Translate

Minggu, 22 November 2015

Ku dapat kegadisan anak pembantuku

Win88bet.com Malam itu saya berembuk perihal wanita itu, sesungguhnya istriku agak keberatan bila wanita itumengajak anaknya untuk bekerja dirumah kami yang disebutkan istriku juga sebagai beban penambahan, namun sesudah kuyakinkan pada akhirnya istriku sepakat juga bila wanita itu beserta anak gadisnya bekerja juga sebagai pembantu dirumah kami, argumenku lantaran istriku tengah sibuknya mengatur bisnisMLM-nya serta lantaran pernikahan kami yang telah 6 th. belum memperoleh keturunan, hingga anak gadis itu dapat kami anggap juga sebagai anak kami sendiri. Esok harinya seputar jam 5 : 00 sore wanita itu serta anak gadisnya sudah ada di rumahku untuk lakukan pekerjaan juga sebagai pembantu, sebut saja wanita itu Nursyfa serta anak gadisnya Santi. Lantaran rajinnya kerja ke-2 pembantuku itu, jadi Santi kuijinkan untuk melanjutkan sekolah atas tanggunganku. Kulihat di berwajah tersenyum kegirangan. “Terima kasih Pak, Santi suka sekali dapat melanjutkan sekolah, terima kasih Pak, Bu. ” “Ya, namun anda mesti rajin belajar, serta bila telah pulang sekolah anda mesti bantu ibumu, ” kata istriku sembari berpelukan dengan Santi, kulihat di muka ibunya Nursyifa juga tampak keceriaan. Enam bln. berlalu mulai sejak Nursyifa serta Santi bekerja dirumah kami, saya berbuat mesum dengan Nursyifa pada saat istriku pergi keluar kota untuk masalah usaha MLM-nya. Hari itu Hari Sabtu, malamnya istriku ke Jogja dengan kereta api, lantaran Sabtu kantor libur sesaat Santi tengah sekolah, saya lihat Nursyifa yang tengah berdiri di dapur membelakangi saya yang tengah masuk dapur usai membersihkan mobil. Saya tertegun lihat badan Nur yang mengunakan pakaian terusan warna hijau muda agak tidak tebal hingga terbayanglah tali BH serta celana dalam yang keduanya berwarna hitam menutupi sisi vitalnya. Pantatnya yang padat serta seksi dan betisnya yang terbungkus kulit putih serta mulus memiliki bentuk seperti bunting padi, bikin saya terasa tersedak seolah-olah ludahku tak dapat tertelan lantaran membayangi badan Nur yang indah itu. Mendadak Nur berbalik serta kaget melihatku yang barusan membayanginya. “Eh.. Ayah, ngagetin saya saja. ” “Eh.. Nur bisa saya duduk, saya ingin tau mengapa anda cerai, anda ingin menceritakannya ke saya. ” “Eng.. bagaimana yach.. saya malu Pak, namun bolehlah. ” Pada akhirnya saya duduk di meja makan sesaat Nur menceritakan histori hidupnya sembari selalu bekerja menyiapkan makan siang untukku. Pada akhirnya saya baru tahu bila Nur itu menikah di umur 15 th. serta satu tahun lalu dia melahirkan Santi serta dia bercerai 2 th. waktu lalu lantaran suaminya yang sukai mabuk, judi, main wanita serta sukai memukulinya serta pernah nyaris membunuhnya di mana di punggung Nur ada sisa tusukan pisau. Saya tertegun mendengar ceritanya sesaat Nur seolah ingin menangis membayangi jalan hidupnya kulihat itu di matanya pada saat dia bercerita. Lantaran rasa kasihanku kurangkul badan Nur. “Sudah, Nur.. janganlah nangis.. saat ini anda telah dapat hidup tenangan disini berbarengan anakmu, lupakan saat lalumu yah.. saya mohon maaf bila bikin anda mesti mengingat lagi. ” “Iya.. Pak.. saya serta Santi.. berterima kasih sekali.. Ayah serta Ibu baik.. pada kami. ” “Ya.. telah.. telah.. janganlah nangis selalu.. kelak Santi pulang.. anda malu deh.. bila lagi nangis. ” Nur menangis dalam rangkulanku, air matanya membasahi kausku namun mendadak saya rasakan suatu hal yang lain lantaran ke-2 payudaranya menyentuh dadaku yang bikin gejolak nafsuku bertambah. Tanpa ada berniat bibir mungilnya kucium lembut dengan bibirku yang bikin dianya gelagapan. “Aaahh.. Ayah! ” Namun lalu dia membalas kecupanku dengan lembut sekali diikuti lidahnya memainkan lidahku yang bikin saya semakin berani. “Pak.. sshh.. ” “Kenapa.. Nur..? ” “Tidak.. Pak.. aahh.. tak apa-apa. ” Kuangkat roknya serta saya meraba pantatnya yang padat lantas kutarik ke bawah celana dalam warna hitam kepunyaannya hingga dengkul, pahanya kuraba dengan lembut hingga vaginanya tersentuh. Nur mulai bergelinjang, dia membalas dengan agresif leher serta pipiku diciuminya. Kumainkan jariku pada vaginanya, kutusuk vaginanya dengan jari tengah serta telunjukku sampai agak basah. “Aahh.. Pak, enak sekali deh.. ” “Nur.. bila kita teruskan di kamar yuk! ” “Saya sih ingin saja Pak, namun bila kelak Ibu tahu bagaimana? ” “Ah, ibu khan lagi ke Jogja, lagi pulangnya kan hari Selasa. ” Kugiring Nursyifa ke kamarku, hingga di kamar kututup pintu serta segera kusuruh Nur untukmenanggalkan bajunya. Nur segera menuruti hasratku, semua bajunya ditanggalkan sampai dia bugil. Yang agak mengagetkanku lantaran keindahan badan Nur. Nur dengan tinggi seputar 167 cm mempunyai payudara yang kencang serta montok dibungkus kulit yang putih bersih, pinggulNur agak kurus namun pantatnya yang agak besar serta padat serta vaginanya yang ditutupi bulu halus agak lebat bikin saya seolah tak dapat menelan ludahku. Bila saya beri nilai badan Nur nilainya 9. 9, nyaris prima. “Bapak, pakaian Ayah juga dilepaskan dong, janganlah bengong lihat badan Nur. ” “Nur, badanmu indah sekali, lebih indah dari badannya Ibu. ” “Ah, masa sich Pak? ” “Iya Nur, tahu gitu anda saja yang jadi Ibu deh. ” “Ah Ayah dapat saja nih, namun bila Nur jadi Ibu, Nur ingin kok jadi ibu ke dua. ” Saya segera menanggalkan bajuku serta batang kemaluanku segera menegang keras serta panjang.

Win88bet.com 
Kuhampiri Nur segera kucium bibirnya, dipeluknya diriku, tangan mungil Nur meraba-raba batang kemaluanku lantas dikocoknya, liang vaginanya kusentuh serta kutusuk dengan jariku, kami bergelinjang berbarengan. Kami menjatuhkan diri kami berbarengan ke tempat tidur. “Nur, anda ingin tidak hisap ****** saya, saya jilatin vaginamu. ” Nur cuma mengangguk lantas kami ambillah posisiseperti angka 69. Batang kemaluanku telah digenggam oleh tangannya lantas dijilat, dikulum serta disedot sembari sesekali dikocoknya. Liang vaginanya telah kujilati dengan lembutnya, vaginanya keluarkan bau harum yang wangi, sesaat terasa agak manis terutama saat bijiklitorisnya terjilat. Nyaris 10 menit lamanya saat keluar cairan putih kental membasahi liang vagina itu serta segera kutelan habis. “Aaakkhh.. aakkhh.. ” rintih Nur kelojotan. Namun lima menit lalu giliranku yang kelojotan lantaran keluarlah cairan dari batang kemaluanku membasahi muka Nur namun dengan sigap dia segera menelannya sampai habis lantas “helm” serta batangku dibikin bersih denganlidahnya. Kemudian, saya mengubah posisi, saya berbaring sedang Nur kusuruh naik serta jongkokdi selangkanganku. Lantas tangannya meraih batang kemaluanku diarahkannya ke liang vaginanya. Namun lantaran liang vagina Nur yang telah lama tak dimasukan suatu hal jadi agak sempit sehinggaaku bantu dengan sekian kali sodokkan, baru vagina itu tertembus batang kemaluanku. “Blleess.. jlebb.. jlebb.. ” Kulihat Nur agak menahan nafas lantaran batangku yang besar serta panjang sudah menembus vaginanya. “Heekkh.. heekkhh.. mempunyai Ayah gede banget sih Pak, namun Nur sukai deh terasa sodokannya hingga perut Nur. ” Badan Nur dinaik-turunkan serta sesekali berputar, pada saat berputar saya rasakan kesenangan yang luar umum. “Nur, vaginamu enak sekali, batangku seperti diperas-peras oleh vaginamu, selalu jelas Ayah barukali ini merasakannya, Nur enak sekali. ” 1/2 jam lalu, saya mengubah posisi dengan batang kemaluanku masih tetap didalam vagina Nur, saya duduk serta kuangkat badannya lantas kubaringkan badannya di segi tempat tidur dengan kaki Nur menggantung, kutindih badannya hingga bikin sodokan batangku jadi lebih merasa ke lagi masuk vaginanya. “Aakkhh.. aakkhh, iya Pak lebih enak style gini. ” Payudaranya yang mancung serta puting yang agak kecoklatan telah kucium, kuremas serta kusedot-sedot. 15 menit lalu kami ubah posisi lagi, kesempatan ini kami berposisi doggie style, liang vaginanya kusodok oleh batang kemaluanku dari belakang, Nur menungging saya berdiri. Kuhentak batanganku masuk lebih dalam lagi ke vagina Nur yang nyaris 15 menit lalu Nur menjerit. “Akhh.. arghh.. sshh.. sshh.. Pak, Nur keluar nih.. akhh.. sshh.. ” Keluarlah cairan dari vagina Nur yang membasahi dinding vaginanya serta batang kemaluanku yang masih tetap tenggelam di dalamnya hingga vagina itu agak licin, namun terus kusodok lebih keras lagi sampai 10 menit lalu saya juga berasa mau menembakkan cairan dari kemaluanku. “Nur.. saya juga ingin keluar nih, saya tidak tahan nich.. ” ” Pak.. tolong keluarin didalam saja yach.. saya ingin cobain kehangatan cairan Ayah, serta saya kan siap jadi ibu ke dua. ” “Crroott.. croott.. crroott.. ” Keluarlah cairanku membasahi liang vagina Nur, lantaran banyak cairanku sampai luber serta menetes ke paha Nur. Lantas kulepaskan batangku dari vaginanya serta kami segera terbaring lemas tidak berdaya ditempat tidurku. Lima menit lalu yang sesungguhnya kami mau istirahat, saya mendengar nada dari luar kamartidurku kami tersentak kaget. Sesudah kenakan pakaian kusuruh Nur keluar kamarku yang rupanya Santi ada di ruangan makan, ia mencari-cari ibunya sesudah pulang dari sekolah. Malam harinya sesudah Santi tertidur, Nur kembali masuk kamarku untuk bermain lagi denganku. Esok harinya, sesudah saya terbangun kurang lebih jam 8 : 00, saya keluar kamar, saya mencariNur, namun yang saya dapatkan cuma Santi yang tengah melihat TV. Rupanya saya baru ingat bila tiap-tiap Minggu pagi Nur pergi belanja ke pasar. Sesudah mandi kutemani Santi yang lagi duduk di karpet sembari nonton TV, sedang saya duduk di sofa. “Santi.. bagaimana sekolah anda..? ” “Baik.. Pak, bln. depan ingin ulangan umum. ” “Mmm, ya telah anda belajar yang rajin yah, agar Ibu anda bangga. ” “Pak, bisa Santi bertanya? ” “Iya, mengapa Santi..? ” “Kemarin saat Santi pulang sekolah, Santi kan mencari ibu Santi, cocok buka kamar Ayah, Santi lihat Ayah serta ibu Santi lagi telanjang selalu Santi saksikan bila Ibu Santi ditusuk dari belakang oleh Ayah, ada suatu hal mempunyai Ayah yang masuk ke tubuh ibu Santi, maaf yach Pak, Santi lancang. Ibu Nur lagi diapain sih sama Ayah? ” “Hah, jadi anda pernah lihat ibumu telanjang. ” “Iya Pak, namun kok Ibu Nur sepertinya keenakan ya. Santi jadi kepingin dech Pak seperti ibu Santi. ” “Kamu serius San, anda ingin? ” “Iya Pak. ” Kulihat Santi tersipu malu menjawab pertanyaan dariku, sesaat rok Santi terungkap sewaktududuknya berubah hingga pahanya yang putih mulus tampak oleh mataku yang membuatku segera terangsang. Kusuruh Santi duduk dipangkuanku. “San, sini anda duduk di pangkuan Ayah. ” Saat dia berdiri menujuku, saya buka resleting celanaku serta kuturunkan celana dalamku lantas saya mengeluarkan batang kemaluanku yang telah menegang, saat sebelum Santi duduk di pangkuanku, celana dalamnya yang putih kuturunkan hingga vagina mungil putih bersih milikgadis 13 th. ini ada dihadapanku, menyerbakan aroma wangi dari vaginanya yang ditutupi bulu-bulu halus serta segera kujilat dengan lembutnya. Santi memegang kepalaku serta badannya menggeliat. “Aahh.. sshh.. enak.. Pak.. enak.. sekali. ” Vagina Santi yang masih tetap muda itu selalu kujilati lantaran terasa manis-manis asin. Santi punmakin menggelinjang, kurang lebih 15 menit lalu Santi mulai kejang-kejang serta basahlah vagina itu oleh cairan putih kental yang mengalir dari dalamnya, cairan itu kutelan habis. “Arghh.. arghh.. Pak.. ada yang keluar nih dari tempat pipis Santi.. eugh.. eugh.. ” Badan Santi segera lemas tidak berdaya, cepat-cepat kupangku. Batang kemaluanku yang mengeraskutempelkan pada vaginanya yang basah. Badannya kuarahkan menghadapku, baju yang dikenakan Santi kulepas hingga dia cuma kenakan pakaian dalam yang tidak tebal, payudara Santi yang baru tumbuh terbayang dibalik pakaian dalamnya, selekasnya kulepaskan hingga di mukaku terpampangpayudara yang baru mekar ditutupi kulit yang putih bersih dengan dihiasi puting agak kemerahan, segera kulahap dengan mulutku, kujilat, kugigit serta kuhisap bikin payudara itu semakin mekar serta putingnya mengeras. Sesaat Santi masih tetap tertidur lemas, batang kemaluanku yang sudahmenempel di vagina Santi yang masih tetap sempit kusodok-sodokkan supaya masuk, lantaran vagina itu masih tetap sempit.

kumasukkan dua jariku untuk buka vagina itu, kuputar ke-2 jariku hingga vagina itu agak melebar serta basah. Kemudian kucoba lagi dengan batang kemaluanku, kusodok masuk batanganku ke vagina Santi yang memanglah masih tetap sempit juga walaupun telah dibantu dengan jariku. Pada akhirnya sesudah 20 kali kutekan, masuklah helm batanganku ke vagina Santi. Santi mulai tersadar saat batanganku menyodokvaginanya, dia juga menjerit kesakitan. “Aawww.. aawww.. sshh.. sshh.. aawww.. sakit.. Pak.. tempat pipis Santi.. sakit awww.. aawww.. ” “Sabar sayang kelak juga enak.. sayang.. tahan ya.. sakitnya.. sebentar lagi.. ” Kupeluk badan Santi serta menenangkannya dari rasa sakit pada vaginanya yang robek oleh batangkemaluan milikku yang memanglah super besar. Sodokkanku pada vagina Santi kupelankan untuk menghindar rasa sakitnya serta 10 menit lalu Santi rasakan kesenangan. “Ahh.. ahh.. arghh.. arghh.. Pak.. saat ini tak sakit lagi.. saat ini jadi enak.. aahh.. aahh.. ” Nyaris 1/2 jam lalu mendadak Santi keluarkan cairan dari dalam vaginanya berikuttetesan darah serta segera badan Santi lemas lagi serta pingsan. Saya mengerti bahwa saya sudah membobol keperawanan Santi. “Arrgghh.. Pak.. Santi.. lemmaass.. ” Saya agak kaget juga lihat situasi Santi yang dengan cara tak berniat kubobol keperawanannya namun lantaran telah tanggung selalu kugenjot batanganku ke vagina Santi yang telah berdarah serta 10 menit lalu keluarlah cairan dari dalam kemaluanku dengan derasnya masuk liang vagina Santi sampai meluber ke pahaku. “Crroot.. crroott.. ” “Ssshh.. sshh.. aahh.. enaknya.. vagina.. gadis ini.. ” Segera kucabut batang kemaluanku dari vagina Santi serta kubaringkan Santi yang pingsan di Sofa. Bekas cairan yang masih tetap menempel di vagina Santi kulap dengan bajuku sampai bersih, setelah itu kurapihkan pakaian Santi serta kubiarkan Santi yang masih tetap pingsan tidur di Sofa, saya lantas bersihkan tubuhku sendiri. Sepuluh menit lalu Nursyifa, datang dari pasar sedang saya telah menggunakan pakaian lagi. Sejaksaat itu saya bermain dengan istriku bila dia dirumah, dengan Nur bila istriku pergi serta Santi sekolah, dengan Santi bila istriku serta Nur pergi..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210

0 comments:

Posting Komentar