubuhku merasa lemas, saya sekalipun tak bertenaga. Saya tidak bisa berbuat apa-apa saat Riko mulai turun selalu mencium pusarku. Selalu tangannya buka pahaku lumayan lebar. Saya terasa malu juga saat Riko lihat vaginaku. Riko tak lama-lama melihatnya, serta tak lama dia telah menjilati bibir kemaluanku.

Lebih gila lagi, ternyata ketika dia menjilat vaginaku, rasanya jutaan kali lebih nikmat dari permainannya di puting payudaraku. Dia menjilat beberapa kali, terus dia menjilat klitoris-ku. Ini lebih hebat lagi, soalnya tanpa sadar aku mendesah. Sebenernya lebih mirip teriak keenakan ketika lidahnya pertama kali menyentuh klitorisku yang memang super sensitif. Gila, ternyata Riko tidak hanya menjilatnya beberapa kali, tetapi berkali-kali, terus dia memelintir perlahan klitoris-ku. Wah, itu sih tidak dapat dijelaskan, yang jelas badanku refleks kejang dan aku menjambak rambutnya tanpa sadar. Tetapi ketika rasa kesetrum itu mulai hilang, aku malah ingin lagi. Ternyata Riko tahu, dia memelintir lagi klitoris-ku sekali lagi dan seperti sebelumnya, aku kejang lagi. Terus dia malah lebih gila lagi, digosok-gosokkannya klitorisku dengan ujung jarinya. Aku tidak tahan kejang-kejang, tetapi Riko memegang pinggangku, jadi aku tidak dapat bergerak bebas.

Rasa nikmat itu lalu memuncak dan aku tidak sadar lagi, semua terasa gelap dan badanku kejang-kejang tidak karuan tanpa dapat kukontrol. Aku tahu aku sudah sampai puncak, dan begitu kusadar lagi, Riko sudah menggosok-gosok kepala penisnya yang besar sekali ukurannya. Aku tidak yakin penis sebesar itu dapat masuk ke vaginaku, ada juga sih rasa takut. Tetapi aku sudah bertekad, aku akan memberikan kesucianku untuk Riko.

Riko terus menekan sedikit penisnya. Bibir kemaluanku terasa terbuka, dan akhirnya kurasakan kepala penisnya di bagian luar vaginaku. Riko terus mencium bibirku dan membuka pahaku lebih lebar, kututup mataku, siap menerima apa yang akan terjadi. Ternyata tidak terjadi apa-apa, sialnya ketika kubuka mata, Riko sedang menekan penisnya kuat-kuat ke vaginaku. Kontan saja aku berteriak, lumayan kencang juga.

Belum habis rasa kagetku, Riko menyodok lagi penisnya ke vaginaku, perih sekali rasanya. Sepertinya badanku terbagi dua karena robek disodok penis sebesar itu. Tetapi rasa sakit itu berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi rasa nikmat yang tidak kalah dari rasa nikmat ketika Riko memelintir-melintir klitoris-ku. Riko mulai goyang maju mundur pelan-pelan, tetapi kerasanya hebat sekali ketika penisnya menggosok-gosok dinding vaginaku. Sepertinya tidak ada ruangan kosong lagi di vaginaku, semua terasa sudah sesak disodok-sodok. Aku mencoba untuk menahan sakit dan itu berhasil. Rasa sakit itu berubah menjadi sengatan-sengatan listrik yang membuatku ingin lagi disodok-sodok.

Melihatku mulai tenang, Riko tambah mempercepat mengocok vaginaku yang sudah banjir karena basah. Aku hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah menikmati permainan Riko. Yang jelas aku bener-bener hanyut dalam suasana itu. Tiba-tiba Riko bergerak semakin cepat dan ada sengatan yang lebih nikmat lagi dari dalam vaginaku. Sepertinya aku akan mencapai puncak lagi, dan aku sudah tidak sabar menunggu saat indah itu. Riko semakin cepat dan liar mengocok vaginaku. Sama sekali sudah tidak ada iramanya lagi.

Tanpa sadar aku mulai berteriak-teriak kecil menikmati semuanya itu. Terus akhirnya semua gelap, aku kejang-kejang lagi seperti tadi. Aku baru sadar waktu ada sesuatu yang hangat di perutku, dan waktu kubuka mata, Riko sedang mengocok-ngocok penisnya dengan tangannya dan dari penisnya muncrat cairan putih kental ke perutku. Kubiarikan Riko memuncratkan maninya sampai habis, baru aku berusaha bangun. Aku pusing sebentar, tetapi terus hilang. Riko membersihkan badannya di kamar mandi, terus menghampiriku yang sudah menggunakan pakaian lengkap.

Riko mencium keningku, terus dia duduk di sebelahku, meremas jariku sambil bilang kalau dia puas sekali dan dia bilang aku tidak akan kecewa memilihnya. Aku percaya kalau Riko serius, aku tahu dia bukan orang yang suka mempermainkan cewek. Aku yakin pilihanku kali ini benar. Pasti benar deh.
“Thank’s buat hadiahnya, ini bener-bener hadiah yang tidak ternilai buat gue.” kata Riko, terus menciumku lagi.
Kemudian dia membantuku ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Aku benar-benar lemas, dan ketika Riko ingin pulang, aku hanya mengantarnya sampai pintu depan saja, tidak sampai gerbang. Terus ketika Riko sudah pulang, kukunci pintu dan terus aku roboh di sofa. Aku lemas sekali dan tidak ingat apa-apa.

Waktu kubangun pagi, aku benar-benar kaget, soalnya aku masih telanjang. Aku langsung lari ke kamar dan pakai baju. Aku terus duduk di ranjang. Ada sisa-sisa rasa pedih di selangkanganku, tetapi rasa pedih itu kalah dengan kenangan nikmat tadi malam. Benar-benar malam yang spesial untukku dan kuharapkan malam yang spesial juga untuk Riko..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210

Readmore → BerCinta menyambut valentine

Kamis, 12 November 2015

Mesut Ozil Bukanlah Pemalas!


 Mesut Ozil  (Win88bet.com)

Bekas gelandang Tottenham, Jermaine Jenas menyanggah klaim yang menyebutkan Mesut Ozil yaitu pemain malas. Menurut dia, style bermain playmaker Arsenal itu yang membuatnya tampak seperti pemalas.

Dari pertama kehadirannya ke Inggris kian lebih satu tahun waktu lalu, Ozil memanglah sering dikritik lantaran performanya. Bahkan juga tidak sedikit yang mengkritik Ozil terlampau malas untuk ukuran Premier League.

Tetapi menurut Jenas hal semacam itu sekalipun tidak benar. Ozil mempunyai style bermain yang tidak sama dibanding pemain Arsenal yang lain. Style bermain Ozil ia sebut memanglah membuatnya tampak malas apabila dibanding dengan style bermain Alexis Sanchez yang lebih sukai bermain satu-dua sentuhan serta lakukan serangan yang segera ke pertahanan lawan memercayakan kecepatannya.

" Sebagian orang nampaknya masih tetap mempunyai persepsi bahwa Ozil yaitu pemalas, pemain 'mewah' hingga layak untuk menyoroti seberapa keras ia sudah betul-betul bekerja. Dia lakukan semakin banyak pekerjaan untuk tim Arsenal dibanding gelandang lain serta mempunyai daya jelajah tinggi di lapangan. Saya pikir itu bakal gampang menyalahkannya lantaran style mainnya. Seorang seperti Alexis Sanchez lebih tampak repot lantaran style mainnya serta lebih menghimpit, " katanya.

" Namun Ozil tidak sama, dia mempunyai imajinasi untuk kuasai bola sedikit lebih lama lantaran dia paham kondisi pertahanan. Jadi dia tidak malas, baik waktu kuasai bola atau tidak, "

 info, Ozil lakukan 86 sentuhan bola waktu melawan Tottenham, paling banyak dari seluruhnya pemain di lapangan, serta ia juga mempunyai catatan daya jelajah sebesar 10, 49 km, paling banyak dari scuad The Gunners.





Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami
 Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210 

Readmore → Mesut Ozil Bukanlah Pemalas!

Bercinta dengan molly kakak kelas ku :*

 Win88bet.com - Semula gue mau memperkenalkan diri. Nama gue Daron. Gue ada peluang belajar di Malaysia lantaran bapak gue bekerja disana. Saat itu gue berusia 15-16 kurang lebih kelas 1 SMA. Pertama kalinya masuk skolah ada upacara bendera. Saat lagi kenalan ama kawan-kawan baru ada cewe’ datang dari arah pintu gerbang dengan tergesa-gesa, soalnya seluruhnya murid telah berbaris. Gue liatin tuh cewe’.. ”OK jugak nih.. ”. Sesudah gue bertanya teman gue nyatanya die kakak kelas. Umurnya 17an kurang lebih kelas 3 SMA. Namanya Molly.
“Cute juga nama doi”.
Tiba -tiba dari belakang ade teman sekelas megang bahu gue.
“Ngapain loe nanyain perihal kakak gue? ”.
Buset dah, kaget gue. Gue hanya takut dipukulin soalnya die ‘gangster’ di sekolahan.
“Ah.. tidak kok. Nanya doank” kata gue dengan gementar.

Balik dari sekolah gue selalu ngebayangin tuh cewe. Gue tidak dapat ngilangin die dari pikiran gue. Hilang ingatan cantik banget. Bibirnya yang kecil serta tidak tebal, buah dadanya yang montok (mungkin saja bisa disebut semakin besar dari ukuran rekan sepantarannya), betisnya yang putih serta mulus, pokoknya absolutely perfect. Gue hanya dapat ngebayangin kalo-kalo die ingin ama gue.

Di satu pagi yang cerah (gue belajar kalimat seperti gini saat kelas 4 SD), gue ama nyokap pergi ke jejeran beberapa toko di deket rumah. Tujuannya sih ingin cari toko musik, soalnya gue ingin belajar main gitar. Sesudah kurang lebih 1 bln. baru gue tau bahwa guru gitar gue sama ama adiknya Molly. Selalu guru gue tu nyaranin kita berdua ngadain latihan berbarengan di tempat tinggalnya. Gue girang banget. Mungkin saja ada peluang gue ngeliatin muka cantik kakaknya. Yah.. meskipun kagak “buat” ngeliat berwajah juga telah cukup.

Saat berlibur semester adiknya (agar lebih mudah gue catat Jason) ngundang gue ke tempat tinggalnya untuk latihan gitar berbarengan. Selalu gue bertanya ada siapa saja di tempat tinggalnya.
“Gue ama kakak gue doank kok” jawabnya. Wah.. berdebar-debar nih terasa. Namun gue juga rasa diri gue sendiri bodoh. Soalnya die saja kagak kenal gue, terlebih hanya bercakap sekali-sekali lewat chatting. Namun gue ngak perduli.

Jason sesungguhnya belom mastiin kapan gue dapat dateng ke tempat tinggalnya. Namun gue ngak perduli dateng ke tempat tinggalnya hari itu lantaran gue hanya ada saat hari itu. Hingga di depan pagarnya gue neken bell. Nampaknya sepi. Mendadak pagar terbuka (pagar automatik nih) selalu kakaknya nampak.
“Nyari siapa? ”.
“Jason” gue katakan.
“Wah, maaf, Jasonnya tidak ada tuh. ”
Wah.. saat ini baru gue sadar nada Molly nyatanya lembut lagi ‘cute’.
“Oh.. ya telah, terima kasih. ”
Gue muterin tubuh gue, belagak ingin pergi gitu. Mendadak nada yang lembut itu terdengar lagi.
“Eh.. tidak masuk dahulu? Dari pada lelah bolak-balik mendingan tunggulah disini. ”
Wah!! Kesempatan emas!

Selalu gue masuk serta dihidangin minuman dingin ama Molly. Selalu dia duduk di hadapan gue ngajakin gue ngobrolin suatu hal. Dalam sekelip mata, panorama di depan gue jadi sangatlah indah. Kebetulan dia menggunakan baju T-Shirt tidak tebal serta skirt pendek jadi gue dapat ngeliat bahagian pahanya yang putih mulus. Sekali-sekala gue ngelirik ke sisi dada serta pahanya. Gue rasa sih dia tau namun dia belagak tidak perduli.

“Kapan Jason balik? ” bertanya gue.
“Nggak tau sepertinya sih kelak jam 6″
Gue ngelirik arloji gue. Saat ini jam 2 petang.

Kurang lebih sepanjang 15 menit kami bercakap kosong. Mendadak ntah bagaimana jam di meja sampingnya jatuh. Kami terperanjat serta dia selalu membereskan benda-benda yang berselerak. Dari belakang gue dapat ngeliat pinggulnya yang putih mulus. Tiba tiba jeritan kecilnya menyadarkan lamunan gue. Nyatanya jarinya terluka terkena kaca. Perasaan lelaki gue bangkit serta selalu memegang jarinya. Tanpa ada pikir panjang gue isep saja darah yang ada di jarinya. Saat darahnya telah beku gue mengangkat muka gue. Nyatanya sampai kini die ngeliatin gue. Mendadak dia ngomong
“Ron, kok lu ganteng banget sih? ”
Gue cuma tersipu-sipu. Selalu gue diajakin ke tingkat atas untuk ngambil obat luka. Saat duduk di sofa, gue usapin saja tuh ubat ke jarinya. Mendadak datang keinginan yg tidak diduga-sangka.
“Ron, cium gue dong, bisa tidak? ”.
Gue bengong doank tidak tau mo jawab apaan. Namun bibirnya telah deket banget ama bibir gue. Segera gue lumat bibir mungilnya. Dia memejamkan matanya serta gue nyoba untuk menekan lidah gue masuk ke mulutnya. Dia membalas dengan melumat bibir gue. Tanpa ada sadar tangan tangan gue telah merayap ke sisi dadanya serta meremas-remas payudaranya yang montok dari luar bajunya. Dia mendesah lirih. Serta mendengarnya, ciuman gue jadi makin buas.

Saat ini bibir gue turun ke lehernya serta kembali melumat serta menggigit-gigit kecil lehernya sembari tangan gue bergerak ke arah skirt pendeknya serta berupaya meraba-raba pahanya yang putih serta mulus. Mendadak tangannya buka resleting celana gue serta cobalah mencapai anu gue. Gue makin ganas. Gue elus-elus celana dalamnya dari luar serta tangan gue satu lagi meremas-remas payudaranya yang montok. Dia mendesah serta melenguh.

Pada akhirnya gue berhenti melumat bibir serta lehernya. Gue cobalah melepas t-shirtnya yang berwarna pink. Namun tangannya menghindar.
“Ke kamar gue saja, yuk! ”
Win88bet.com

Ajaknya sembari membimbing tangan gue. Gue sih turut saja. Gue kunci pintu kamarnya serta segera gue capai t-shirtnya sampai dia cuma kenakan bra putih serta skirt birunya. Gue kembali melumat bibirnya serta cobalah buka kaitan branya dari belakang. Saat ini die bener-bener telanjang dada. Segera gue lumat payudaranya. Gue remas-remas serta gue jilatin puting kiri serta kanannya.

Tanpa ada diakui dia mengerang.
“ummh.. ahh..! ”
Gue jadi lebih bernafsu. Mendadak tangannya yang lembut mencapai penis gue yang sangatlah besar. Kurang lebih 14 cm panjangnya. Dia segera mengelus-elus serta mulai mengocok penis gue itu. Gue mengerang
“Ahh.. Molly.. terusin.. ahh! ”

Kurang lebih 15 menit gue melumat payudaranya. Saat ini gue nyoba ngebuka skirt hitamnya. Sesudah lepas gue tidurin dia di ranjang serta kembali melumat bibirnya sembari mengusap-usap vaginanya dari luar CDnya serta tangan gue yang satu lagi memelintir puting payudara kanannya.
“Ahh.. Daron.. ummhh! ” Erangnya.
Kotak-Kecil-II. gif” alt=”Cerita Seks Indonesia” width=”728″ height=”90″/

Pada akhirnya kami berdiri. Dia melepas baju serta celana gue serta mencapai penis gue yang sangatlah tegang. Dia nyuruh gue duduk. Selalu dia jongkok di depan gue. Dia nyium kepala penis gue serta menjilatnya. Lalu die berupaya mengulum serta menghisap penis gue yang besar. Gue mengerang keenakan.
“Ummhh.. Molly..!! ”
Pada akhirnya gue tidak tahan serta menyuruhnya berhenti. Gue tidak mau keluar terlampau awal.

Terus perlahan-lahan gue lepasin celana dalam putihnya dan memandang sebuah lubang berwarna merah jambu dengan bulu-bulu yang halus dan tidak terlalu banyak di sekelilingnya. Langsung gue tidurin dan gue kangkangin kakinya. Kelihatan vaginanya mulai merekah. Gue yang udah nggak tahan terus menjilati dan menghisap-hisap bahagian selangkangan dan menuju ke arah vaginanya. Gue isep dan jilatin klitorisnya. Molly menggelinjang keenakan sambil mendesah dan mengerang.
“Awwhh.. uhh.. Darroonn..!!
Tiba tiba orgasme pertamanya keluar. Tubuhnya menggelinjang dan dia menjambak rambut gue dan sprei di ranjangnya.

Kemudian gue melebarkan kedua kakinya dan mengarahkan penis gue ke arah lubang kenikmatannya. Sebelum gue masukkin gue gesekin dulu penis gue di pintu lubang vaginanya. Dia mendesah kenikmatan. Akhirnya gue dorong penis gue ke dalam vaginanya. Terasa agak sempit kerana baru 1/3 dari penis gue masuk. Perlahan-lahan gue tarik lagi dan gue dorong sekuat-kuatnya. Ketiga kalinya baru berhasil masuk sepenuhnya.

“Aawwhh..sakit, Ron!!”
Dia mengerang kesakitan. Maka gue berhenti sejenak nunggu rasa sakit dia hilang. Akhirnya gue mulai bergerak maju mundur. Semakin lama gerakan gue semakin cepat. Terasa penis gue bergesekan dengan dinding vaginanya. Kami berdua mengerang kenikmatan.
“Ahh..Molly..enakk!!”
“Mmhh..awwhh..Ron, terus, cepet lagi!”
Gue semakin bernafsu dan mempercepat genjotan gue. Akhirnya dia menjerit dan mengerang tanda keluarnya orgasme ke dua.

Lantas kami berdiri dan gue puter badannya hingga membelakangi gue (doggy style). Gue tundukkin badannya dan gue arahin penis gue ke arah vaginanya dan gue genjot sekali lagi. Kedua payudaranya berayun-ayun mengikut gerakan genjotan gue. Gue pun meremas-remas pantatnya yang mulus dan kemudian ke depan mencari putingnya yang sangat tegang. Kami berdua banjir keringat.

Gue puter putingnya semakin keras dan payudaranya gue remas-remas sekuat-kuatnya.
“Ahh, Daron..gue pingin keluar..!!” jeritnya.
Terus gue percepat gerakan gue dan die menjerit untuk orgasmenya yang kali ketiga. Gue pikir-pikir gue ni kuat juga ya.. Tapi gue juga merasa mo keluar sekarang. Gue nggak sampai hati ngeluarin sperma gue di vaginanya. Langsung gue cabut penis gue dari vaginanya dan gue puter badannya. Gue arahin penis gue ke mulutnya yang langsung mengulum dan melumat penis gue maju mundur. Gue mengerang kenikmatan
“Akhh..Mol, gue keluar..!!”
Gue semburin sperma gue didalam mulutnya dan ditelannya. Sebagian mengalir keluar melalui celah bibirnya. Terus penis gue dibersihin dan dijilatin dari sisa-sisa sperma.

Kemudian gue ngeliat jam di meja. Pukul 5.30!! Mati kalau nggak cepet-cepet. Selepas kami memakai baju semula dia ngucap terima kasih ke gue.
“Makasih, Ron! Belum pernah gue ngrasa sebahagia ini. Sebenarnya dari pertama kali gue ngeliat loe gue udah suka” Katanya.
“Oh, emang mungkin jodoh kali soalnya waktu ngeliat loe di gerbang sekolah gue juga udah suka.” kata gue.
“Tapi gimana dengan adik loe?”
“Nggak apa-apa, dia juga nggak bakalan marah. Adik gue bentar lagi datang. Jadi latihan bareng nggak?”
“Nggak, ah. Males, udah letih latihan tadi” kata gue sambil tersenyum.
Dia pun balas tersenyum. Akhirnya gue balik rumah dengan perasaan gembira. Mimpi gue udah tercapai.




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Bercinta dengan molly kakak kelas ku :*

Rabu, 11 November 2015

Ngentod tante Ida

 Win88bet.com - Saya tengah liburan di kota Bandung, nginap dirumah Om ku adik ibu yang paling kecil. Mereka memanglah 7 bersaudara serta mamaku yang paling tua, saya waktu itu berusia 20 th. serta omku berusia 35 th.. Istri om ku, tante Ida berusia 27 th., orangnya sangatlah cantik serta memiliki badan yang mungil namun padat.

Pantatnya bebar-benar montok dengan pinggang yang ramping serta perut yang datar, maklum mereka belum memiliki anak, meskipun telah kawin nyaris 3 th..
Walau demikian tante Ida yang cantik itu, orangnya sangatlah judes, dia tak melihat mata keluargaku, maklum kami cuma biasa-biasa saja, sedang tante Ida datang dari keluarga yang sangatlah kaya di kota Surabaya, dia cuma 2 bersaudara serta Ida adik perempuannya yang berusia 22 th., masih tetap kuliah di ITB serta tinggal dirumah om serta tante Ida di Bandung.

Sepanjang saya ada dirumah om ku ini, nyaris sehari-hari tante Ida mengomel saja, lantaran dia benar-benar sangat tidak suka bila saya bermalam dirumah mereka. Disamping saya memanglah termasuk juga anak yang bandel, meskipun dengan cara postur badan, saya telah terlihat sangatlah dewasa, lantaran tinggi tubuhku 175 cm dengan badan yang berotot, tante Ida berprasangka buruk saja serta berasumsi saya kerap terima uang dari om ku, pada hal sangatlah tidak sering om ku berikan saya uang.

Sekarang ini saya nginap dirumah mereka, sesungguhnya cuma sangat terpaksa saja, lantaran saya tengah liburan di Bandung serta ibuku memberitahukan pada om ku yang memaksa saya tinggal dirumahnya.

Hari ini tak tahu kenapa saya terasa jemu banget sendirian, tempo hari sore saat sebelum om ku pulang dari kantor, tante Ida geram-marah serta memberikan muka cemberut pada saya. Waktu itu rumah ada dalam situasi sepi, om telah pergi kekantor,

Mbak Ani adik tante Ida tengah pergi kuliah, Bik Suti lagi pergi ke pasar, serta tante Ida tuturnya ingin pergi ke arisan. Tadi saat sebelum pergi dengan suara yang 1/2 membentak, tante Ida menyuruh saya melindungi rumah.

“Dari pada BT sendiri, mending nonton BF saja di kamar, ” pikirku.

TV mulai kunyalakan, kuambil CD porno yang tempo hari kupinjam di tempat persewahan dekat rumah, adegan-adegan panas terlihat di monitor. Mendengar desahan-desahan artis BF yang cantik serta bahenol itu bikin saya terangsang. Dengan lincahnya tanganku menanggalkan celana beserta CD-ku sendiri. Burungku yang sedari tadi tegak mengacung kukocok perlahan-lahan. Film yang kutonton itu cukup panas, hingga saya jadi makin bergairah.

Kutanggalkan baju yang masih tetap menempel, pada akhirnya badanku tidak ada penutup sekalipun. Kocokan tanganku makin cepat bersamaan dengan semakin panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada getaran dalam penisku yang mau meyeruak keluar. Saya ingin orgasme, tiba-tiba…

“Anton.. apa yang anda kerjakan!! ” teriak suatu nada yang saya kenal.

“Ooooohh… Tante…?! ” saya kaget 1/2 mati serta sangatlah bingung sekali waktu itu. Tidak kusangka tante Ida yang tuturnya ingin pergi arisan dapat kembali secepat itu. Tanpa ada sadar saya bangkit berdiri serta kudekati tante Ida yang cantik namun judes itu, yang masih tetap berdiri dalam situasi kaget dengan mata membelalak lihat keadaanku yang telanjang bulat dengan penisku yang panjang serta besar dalam situasi tegang itu.

Mendadak tak tahu setan mana yang mendorongku, dengan cara refleks saja saya menyergap serta mendekap badan tante Ida yang mungil padat itu. Tubuhnya yang mungil serta tingginya yang cuma hingga sebahu dari ku, ku bekap dengan kuat serta kutarik agak keatas, hingga tante Ida cuma berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala agak tertengadah keatas, lantaran kaget. Dengan cepat kucium serta kulumat bibir tipisnya yang seksi.

“Eeeehhhh… ppppffffff…!!! tubuh tante Ida seketika
mengejang serta agak menggeliat terima perlakuan yg tidak pernah dia
kira bakal berani saya kerjakan itu serta tidak lama kemudian dia mulai
memberontak dengan hebat, hingga ciumanku terlepas….

“Anton.. janganlah kurang ajar.. berani benar kau ini.. ingat, Toonnn.. Saya ini istri om mu…!!! Cepat lepas… kelak kulaporkan kau ke om mu…” teriak tante Ida dengan nada garang coba mengancamku.

Saya tidak lagi perduli, salah tante Ida sendiri sih, orang ingin orgasme kok diganggu. Dengan buasnya saya jilat belakang telinga serta tengkuknya, ke-2 payudaranya yang meskipun tak terlampau besar, namun padat itu segera kuramas-ramas dengan buas, hingga tante Ida menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memanglah telah menggila itu, ada pula rasa mau balas dendam serta ingin mengajar kebiasaan padanya atas perlakuan serta pandangannya yang sangatlah mengejek padaku.

Dia coba berteriak, namun dengan cepat saya selekasnya menciumnya lagi. Ada kali 10 menit saya lakukan hal semacam itu, sesaat tante Ida selalu meronta-ronta, serta mengancamku dan mencaci maki, tak tahu apapun yang dikatakannya, saya telah tak memperdulikannya lagi. Saya selalu menyerangnya dengan buas serta mengelus-elus serta meramas-ramas semua badannya sembari selalu mencium mulutnya dengan rakus. Dia tidak bisa melepas diri dari dekapanku, lantaran memanglah badanku yang tinggi 175 cm dengan tubuh yang atletis serta berotot, tak sepadan dengan badan tante Ida yang 155 cm serta mungil itu.

Disebabkan seranganku yang bertubi-tubi itu, lama kelamaan kurasakan tak ada lagi perlawanan dari tante Ida, tak tahu lantaran dia telah capek atau mungkin saja dia mulai terangsang juga. Terasa telah tak ada perlawanan lagi dari tante Ida, penisku yang panjang serta besar yang telah sangatlah tegang itu kugosok-gosok pada perutnya serta lalu kuraih tangannya yang mungil serta kuelus-elus ke penisku, tangan mungilnya kugosok-gosok, mengocok penisku yang mulai mengeras. Badannya merasa mengejang, walau demikian ke-2 matanya masih tetap terpejam, serta tak ada perlawanan darinya.

Win88bet.com 
Lalu saat dengan perlahan-lahan kubuka baju tante Ida, dia dengan lemah masih tetap coba menahan tanganku, walau demikian tanganku yang satu mengunci ke-2 tangannya serta tanganku yang lain buka satu untuk satu kancing-kancing blusnya, serta perlahan mempertontonkan keindahan badan dibalik kain itu. Sesudah sukses buka blus serta BH-nya, kuturunkan ciumanku menuju ke payudara tante Ida yang padat berisi…

“Tooonnnn… aaammmpuunn… Toonnnnn… iiii.. iiingaaattttt.. Tooonnn..!!! ”

Kucium serta kulumat putingnya yang berwarna kecoklatan itu. Kadang-kadang kugigit serta kupuntir putingnya, sesaat kusingkap roknya serta jari-jariku mulai mengelus-elus kemaluannya yang masih tetap tertutup CD.

Iiiiiiiiii.. ooohhhhhhh.. aaaagggghh
hhhhh.. ssssshhhhhhh.. Toooonnnnn! !!!! disebabkan perlakuanku itu,
sepertinya tante Ida mulai terangsang juga, itu merasa dari badannya yang
mengejang kaku serta dengusan nafasnya semakin terdengar kuat. Saya makin
memperhebat seranganku serta mendadak badan tante Ida bergetar dengan
kuat serta..

“Aaaahhhhhh.. Toooonnnnjaaa.. jaaa
angaaannn. Tooonnnniiiingaaaatttt.. Tooo nnn
oooohhhhhhhaaaaaggggghhhaaaaggghhh. aaaaggggggggghhhhh!!!!!
pada akhirnya, dibarengi badannya yang mengejang serta menggeliat-geliat kuat,
dan ke-2 tangannya mendekap punggung ku. Seerrr.. cairan kewanitaan
tante Ida membasahi CD nya sekalian jemariku.

Sesudah saat orgasmenya berlalu, merasa tubuh tante Ida melemas terkulai dalam dekapanku serta ke-2 matanya masih tetap terpejam rapat, tak tahu perasaan apa yang tengah bergelora dalam badannya, senang, malu atau putus harapan disebabkan perlakuanku pada nya, hingga dia meraih orgasme itu. Tarikan nafasnya masih tetap terengah-engah.

Kami terdiam sesaat, sesaat badan tante Ida bertumpu lemas dalam dekapanku dengan mata. Jemari lentik tante Ida masih tetap menggenggam penisku yang masih tetap tegak mengacung.

Pada akhirnya dengan cara perlahan kepala tante Ida menengadah keatas serta tampak pandangan matanya yang sayu menatapku, hingga menaikkan kecantikan berwajah serta dengan cara lembut terdengar suaranya

“Oooohhhh. Toonnnn, apa yang kau perbuat pada tantemu ini.?????

Eeeehhmmmmaafkan Anton tante. Anton lupa diri. setelah tante tadi masuk
mendadak pada saat Anton bakal meraih klimaks. salah tante sendiri
sihhh. lagi pulatante sangat cantik sihhh..!!!!!! sahutku mencari-cari
argumen sekenanya.

Saat ini sepertinya tante Ida telah pasrah serta sembari tanganya masih
menggenggam penisku tuturnya lagi..

Tooonnnn.. mempunyai anda gede sangat yaaaa????. Mempunyai Om mu tidak hingga segede ini..!! ”

“Aaahhhhh, tanteapa betull?????! ” memanglah penis ku panjangnya 20 cm serta gede dengan juga kepalanya yang bulat besar, terlebih bila lagi sangatlah bernafsu begini.

Jemari lentik tante Ida yang semula cuma menggenggam saja, saat ini mulai memainkan penisku dengan manja. Seperti memperoleh mainan baru, tangan tante Ida tidak ingin terlepas dari situ.

“Taaannnnn., kok diiiii.. diidiamin saja, dikocok dong, Taannn. agar enaaakkk.!!!! ”

“Ton, Ton.. anda keburu nafsu saja. aaaaggghhh.!!! ”, perlahan ke-2 tanganku menghimpit bahu tante Ida, hingga badan tante Ida berjongkok serta tidak lama kemudian kepalanya sudah sejajar dengan selangkanganku.

Ke-2 tangannya selekasnya menggenggam penisku serta lalu tante Ida mulai menjilati kepala penisku dengan lidahnya.

Bergetar semua badanku terima rangsang dari mulut tante Ida. Dijilatnya semua batang kemaluanku, dari mulai pangkal hingga ujung. Tidak ada sisi yang lewatkan dari sapuan lidahnya.

Dikocoknya penisku di dalam mulutnya, namun tidak seluruhnya dapat masuk. Mungkin saja cuma 3/4 nya saja yang bisa masuk ke mulut tante Ida. Kurasakan dinding tenggorokan tante Ida menyentuh kepala penisku. Sungguh sensasi sangatlah luar umum menyebar ke semua badanku.

Cukup lama juga tante Ida mengulum penisku. Kurasakan batang penisku mulai jadi membesar serta semakin mengeras. Dari dalam kurasakan ada suatu hal yang memaksa untuk keluar. Terasa saya bakal keluar, tante Ida makin cepat mengocok batang kemaluanku.

“Taaannnnn.. ah.. aohh.. taaannn.. Anton mo keluar,. aaauuugghhhh.. taaannnn..!!!!!!! ”

Pada akhirnya.. Croott.. croott.. croottt.. Nyaris sepuluh kali cairan itu menyembur dari ujung penisku. Diminumnya air maniku dengan, dijilatinya seluruhnya, hingga tidak ada lagi cairan yang tersisa. Walau telah keluar namun penisku tetap harus masih tetap tegar, walau tidak seberapa keras lagi. Lihat itu, tante Ida mencium-cium kepala penisku serta menjilat-jilatnya sampai bersih.

Lalu kutarik berdiri badan tante Ida serta kudorong ke tempat tidur, hingga tante Ida terlentang di atas tempat tidur. Dengan cepat kulucuti rok sekalian CD nya, hingga saat ini tante Ida terlentang di atas tempat tidur dengan badannya yang mungil namun padat itu ada dalam situasi telanjang bulat. Tante Ida cuma memandang ku dengan pandangan yang sayu serta tampak pasrah.

Saya naik keatas tempat tidur serta ke-2 kakinya kupentang lebar-lebar serta saya berjongkok di antara ke-2 pahanya yang terpentang buka lebar kemaluannya yang sudah licin, siap untuk diterobos.

Kupegang batang penisku serta kugosok-gosok selama bibir kemaluannya, sembari kutekan-tekan pelahan. Rasakan gesekan-gesekan lembut vagina tante Ida, penisku mulai mengeras kembali.

Ku ambillah tangan tante Ida serta ku letakkan pada batang penisku, selekasnya digengamnya penisku serta diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menghimpit, kepala penisku perlahan mulai masuk 1/2 ke lobang kemaluan tante Ida.

Merasa lobang kemaluan tante Ida sangatlah sempit mencengkeram batang kemaluanku. Dinding kemaluan tante membungkus rapat batang kemaluanku, kutekan lagi serta badan tante Ida menggeliat

“Oooooohhhhhh… Toooonnnn… bee.. beeeesaaarrrr aaaaa.. maaaattttt.. pe.. peeelaaan… pee laaan… Tooooonnnnn… ooooohhhhh..!!!!! ” tante Ida merintih perlahan-lahan.

Dengan cara pelan serta hati-hati saya menghimpit batang kemaluanku semakin dalam… terus… terus…. ooohhhhhh… eeeenna aaak… benaaarrrr… merasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Ida yang menjepit rapat batang kemaluanku.

Perasaanku merasa melayang-layang dirundung kesenangan yg tidak terlukisakan ini..

“Taaaaannnnnooohhhhhh.. eeee euuuuunnaaaakkkkkkkktaannnnn.!!!! ”

Dengan ke-2 paha yang terkangkang lebar-lebar serta ke-2 tangannya berdasar pada pinggangku, tante Ida melihat ku dengan tatapan sayu, tampak sangatlah cantik serta menawan, hingga saya yang tengah bertumpu diatasnya perasaanku merasa menggila, lihat serta rasakan wanita cantik serta ayu yang berbadan mungil namun padat ini, terlentang pasrah dibawahku, terima semua perlakuanku.

Kugerakan perlahan pinggulku menghimpit kebawah, hingga penisku tenggelam semakin dalam kelobang kemaluannya, dalam.. dalam.. selalu terus.. daannnn.. . lalu ujung kepala penisku merasa mentok, lantaran sekian kali badan tante Ida mengejang saat saya coba menghimpit lebih kuat, saya lalu mulai menarik keluar serta setelah itu memompa keluar masuk.

Dengan semangat saya mulai menaik-turunkan badanku. Gerakan naik-turun yang kadang-kadang diselingi dengan gerakan memutar, sungguh adalah sensasi yang sangatlah luar umum. Terlebih posisi ke-2 paha tante Ida terkangkang lebar-lebar, bikin tikaman-tikamanku merasa jauh di dalam basic lobang kemaluannya. Saya bisa lihat payudara tante Ida bergerak-gerak keatas kebawah setiap saat saya menghimpit masuk penisku dalam-dalam hingga ke-2 selangkangan kami berhimpit rapat-rapat.

Lalu kurasakan otot-otot kemaluan tante Ida dengan kuat menyedot penisku. Makin lama kurasa makin kuat saja kemaluan tante Ida menjepit penisku. Kulihat muka tante Ida terlihat semakin memerah menahan orgasme keduanya yang bakal melandanya sebentar lagi.

“Aaaaaaddduuuuuhhhhh. Toooonnn.. Aaaagggghhhhhh.. Oouggg.. hhaa.. hhaa Toooonn taaannnnteeeeemaaa. Maaauuuukeee keeeeluaraarrrr lagi, Toonnnnn!!!!!!!. ”

Serta.. Seeeeerrrr.. kurasakan cairan hangat membasahi penisku.

Sesaat nafsuku telah sangatlah mencapai puncak menuntut penyelesaiannya, saya telah tak dapat lagi melakukan tindakan halus, tanpa ada banyak bicara, selekasnya saja kupompa pantatku dengan cepat serta gencar, memperoleh serangan yang agak kasar serta mendadak itu tante Ida menjerit-jerit kesakitan. Walau lobang kemaluan tante Ida sudah basah serta licin banget, namun tetap harus merasa seret untuk ukuran penisku yang besar.

Tidak kuhiraukan lagi nada tante Ida yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada dibenakku waktu itu yaitu saya mau selekasnya mengakhiri permainan ini serta rasakan nikmat yang akan tiba padaku. Kurasakan otot-otot penisku mulai berdenyut-denyut dengan kerasnya, ada suatu hal yang berupaya untuk keluar dari batang penisku. Kucoba untuk menahannya sepanjang mungkin saja supaya tak selekasnya keluar, namun jepitan dinding kemaluan tante Ida pada akhirnya meruntuhkan pertahananku.

“Aaaaaauuddddduuhhhh… taaannnnnn… teeeee… oooooohhhhh..!!!! ” keluhan panjang penuh kesenangan keluar dari mulut ku dibarengi dengan croott.. croott. croooootttt. semburan.. maniku menyemprot dengan kuat,

isi relung-relung terdalam lobang kemaluan tante Ida, lalu tubuhku tertelungkup lemas menidih tubuh mungi tante Ida, sesaat kuubiarkan penisku terus di dalam kemaluan tante Ida untuk rasakan sisa-sisa orgasmeku. Kurasakan kemaluan tante Ida tetap harus berdenyur-denyut, walau tidak sekuat tadi.

“Taannnn, terima kasih ya, telah ingin temanin Anton main.!!!! ” kataku dengan manja.

“Kamu, tuh, Ton, bila lagi nafsu janganlah main maksa dong, masak tantemu sendiri anda perkosa juga..!!!! ”

“Iiihhhhhtante.. namun tante suka juga. kaannnn..???? ”

“Iya.. siiihhh.!!!!! ” kata tante Ida malu-malu.

Mulai sejak waktu itu sikap tante Ida terhadapku berobah seratus %, meskipun sikap kami ini terus terbangun di hadapan om serta adik tante Ida. Saya serta tante Ida kerap terkait seks berbarengan bila rumah lagi sepi. Saya semakin terasa sayang saja pada tante Ida, terlebih tante Ida melayani nafsu seks saya dengan ikhlas serta sepenuh hati.

TAMAT




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Ngentod tante Ida

Laris , Ibrahimovic Diincar 30 Klub

Zlatan Ibrahimovic  (Win88bet.com)

Zlatan Ibrahimovic Laris. Menurut pembicaraan agen striker Paris Saint-Germain itu, Mino Raiola, ada 30 club yang mengincar tanda tangan clientnya.

Kontrak Ibrahimovic berbarengan PSG bakal habis pada musim panas 2016. Hal itu lalu mengundang ketertarikan beberapa club, termasuk juga Real Madrid.

Umur Ibrahimovic memanglah tidak muda lagi, yaitu 34 tahun. Walau sekian, jasanya terus diminati banyak club.

" Saya ketahui bahwa ada 30 club yang menyampaikan pada saya bahwa mereka berkeinginan Memiliki Zlatan. Kami sangatlah suka, " papar Raiola

" Dia tambah baik di banding siapa saja, termasuk juga Cristiano Ronaldo serta Lionel Messi. Tetapi, itu cuma opini saya, " tambah Raiola.

Walau banyak peminat, Raiola menyebutkan bahwa sekarang ini Ibrahimovic tidak berkeinginan hengkang. Ibra cuma mau bertahan di PSG.

" Dia mencatat histori berbarengan PSG. Tak ada satupun pemain dapat menukar dia, " kata Raiola.

Ibrahimovic cukup kerap ganti-ganti club. Selama ini telah tujuh club yang dibela kapten timnas Swedia itu.





Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami
 Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210 
Readmore → Laris , Ibrahimovic Diincar 30 Klub

Selasa, 10 November 2015

Dosen perempuan dan pembantunya !!

Win88bet.com -  pada saat ujian tengah semester di beri warna rintikan hujan disepanjang jalan temaniku menuju ketempat itu, saya di panggil ke rumah dosen wanita yang masih tetap agak muda, seputar 26 th.. body asik dilihat mata, lurus sebahu rambutnya. Ia juga lulusan dari perguruan tinggi itu. Di panggil ke tempat tinggalnya lantaran saya disuruh untuk mengatur kepentingan dia, lantaran dia bakal ke luar kota. Malam harinya saya juga ke tempat tinggalnya seputar jam 7 malam. Waktu itu tempat tinggalnya cuma ada pembantu (yang juga masih tetap muda serta cantik). Suaminya saat itu belum pulang dari rapat di puncak. Automatis keadaan rumah lagi sepi, cuma wanita-wanita tok penghuninya.

Waktu saya buka pintu tempat tinggalnya, saya agak terbelalak lantaran dia menggunakan gaun tidur yang tidak tebal, hingga tampak payudara yang menyumbul keluar. Waktu saya cermati, dia nyatanya tak menggunakan BH. Tampak waktu itu buah dadanya yang masih tetap tegar berdiri, tak turun. Putingnya juga tampak besar serta kemerahan, kelihatannya mempunyai ukuran seputar 36B.

Pada saat saya tengah memerhatikan Dosen saya itu, saya kepergok oleh pembantunya yang nyatanya dari tadi memerhatikan saya. Sebentar saya jadi gugup, namun lalu pembantu itu jadi mengedipkan matanya pada saya, serta setelah itu ia memberi minuman pada saya. Waktu ia berikan minum, belahan dadanya jadi tampak (lantaran bajunya agak pendek), serta sama dengan dosen saya ukurannya juga besar.

Lalu dosen saya yang telah duduk di depan saya berkata, (mungkin saja lantaran saya lihat belahan dada pembantu itu) “Kamu pingin ya “nyusu” sama buah dada yang sintal..? ”
Saya juga tergagap serta menjawab, “Ah… tidak kok Bu..! ”
Lantas dia katakan, “Nggak ayah kok jika anda pingin.., Ibu juga bersedia nyusuin anda. ”
Mungkin saja lantaran ia saya anggap bercanda, saya katakan saja, “Oh.., bisa juga tuh Bu..! ”

Tanpa ada disangka, ia juga mengajak saya masuk ke ruangan kerjanya.
Waktu kami masuk, ia berkata, “Andre, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..! ”
Lalu saya menurut saja, saya saksikan punggungnya. Lantaran tak ada apa-apa, saya katakan, “Nggak ada apa-apa kok Bu..! ”
Namun tanpa ada diduga, ia jadi buka seluruhnya gaun tidurnya, dengan terus membelakangiku. Saya saksikan punggungnya yang demikian mulus serta putih. Lalu ia menarik tangan saya ke payudaranya, oh sungguh kenyal serta besar. Lalu saya merayap ke putingnya, serta benar perkiraan saya, putingnya besar dam masih tetap keras.

Lalu ia membalikkan badannya, ia tersenyum sembari buka celana dalamnya. Tampak di seputar kemaluannya banyak ditumbuhi bulu yang lebat.
Lalu saya berkata, “Kenapa Ibu buka baju..? ”
Ia jadi berkata, “Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan saya malam ini, bila butuh sampai pagi. ”
Lantaran saya mau juga rasakan badannya, saya juga tanpa ada basa-basi selalu menciuminya serta buah dadanya. Saya hisap sampai ia terasa kegelian. Lalu ia buka baju saya, ia juga terbelalak waktu ia lihat batang kejantanan saya.
“Oh, sangatlah besar serta panjang..! (lantaran ukuran penis saya memanglah besar, seputar 17 cm serta berdiameter 3 cm) ”
Dosen saya juga telah mulai tampak atraktif, ia mengulum penis saya sampai biji kemaluan saya.
“Ah.. ahh Bu… enak sekali, selalu Bu, saya belum pernah dihisap seperti ini..! ” desah saya.
Lantaran dipuji, ia juga selalu semangat memaju-mundurkan mulutnya. Saya juga meremas-remas selalu buah dadanya, nikmat sekali kata dosen saya. Lalu ia mengajak saya untuk mengubah posisi serta membuat posisi 69.

Saya selalu menjilati vaginanya serta selalu memasukkan jari saya.
“Ah.. Andre, saya telah tidak kuat nih..! Cepat masukkan penismu..! ” tuturnya.
“Baik Bu..! ” jawab saya sembari coba memasukkan batang kemaluan saya ke liang senggamanya.
“Ah.., nyatanya sempit juga ya Bu..! Tidak sering dimasukin ya Bu..? ” bertanya saya.
“Iya Andre, suami Ibu tidak sering bercinta dengan Ibu, karenanya Ibu belum mempunyai anak, ia juga sebentar permainannya. ” jawabnya.
Lalu ia selalu menggelinjang-gelinjang waktu dimasukkannya penis saya sembari berkata, “Ohh… ohhh… besar sekali penismu, tak masuk ke vaginaku, ya Ndre..? ”
“Ah tidak kok Bu.. ” jawab saya sembari selalu berupaya memasukkan batang keperkasaan saya.
Lalu, untuk melonggarkan lubang vaginanya, saya juga memutar-mutar batang kemaluan saya serta mengocok-ngocoknya dengan harapan melonggarkan liangnya. Serta benar, lubang senggamanya mulai buka serta batang kejantanan saya telah masuk setengahnya.

“Ohhh… ohhh… Selalu Ndre, masukkan selalu, janganlah sangsi..! ” tuturnya memohon.
Sesudah memutar serta mengocok batang kejantanan saya, pada akhirnya masuk juga rudal saya seluruhnya ke liang kewanitaannya.
“Oohh pssfff… aha hhah.. ah…” desahnya yang diikuti dengan teriakannya, “Oh my good..! Ohhh..! ”
Saya juga mulai mengocok batang kemaluan saya keluar masuk. Tak hingga semenit lalu, dosen saya telah keluarkan cairan vaginanya.
“Oh Andre, Ibu keluar…” merasa hangat serta kental sekali cairan itu.
Cairan itu juga mempermudah saya untuk selalu memaju-mundurkan batang keperkasaan saya. Lantaran cairan yang dikeluarkan terlampau banyak, terdengar bunyi, “Crep.. crep.. sleppp.. slepp.. ” sangatlah keras. Lantaran saya mengerjakannya sembari menghadap ke arah pintu, hingga terdengar hingga ke luar ruangan kerjanya.

Win88bet.com 

Waktu itu saya pernah lihat pembantunya mengintip permainan kami. Nyatanya pembantu itu tengah meremas-remas payudaranya sendiri (mungkin saja lantaran bernafsu lihat permainan kami). Oh, begitu bahagianya saya sembari selalu mengocok batang keperkasaan saya maju mundur di liang vagina dosen saya. Saya juga lihat tontonan gratis tingkah pembantunya yang masturbasi sendiri, serta saya baru kesempatan ini lihat wanita masturbasi.

Sesudah 15 menit bermain dengan posisi saya ada di atasnya, lalu saya menyuruh dosen saya geser ke atas saya saat ini. Ia juga tampak agresif dengan posisi seperti itu.
“Aha.. ha.. ha…” ia berkata seperti tengah bermain rodeo diatas badan saya.
15 menit lalu ia nyatanya orgasme yang ke-2 kalinya.
“Oh, cepat sekali dia orgasme, walau sebenarnya saya belum sekalipun orgasme. ” batin saya.

Setelah orgasmenya yang ke-2, kami bertukar posisi kembali. Ia diatas meja, sedang saya berdiri di depannya. Saya selalu bermain lagi hingga rasakan batas dinding rahimnya.
“Oh.. oh.. Andre, pelan-pelan Ndre..! ” tuturnya.
Nampaknya ia memanglah belum pernah dimasukan batang kemaluan suaminya sampai sedalam ini. 15 menit lalu ia nyatanya alami orgasme yang ketiga kalinya.
“Ah Andre, saya keluar, ah… ah… ahhh… nikmat..! ” desahnya sembari memuncratkan kembali cairan kemaluannya yang banyak itu.

Kemudian ia mengajak saya ke bath-tub di kamar mandinya. Ia mengharapkan supaya di bath-tub itu saya bisa orgasme, lantaran ia nampaknya tak mampu lagi membalas permainan yang saya berikanlah. Di bath-tub yang di isi 1/2 itu, kami mulai memakai sabun mandi untuk mengusap-usap tubuh kami. Lantaran dosen saya sangatlah suka diusap buah dadanya, ia tampak terus menerus bergelinjang. Ia membalasnya dengan meremas-remas buah kemaluan saya memakai sabun (dapat pembaca rasakan enaknya apabila buah zakar diremas-remas dengan sabun).

Sesudah 15 menit kami bermain di bath-tub, kami pada akhirnya berdua meraih klimaks yang ke empat untuk dosen saya serta yang pertama untuk saya.
“Oh Andre, saya ingin keluar lagi..! ” tuturnya.
Sesudah merasa penuh di ujung kepala penis saya, lalu saya mengeluarkan batang kejantanan saya serta lalu keluarkan cairan lahar panas itu diatas buah dadanya sembari mengusap-usap lembut.

“Oh Andre, engkau sungguh kuat serta partner bercinta yang dahsyat, engkau tak cepat orgasme, hingga saya bisa orgasme berulang-kali. ini pertama kalinya bagiku Andre. Suamiku umumnya cuma bisa membuatku orgasme sekali saja, terkadang tak sekalipun. ” tutur dosen saya.
Lalu lantaran kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub itu, serta saya keluar ruangan kerjanya masih juga dalam situasi bugil coba mengambil baju saya yang berantakan disana.

Diluar ruangan kerjanya, saya saksikan pembantu dosen saya tergeletak di lantai depan pintu ruang itu sembari memasukkan jari-jarinya ke vaginanya. Lantaran lihat badan pembantu itu yang juga montok serta putih bersih, saya mulai memikirkan apabila saya bisa bersetubuh dengannya. Yang menarik dari badannya yaitu lantaran buah dadanya yang besar, seputar 36D. Pada akhirnya saya pikir, biarlah saya main lagi di ronde ke-2 berbarengan pembantunya. Pembantu itu juga nampaknya bergairah sesudah lihat permainan saya dengan majikannya.




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Dosen perempuan dan pembantunya !!