Translate

News

Selamat Datang !! Ayo Gabung Bersama kami Win88bet.com dan menangkan Jutaan Rupiah !!!

Join us on Facebook

Please wait..10 Seconds Cancel

Selasa, 03 Mei 2016

BIRAHI TINGGI

Win88bet.com - Dia terlihat tidak bisa baca tapi kalau soal ngentot sungguh liar banget dia dicap sebagai playboy di kampungnya, sedikit percaya saya jika dia memliki nafsu besar terlihat punggungnya yang bongkok tangannya banyak bulu warna kulitnya coklat mengkilap jika terkena keringat.

Biasanya ciri ciri tersebut mempunyai kont’ol yang gede sungguh jika kau dekat dengan dia gejolak birahiku tinggi, ditambah lagi selalu terlihat tonjolan bagian depan celanaya, ibu ibu di sekitarnya gatel juga jika ngobrolin pak Bagas(Kont’ol gede), hingga babu-babu genit sangat asyik kalau ngomongin bagaimana sepulang dari pasar tadi ngebonceng ojeknya Bagas.

Mereka cerita soal baunya yang merangsang, soal senggolan dengan tangannya yang penuh bulu. Kadang-kadang mereka sengaja menempelkan susunya saat mbonceng ojek sepeda si Bagas. Sebaliknya si Bagas, dia juga termasuk banyak omong. Dia ceritakan kalau si Nem, babu Koh Abong demen banget nyiumin kontolnya. Dia enyotin kontolnya hingga pejuhnya muncrat ke mulutnya. Dia telan tuh pejuh, nggak ada sisanya.

win88bet.com
Bahkan dia juga cerita kalau Enci’nya (bininya) Koh Abong suka mencuri-curi pandang, dan menaik-naikkan alisnya kapan pandangannya berbenturan dengan mata Bagas. Dia lagi cari kesempetan atau alasan bagaimana bisa ketemu empat mata tanpa dilihat lakinya.

Lain lagi Dety, orang Menado yang lakinya kerja di kapal yang hanya 6 bulan sekali lakinya pulang dari laut, itupun tidak lebih dari 1 minggu. Dety berbisik sama Atun temen gosipannya,

‘Uhh Tuunn, gue mau klenger deh rasanya’, suatu pagi dia buka omongan

‘Kenape emangnya?’, tanya Atun balik dengan logat Betawinya yang kental.

‘Gua baru ngrasain deh. Tuh kontol Bagas yang sedepa (mau cerita betapa panjangnya) bener-bener bikin semaput’.

Kemudian dia ceritakan bagaimana tanpa sengaja suatu siang si Bagas kencing di kebon samping rumahnya. Sebagai perempuan yang kesepian karena jarang dapat sentuhan lakinya, dia iseng ngintip dari balik pohon angsana dekat dapurnya. Dia lihat saat Bagas merogoh celananya dan menarik kontolnya keluar. Dety bilang napasnya langsung nyesek. Dia plintirin pentilnya sembari ngintip Bagas kencing. Dia mengkhayal,

‘.. coba aku yang dia kencingin.. hhuuhh..’.

Dan beberapa menit sesudah Bagas meninggalkan tempat, dengan gaya yang tidak memancing perhatian orang dia nyamperin tuh tempat kencingnya Bagas. Bagian terakhir ini dan selanjutnya nggak dia ceritakan sama si Atun.

Dia amati batang pohon mangga yang dikencinginnya. Basah. Air liur Dety menetes keluar, jakunnya naik turun. Darahnya tersirap. Dan tanpa bisa menahan diri, tahu-tahu tangan kanannya sudah nyamperin tuh yang basah di batang pohon.

Diusapnya basah kencing si Bagas di pohon itu. Matanya nglirik kanan-kiri-depan nggak ada orang lain, dia endus tuh basah di tangannya itu. Wuu.. pesing banget. Kemudian lidahnya menjulur menjilati basah kencing Bagas itu. Eddaann..

Semua cerita-cerita itu terung terang membuat aku dipenuhi setumpuk obsesi. Kapaann memekku diterobosi kontolnya?! Dan dari kepalaku mengalir berbagai gagasan untuk menjebak Bagas.

Dan kalau sudah begini, mataku menerawang. Aku pengin jilatin batangnya, bijih pelernya sampai dia teriak-teriak keenakkan. Aku akan ciumin pentilnya. Kemudian ketiaknya. Aku akan jilatin semua lubang-lubang bagian tubuhnya.

Wwwuu.. nafsu libidoku.. kenapa liar begini ssiihh..?!

Suatu sore, karena ada beberapa bumbu dapur yang habis, aku pergi ke warung langgananku di pasar. Aku pikir jalan sih nggak begitu jauh saat tiba-tiba Bagas dari arah belakangku naik sepeda ojeknya nawarin,

‘Kemana bu? Saya anter?’.

Terus terang aku langsung terkesiap dan .. gagap..,


‘Eehh kang Bagas (begitulah aku biasa memanggil orang lain akang atau kang sebagai tanda hormatku) ..eehh, ..bb ..boleehh, ..mau ke warung langganan nihh’.

Seperti kebo yang dicocok hidungnya, aku nyamperin jok belakang sepedanya, naruh pantat di boncengan sepeda si Bagas.

Seketika aku diserang obsesiku. Sementara Bagas nggenjot sepeda, agar tidak jatuh tanganku berpegangan pada sadel yang tentu saja menyentuh bokongnya. Ada setrum yang langsung menyerang jantungku. Deg, deg, deg. Aku dekatkan wajahku ke punggungnya hingga aku cium bau keringatnya.

‘Narik dari jam berapa mas?’, aku buka omongan,

‘Yaah nggak tentu bu. Hari ini saya mulai keluar jam 10.00 pagi. Soalnya pagi-pagi tadi tetangga minta bantu pasang kran air. PAM-nya nggak mau keluar’.

Wwaaoo.., tiba-tiba ada ide yang melintas!

‘Apa yang nggak mau keluar ..?’, nada bicaraku agak aku bengkokkan.

‘Kenapa nggak mau keluar ..?’, untuk lebih memperjelas nada bicaraku yang pertama.

Jawabannya nggak begitu aku dengar karena ramainya jalanan.

‘Ooo.., kirain apaan yangg.. nggakk keluarr..’.

Dan tanpa aku sadari sepenuhnya, tanganku menjadi agresif, menepuki paha Bagas.

‘Kirain barang Mas Bagas yang ini nggak mau keluar’, mulutkupun tak lagi bisa kukendalikan dengan sedikit aku iringi sedikit ha ha hi hi.


‘Aahh, ibuu, ntarr dilihat orang lhoo’, sepertinya dia menegor aku. Kepalang basah,

‘Habiiss.., orang-orang pada ngomongin ini ssiihh..’, aku sambung omongan sambil tanganku lebih berani lagi, menepuki bagian bawah perutnya yang naik turun karena kaki-kakinya menggenjot sepeda. Dalam hatiku, kapan lagi kesempatan macam ini datang.

‘Siapa yang ngomoong buu..??’, dia balik tanya tapi nggak lagi ada tegoran dari mulutnya.

Dan tanganku yang sudah berada di bagian depan celananya ini nggak lagi aku tarik. Bahkan aku kemudian mengelusi dan juga memijat-mijat tonjolan celananya itu.

Aku tahu persis nggak akan dilihat orang, karena posisi itu adalah biasa bagi setiap orang yang mbonceng sepeda agar tidak terlempar dari boncengannya.

‘Ibu berani banget nih, n’tar dilihat orang terus nyampai-in ke bapak lho buu’.

Aku tidak menanggapi kecuali tanganku yang makin getol meremas-remas dan memijat. Dan aku rasakan dalam celana itu semakin membesar. Kontol Bagas ngaceng. Aku geragapan, gemetar, deg-degan campur aduk menjadi satu.

‘Mas Jayuuss..’, suaraku sesak lirihh.

‘Bbuu.., aku ngaceng buu..’.

Ooohh, obsesiku kesampaian.., dan aku jawab dengan remasan yang lebih keras.

Terus terang, aku belum pernah melakukan macam ini. Menjadi perempuan dengan penuh nafsu birahi menyerang lelaki. Bahkan sebagai istri yang selama ini cinta dan dicintai oleh suaminya. Dan nggak perlu diragukan, bahwa suamiku juga mampu memberi kepuasan seks setiap aku bersebadan dengannya.


Tetapi juga nggak diragukan pula bahwa aku ini termasuk perempuan yang selalu kehausan. Tidak jarang aku melakukan masturbasi sesaat sesudah bersebadan dengan suamiku. Biasanya suamiku langsung tertidur begitu habis bergaul.

Pada saat seperti itu birahiku mengajak aku menerawang. Aku bayangkan banyak lelaki. Kadang-kadang terbayang segerombolan kuli pelabuhan dengan badan dan ototnya yang kekar-kekar. Telanjang dada dengan celana pendek menunjukkan kilap keringatnya pada bukit-bukit dadanya.

Mereka ini seakan-akan sedang menunggu giliran untuk aku isepin dan kulum kontol-kontolnya. Wwoo, khayalan macam itu mempercepat nafsuku bangkit.

‘Kang Bagas, aku pengin ditidurin akang lho’, aku bener-bener menjadi pengemis. Pengemis birahi.

‘Jangan bu, ibu khan banyak dikenalin orang di sini’, jawabnya,

yang justru membuat aku makin terbakar.

‘Kita cari tempat, nanti aku yang bayarin’, kejarku.

‘Dimana bu, aku nggak pernah tahu’.


Iyyaa, tentu saja Bagas nggak pernah mikir untuk nyewa kamar hotel. Klas ekonominya tukang ojek sepeda khan kumuh banget.

Saat nyampai di warung tujuan aku turun dari sepedanya,

‘Kang Bagas tungguin saya yah’, biar nanti aku kasih tahu kemana mencari tempat yang aman dan nyaman untuk acara bersama ini.

‘Nih tempatnya yang kang Bagas tanyain tadi, barusan aku pinjem pensil enciknya (pemilik warung) dan aku tulis tuh alamat hotel yang pernah aku nginap bersama suami saat nemenin saudara yang datang dari Surabaya.

‘Maapin bu, saya nggak bisa baca’,

ahh.. aku baru ingat kalau dia buta huruf.., konyol banget nih.

‘OK kang, gini aja, besok akang tunggu saja aku di halte bis depan sekolah SD Mawar, tahu? Jam 10 pagi, OK?’, dia ngangguk bengong.

Walaupun nggak bisa baca rupanya dia tahu apa artinya ‘OK’.
‘Tt.. tapi bu.., n’tar ada yang ngliatin, n’tar diaduin ke suami ibu, n’tar..’,

rupanya dia belum juga mengambil keputusan. Keputusan nekad. Ampuunn.. Aku jadinya nggak sabar.

‘Udahlah kang, ayyoo, sambil jalan..’, sementara hari udah mulai gelap, lampu jalanan sudah menyala.

Pada jam begini orang-orang sibuk, kebanyakan mereka yang baru pulang kerja.

Kembali aku duduk di boncengan sepedanya. Dan kembali aku langsung merangkul pinggangnya hingga tanganku mencapai bagian depan celananya. Rupanya kontol Bagas udah ngaceng. Tangankupun langsung meremasi gundukkan di celananya itu.

‘Bbuu, enaakk..’, dia mendesah berbisik.

‘Makanya aayyoo kang.., aku juga pengin ini banget..’, jawabku sambbil memijat gundukkan itu.

Beberapa saat kami saling terdiam, saling menikmati apa yang sedang berlangsung.

‘Buu, bagaimana kalau ketempat lain aja yang gampang bu??’, wwoo.. aku berbingar.

Rupanya sambil jalan ini Bagas mikirin tempat.

‘Dimana?’, tanyaku penuh nafsu,

‘Di rumah kontrakan temen saya, kebetulan lagi kosong, yang punya rumah lagi mudik, lagian kebonnya lebar, nggak akan ada yang ngliatin, apa lagi gelap begini’.

‘Jadi kang Bagas maunya sekarang ini?’, aku agak terperangah, nggak begitu siap, n’tar suamiku nyariin lagi.

‘Habis kapan lagi bu? Sekarang atau besok-besok sama saja, lagian besok-besok mungkin di rumah itu udah ramai, pemiliknya udah pulang lagi’.

Kalau menyangkut nafsu birahi riupanya Bagas ini nggak begitu bodoh. Cukup lama sebelum akhirnya aku menjawab,

‘Ayyolahh..’, sepeda ojek langsung berbalik, beberapa kali berbelok-belok masuk gang-gang kumuh.
Nampaknya orang-orang ramai sepanjang jalan nggak mau ngurusin urusan orang lain. Mereka nampak tidak acuh saat kami melewatinya.

Kemudian sepeda ini nyeberangin lapangan yang luas dibawah tiang tegangan tinggi sebelum masuk rumah kontrakkan yang diceritakan Bagas tadi. Di depan tanaman pagar yang rapat ada pintu halaman dari anyaman ambu, kami berhenti.

Dari dalam ada orang yang bergegas keluar,

‘Min, ini mpok gua, baru dateng dari Cirebon, numpang istirahat sebentar sebelum nerusin ke Bekasi, rumah mertuanya.

N’tar aku nggak pulang mau ngantar ke Bekasi ya?!’,

aahh.., lihai banget nih Bagas, ngibulnya bener-bener penuh fantasi.. Aku salaman sama ‘Min’ tadi. Saat bersalaman, salah satu jarinya dia selipkan ke telapak tanganku kemudian mengutiknya. Kurang ajar, batinku, rupanya dia tahu kalau si Bagas sekedar ngibul. Rupanya cara macam ini sudah saling mereka kenali. Rupanya kibulan tadi justru untuk aku. Untuk menyakinkan aku bahwa tempat ini aman untukku.

‘Ayo bu, istrirahat dulu, mandi-mandi dulu, n’tar aku ikut ke Bekasi, biar nggak nyasar-nyasar’,
uuhh..tukang kibulku.. yang.. sebentar lagi akan aku jilati kontolnya.Cerpen Sex

Dan memang aku sudah jadi perempuan yang nekad, pokoknya harus bisa merasakan ngentot sama Bagas. Dan sekarang ini kesempatanya. Masa bodo dengan segala kibulan Bagas, masa bodo dengan tangan usil si ‘Min’ tadi.

Nggak tahunya aku dibawa ke loteng. Dengan tangga yang nyaris tegak aku mengikuti Bagas memasuki ruangan yang sempit berlantai papan dengan nampak bolong sana-sini.

Dalam ruangan tanpa plafon hingga gentingnya yang rendah itu hampir menyentuh kepala, kulihat tikar tergelar. Dan nampak bantal tipis kusam di ujung sana. Kuletakkan barang bawaanku.

Tanpa menunggu ba bi Bu lagi Bagas langsung menerkam aku. Tangannya langsung memerasi bokongku kemudian susu-susuku. Akupun langsung mendesah.. Birahiku bergolak.. Darahku memacu.

Aku menjadi sangat kehausan.. Tanganku langsung membuka kancing celana Bagas kemudian memerosotkannya. Dalam dekapan dan setengah gelagapan yang disebabkan kuluman bibir Bagas, aku merabai selangkangannya.

Kontol yang benar-benar gede dan panjang ini kini dalam genggaman tanganku. Aku keras dan liatnya, denyut-denyutnya. Kontol yang hanya terbungkus celana dalam tipis hingga hangatnya aku rasakan dari setiap elusan tangan kananku. Kami saling melumat.

‘Bbuu, aku nafsu bangett bbuu..’, aku dengar bisikan desah Bagas di telingaku. Hhheehh..

Kemudian tangan Bagas menekan pundakku supaya aku rebah ke tikar yang tersedia. Terus kami bergumul, dia menaiki tubuhku tanpa melepaskan pagutannya. Dan tanganku merangkul erat tubuhnya.

Kemudian dia balik hingga tubuhku ganti yang menindih tubuhnya. Aku terus melumatinya. Lidahnya yang menjulur kusedoti. Ludahku di-isep-isep-nya.

‘Bbbuu, aayyoo ..aku udah nggak tahan nihh..’.
Sama. Nafsu liarku juga sudah nggak terbendung. Aku prosotkan sendiri celana dalamku tanpa mencopot roknya.

Sementara itu ciuman Bagas telah meruyak ke buah dadaku. Wwwuu.. Aku menggelinjang dengan amat sangat. Bulu-bulu bewok dan kumis yang tercukur rasanya seperti amplas yang menggosoki kulit halus dadaku.

Dalam waktu yang singkat berikutnya kami telah sama-sama telanjang bulat. Bagas menindih tubuhku. Dan aku telah siap menerima penetrasi kontolnya ke vaginaku. Aku telah membuka lebar-lebar selangkanganku menyilahkan kontol gede Bagas itu memulai serangan.

Saat ujung kemaluannya menyentuh bibir vaginaku, wwuuhh ..rasanya selangit. Aku langsung mengegoskan pantatku menjemput kontol itu agar langsung menembusi kemaluanku. Sungguh aku menunggu tusukkan batang panas itu agar kegatalan vaginaku terobati.

Agak kasar tapi membuatku sangat nikmat, Bagas mendorong dengan keras kontolnya menerobos lubang kemaluanku yang sempit sekaligus dalam keadaan mencengkeram karena birahiku yang memuncak. Cairan-cairan pelumas yang keluar dari kemaluanku tidak banyak membantu. Rasa pedih perih menyeruak saraf-saraf di dinding vaginaku. Tetapi itu hanya sesaat.

Begitu Bagas mulai menaik turunkan pantatnya untuk mendorong dan menarik kontolnya di luang kemaluanku, rasa pedih perih itu langsung berubah menjadi kenikmatan tak bertara. Aku menjerit kecil.. tetapi desahan bibirku tak bisa kubendung. Aku meracau kenikmatan,

‘Enak banget kontolmu kang Bagass.. aacchh.. nikmatnyaa.. kontolmu Bagass.. oohh.. teruusszzhh.. teruuzzhh.., uuhh gede bangett yaahh.. kangg.. kangg enakk..’ cerita ngentot terbaru

Genjotan Bagas semakin kenceng. Bukit bokongnya kulihat naik turun demikian cepat seperti mesin pompa air di kampung. Dan saraf-saraf vaginaku yang semakin mengencang menimbulkan kenikmatan tak terhingga bagiku dan pasti juga bagi si Bagas. Dia menceloteh,

‘Uuuhh buu, sempit banget nonokmuu ..buu.., sempit bangeett.. bbuu enaakk bangett..’.
Dan lebih edan lagi, lantai papan loteng itupun nggak kalah berisiknya. Aku bayangkan pasti si ‘Min’ dibawah sono kelimpungan nggak keruan. Mungkin saja dia langsung ngelocok kontolnya sendiri (onani).

Terus terang aku sangat tersanjung oleh celotehannya itu. Dan itu semangatku melonjak. Pantatku bergoyang keras mengimbangi tusukkan mautnya kontol Bagas. Dan lantai papan ini .. berisiknyaa.. minta ampun!

Percepatan frekwensi genjotan kontol dan goyangan pantatku dengan cepat menggiring orgasmeku hingga ke ambang tumpah,

‘Kang .. kang.. kang..kang.. aku mau keluarrcchh.. keluarrcchh.. aacchh..’, aku histeris.
Ternyata demikian pula kang Bagas. Genjotan terakhir yang cepatnya tak terperikan rupanya mendorong berliter-liter air maninya tumpah membanjiri kemaluanku. Keringat kami tak lagi terbendung, ngocor.

Kemudian semuanya jadi lengang. Yang terdengar bunyi nafas ngos-ngosan dari kami. Dari jauh kudengar suara kodok, mungkin dari genangan air comberan di kebon.

Aku tersedar. Dirumah pasti suamiku gelisah.

‘Kang Bagas, aku mesti cepet pulang nih ..’, Dia hanya melenguh

‘..hheehh..’. Kulihat kontolnya ternyata masih tegak kaku keluar dari rimbunan hitam jembutnya menjulang ke langit. Apa mungkin dia belum puas?? Aku khawatir kemalaman nih.
‘Ayyoo kang, pulang dulu.., kapan-kapan kita main lagi yaahh ..’.

Bagas bukannya bangun. Dia berbalik miring sambil tangannya memeluk tubuhku mulutnya dia tempelkan ke pipiki dan berbisik,

‘Buu, aku masih kepingin..’,

‘Nggak ah.., aku kan takut kemalaman, nanti suamiku nyariin lagi’.

‘Jangan khawatir bu.. Sebentar saja.. Aku pengin ibu mau ngisepin kontolku. Kalau diisepin cepat koq keluarnya dan aku cepat puas. Lihat aja nih, dianya nggak mau lemes-lemes. Dia nunggu bibir ibu nihh..’.

Bagas menunjukkan kontolnya yang gede panjang dalam keadaan ngaceng itu.

‘Ayyoo dong buu.., kasian khan .., bbuu..?!’.

Dia mengakhiri omongannya sambil bangkit, menggeser tubuhnya, berdiri kemudian ngangkangin dadaku lantas jongkok. Posisi kontolnya tepat di wajahku. Bahkan tepat di depan bibirku.
‘Aayyoo buu, isepin duluu.., ayyoo buu, ciumin, jilat-jilat..’.Cerpen Sex

Aku jadi nggak berkutik. Aku pikir, biarlah, OK-lah, supaya cepat beres dan cepat pulang.

Kuraih kontol itu, kugenggam dan kubawa kemulutku. Aku jilatin kepalanya yang basah oleh spermanya sendiri tadi. Aku rasain lubang kencingnya dengan ujung lidahku.
‘Aammpuunn.. Enakkbangett..’, Bagas langsung teriak kegatalan.

Sambil tanganku mempermainkan bijih pelernya, kontol itu aku enyotin dan jilatin. Rupanya Bagas ingin aku cepat mengulumnya. Dan dia kembali mulai memompa. Kali ini bukan memekku tetapi mulutku yang dia pompa.

Pelan-pelan tetapi teratur. Dan aku.., uuhh.. merasakan kontol gede dalam rongga mulutku.., rasa asin, amis, pesing dan asem berbaur yang keluar dari selangkangan, jembutnya, bijih pelernya.., nafsuku kembali hadir.

Dan pompa Bagas mencepat. Aku mesti menahan dengan tanganku agar kontol itu tidak menyodok tenggorokanku yang akan membuatku tersedak. Tidak lama ..

Tiba-tiba Bagas menarik kontolnya dan tangan kanannya langsung mengocoknya dengan cepat persis didepan muluku.

‘Ayoo bu, minum pejuhku.. Buu, ayo makan nih kontolkuu.. Ayoo buu..minumm..buu.. Bbbuu..’,
kocokkan itu makin cepat. Dan reflekku adalah membuka mulut dan menjulurkan lidahku. Aku memang pengin banget, memang menjadi obsesiku, aku pengin minum sperma si Bagas. Dan sekarang ..

Entah berapa banyak sperma Bagas yang tumpah kali ini. Kurasakan langsung ke mulutku ada sekitar banyak kali muncratan.

Dan aku berusaha nggak ada setetespun yang tercecer. Uuuhh.., aku baru merasakan. Gurihnya sperma Bagas mengingatkan aku pada rasa telor ayam kampung yang putih dan kuningnya telah diaduk menjadi satu. Ada gurih, ada asin, ada tawarnya.. dan lendir-lendir itu ..nikmatnyaa..

Saat pulang kuselipkan dalam genggaman si ‘Min’ lembaran Rp. 50 ribu. Mungkin semacam ongkos bungkam. Dia dengan senang menerimanya. Tak ada lagi jari ngutik-utik telapak tanganku.

Bagas menurunkan aku di belokkan arah rumahku. Aku beri Bagas lembaran Rp. 100 ribu, tetapi dia menolak,

‘Jangan bu, kita khan sama-sama menikmati.., dan terserah ibu.., kalau ibu mau, kapan saja saya mau juga .. Tetapi saya nggak akan pernah mencari-cari ibu, pemali, n’tar jadi gangguan, nggak enak sama bapaknya khan?!’.

Wah.., dia bisa menjaga dirinya dan sekaligus menjaga orang lain. Aku senang.

Sesampai di rumah ternyata suamiku tidak gelisah menunggu istrinya. Kebetulan ada tamunya, tetangga sebelah teman main catur. Aku cepat tanggap,

‘Udah dibikinin kopi belum pak?!’ ..yang terdengar kemudian .. Skak!






Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → BIRAHI TINGGI

BELAJAR NGENTOT

Win88bet.com - Aku anak tunggal namaku Dani umruku saat ini 17 tahun aku duduk di bangku SMU swasta di kotaku, sering aku tinggal di rumah sendirian diman Bapakku adalah pengusaha sukses yang cukup sibuk dalam mengelola bisnisnya skadang ibuku juga ikut bersama bapak.

Aku akan berbgai pengalaman pertama hubungan seks dengan wanita dan ini untuk pertama kalinya, aku tinggal di komplek kelas menengah di sampingku rumah di diami oleh kepala RT orangnya cukup berpengaruh di komplek tersebut.

Umurnya sekitar 60 tahun. tapi masih kelihatan gagah. Pak RT mempunyai dua orang istri. Yang pertama namanya Tante Is, wanita keturunan arab, kulitnya hitam manis, bodinya langsing. Meskipun usianya sudah 40-an, Tante Is masih kelihatan cantik, dia sangat pintar merawat diri.

Dengan Tante Is, Pak RT mempunyai dua orang putri yang cantik-cantik, yang sulung namanya Erni sedangkan adiknya namanya Ana, umur keduanya hampir sebaya denganku. Istri keduanya namanya Tante Rena, orang Bandung, kulitnya putih bersih.

Wajahnya mirip bintang sinetron Titi Kamal. Bodynya aduhai, montok, padat berisi. Mungkin karena dia sering fitness, apalagi Tante Rena senang berpakaian sexy yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya. Membuat laki-laki yang memandangnya terangsang dan ngeres.

Tante Rena orangnya supel dan pintar bergaul, sering dia ngobrol-ngobrol dengan anak muda seusiaku, termasuk aku.
www.win88bet.com
Kejadian ini bermula ketika orang tuaku pergi seminggu keluar kota untuk keperluan bisnisnya. Aku ditinggal sendirian dirumah. Sedangkan pembantuku dipecat ibuku tiga hari sebelumnya karena ketahuan mencuri uang ibuku. aku yang sendirian merasa kesepian.

Aku duduk diruang tamu sambil berkhayal. Untuk menghilangkan kesepianku, kuputar VCD porno yang baru aku pinjam dari temanku. Filmnya tentang seorang cewek bule yang sedang disetubuhi dua orang negro.

Satu orang negro sedang dikulum kontolnya, sedangkan yang satunya lagi sedang ngentot cewek bule itu dari belakang dengan posisi nungging. Sekitar 20 menit mereka berganti posisi, satu orang negro sedang rebahan diranjang sambil memasukkan kontolnya kelubang anus cewek bule itu, yang telentang diatasnya.

Sedangkan negro yang satunya lagi sedang menggenjot vagina cewek itu. Desahan dan erangan mereka membuatku terangsang. Kuraba-raba celana pendekku (aku sudah tidak pakai celana dalam), kontolku mengeras.

Semakin lama kuraba semakin keras. Kukocok-kocok naik turun. Birahiku memuncak ingin disalurkan, tapi aku tidak tahu harus kemana menyalurkannya.

“Lagi ngapain Dan?” suara seorang wanita mengejutkanku.

Ternyata Tante Rena sudah berdiri disamping pintu. Dia berpakaian sangat sexy, dengan kaos ketat dan rok super mini. Dia memandang karah celanaku. Saking terkejutnya aku lupa menaikkan celanaku, sehingga dia dengan bebas bisa melihat kontolku yang sedang tegang penuh, mengacung-acung.

“Maaf.. maaf.. Tante” sahutku terbata-bata.

“Akh, nggak apa-apa kok, kamu khan udah gede”.

“Wah, kontolmu gede banget, udah pernah dimasukkin kevaginanya cewek belum?” tanyanya cuek.

“Be.. belum pernah Tante” sahutku.

“Mau nggak dimasukin ke punya Tante?, Tante pingin nih ngerasain kontolmu” katanya meminta.
Kemudian dia menutup pintu dan menguncinya. Dia berjalan mendekat kearahku. Duduk disampingku.

“Tapi saya belum pernah Tante” jawabku.

“Tante ajarin, mau khan?” katanya sedikit memaksa.

Tanpa menunggu jawabanku, dia menaikkan kedua kakinya kepangkuanku. Tangannya meraba-raba kontolku, aku gemetar. Baru kali ini kontolku dipegang seorang wanita. Dia mendekatkan wajahnya kewajahku, diciumnya bibirku.

Lidahku diisapnya. Aku membalas isapannya. Lidahku dan lidahnya tumpang, tindih saling isap. sesekali isapannya diarahkan keleherku. ditariknya tanganku, diletakannya dikedua buah dadanya yang sudah mengeras.

Kuremas-remas buah dadanya, dia menggelinjang keenakan. Kutarik kaos ketatnya, aku terperangah, dia tidak memakai BH, buah dadanya padat dan kenyal. Kulepaskan isapan lidahnya, kuisap buah dadanya, dia melenguh, sambil tangannya terus mengocok-ngocok kontolku.

Beberapa menit berlalu, dia berdiri, lalu melepaskan rok mininya. Maka terpampanglah pemandangan yang luar biasa. Aku bisa melihat dengan jelas vaginanya yang merah merekah, sangat indah. dicukur rapi dan bersih.

Kemudian dia berlutut dilantai, dihadapanku. Wajahnya didekatkan keselangkanganku. Ditariknya celana pendekku. Bibirnya mendekati kepala kontolku, dan mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya.

“Akkh.. aow.. oohh.. nikmat Tante, enakk.. sekali” aku mengerang ketika dia mulai mengulum kontolku.

Hampir seluruh batang kontolku masuk kemulutnya yang sexy. Kontolku keluar masuk dimulutnya. Nikmat sekali. Tak ketinggalan, buah pelirkupun diseruputnya. Puas mengulum kontolku, kemudian Tante Rena berdiri dihadapanku.

Vaginanya berada pas diwajahku. Dia menarik kepalaku, mendekatkannya pada vaginanya. Aku mengerti maksudnya, minta dijilati vaginanya. Kujulurkan lidahku. Aku mulai dengan menjilati pangkal pahanya, terus mendekati bibir vaginanya.

“Aow.. oohh.. nikmat.. sayang, teruss.. terus” dia mendesah-desah ketika aku memasukkan lidahku ke lubang vaginanya.


Kusedot-sedot, kugigit-gigit kelentitnya. Dijepitnya kepalaku. Hampir seluruh isi vaginanya kujilati, vaginanya basah.
“Akkhh.. akuu.. nggak kuatt.. sayang, kita mulai aja” ajaknya.

Dia menurunkan tubuhnya perlahan-lahan kepangkuanku. Dipegangnya kontolku, diarahkannya tepat kelubang vaginanya. Dia mulai memasukkan kontolku sedikit demi sedikit. Semakin lama semakin dalam.

Sudah setengah batang kontolku masuk. Sampai disini dia berhenti sejenak mengatur posisi. Kakinya berlutut disofa. Aku tak mau ketinggal, kuambil kesempatan. Kusodokkan kontolku.

Dia menjerit ketika kontolku amblas dilubang vaginanya. Dia mulai menaikturunkan pantatnya dipangkuanku. Kontolku serasa dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit.


“Gimana sayang enak khan?” tanyanya.

“Enakk sekali Tante, vagina Tante sempit sekali” jawabku.

“Sudah lama sekali Tante tidak merasakannya sayang”.

“Pak RT tak pernah memberiku kepuasan” dia menggerutu.

“Emangnya Pak RT impoten Tante?” tanyaku.

“Iya, iya sayang” jawabnya singkat.

Kupeluk pinggangnya erat-erat. Bibirku menghisap-hisap buah dadanya. Kubantu gerakkannya dengan menyodok-nyodokan pantatku keatas. Dia mengerang-erang merasakan nikmat. Matanya merem melek.

Semakin lama semakin cepat dia menggerak-gerakkan pantatnya, sesekali pantatnya diputar-putar. Aku merasakan nikmat yang tiada tara. Kontolku serasa dipelintir vaginanya. Sudah sekitar 30 menit kami berpacu dalam kenikmatan. Nafasnya dan nafasku saling memburu. Peluh kami bercucuran.

“Akh.. oohh.. aku tidak kuat sayang, akuu.. mauu.. keluarr” dia menjerit-jerit.

Kurasakan vaginanya berkedut-kedut.

“Akuu.. juga Tante” sahutku ngos-ngosan.

“Keluarin didalem aja sayang, aku ingin punya anak darimu” pintanya memelas.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak di lubang vaginanya.

“Kamu puas khan sayang?” tanyanya.

“Puas sekali Tante” sahutku pendek.

Kami beristirahat sejenak. Kemudian kekamar mandi untuk membersihkan badan. Siraman air membuat badanku segar kembali.


“Aku pingin lagi sayang, kamu mau khan?” tanyanya meminta..

Aku tidak menjawabnya. Kubopong tubuhnya, kubawa kekamarku dan kurebahkan diranjangku. aku merangkak diatas tubuhnya dengan posisi ssungsang. Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan wajahku tepat diatas vaginanya.

Aku mulai menjilati dinding vaginanya. Dia menggerinjal-gerinjal dan menjepit kepalaku. Seluruh dinding vaginanya kujilati. Kucari-cari tititnya. Kusedot-sedot dengan lidahku. Sesekali kugigit. Dia meringis.

Dengan jari-jariku kutusuk-tusuk lubang anusnya. Sesekali kujilati lubang anusnya. Tante Rena tak mau ketinggalan. Dia menjilati kontolku, dari kepala sampai pangkal kontolku tak luput dari jilatannya.

Sstt! Aku mendesah ketika dia mengulum kontolku. Dia sangat lihai memainkan lidahnya. Kontolku yang tadi mengecil, sedikit demi sedikit mengeras didalam mulutnya. luar biasa kenikmatan yang kudapatkan. Tante Rena memang benar-benar profesional. Seluruh batang kontolku dijilatinya.

“Oohh.. aku tidak tahan sayang, kita mulai aja” pintanya.

Kuturunkan tubuhku dari tubuhnya. Aku berdiri dipinggir ranjang. Kutarik tubuhnya kepinggir, hingga kedua kakinya menjuntai. Aku mendekatkan kontolku kelubang vaginanya. Sedikit demi sedikit kontolku masuk kelubang vaginanya.


Sstt! Dia mendesis. Sudah seluruh batang kontolku amblas ditelan lubang vaginanya yang basah dan memerah. Kugoyang-goyangkan pantatku. Tante Rena membantuku dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. aku merasakan sensasi yang luar biasa. 10 menit berlalu, kuganti posisi. Kutarik kontolku. Kakinya kunaikkan keduanya. Aku memasukkannya lagi. Dan mulai menggenjotnya.

“Akhh.. akuu.. mauu.. keluarr.. sayang” dia mengerang.

Vaginanya berkedut-kedut. Vaginanya menjepit kontolku.

“Akhh.. aku keluarr.. sayang” dia melenguh.Cerpen Sex

kurasakan vaginanya basah oleh cairan. Tante Rena telah mencapai orgasme sedangkan aku belum apa-apa. Kubalikkan tubuhnya. Kuminta dia menungging. dia menuruti aja perintahku. Kudekatkan kontolku yang masih tegang ke lubang anusnya.

“Kamu mau apain anusku sayang” tanyanya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.

“Jangan, jangan di lubang itu sayang, sakit” teriaknya.

Aku tidak mempedulikannya. Kumasukkan kepala kontolku kelubang anusnya. Mulanya agak susah tapi akhirnya masuk juga. Kutekan pelan-pelan hingga seluruh batang kontolku amblas. Aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur. Kutuk-tusuk lubang anusnya.

“Oohh.. enakk.. sayang, kamu pintar” pujinya ketika dia sudah mulai merasakan nikmatnya disodomi.

Sekitar 30 menit kontolku keluar masuk dilubang anusnya. Kurasakan kontolku berkedut-kedut.
“Akkhh.. aku mau keluarr.. Tante” aku berteriak histeris.

Crott! Crott! Crott! Kutumpahkan spermaku lubang anusnya. Kudiamkan beberapa saat. Lalu kutarik kontolku. Kuarahkan ke wajahnya. Kuminta dia menjilati spermaku. Dengan lahapnya Tante Rena menjilati sisa-sisa spermaku, sampai bersih dijilatinya. Tanpa rasa jijik sedikitpun.

“Kamu hebat sayang, aku puas sekali” pujinya.

“Kamu mau khan memberiku kepuasan seperti ini lagi?” pintanya.

Aku mengangguk aja. Menyetujui permintaannya.

“Kalo kamu pengin lagi, datang aja ke kamarku”.

“Masuknya lewat jendela ya! Kalo lampu kamarku mati, berarti Pak RT nggak di rumah”.

“Ketok kaca jendela tiga kali, akan kubukakan untukmu, OK” dia menerangkannya untukku.

Kurebahkan tubuhku disampingnya. Kami tertidur setelah mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa. Malam itu Tante Rena menginap dikamarku. Sampai pagi kami merengkuh kenikmatan.






Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210

Readmore → BELAJAR NGENTOT

Minggu, 13 Desember 2015

Tante kost yangbikin nafsu !!

Win88bet.com himpunan berita harian dewasa paling baru, hot, majalah dewasa, narasi dewasa, seks, ngentot, ML, photo artis bugil, jepang bugil, korea bugil, thailan bugil, america bugil, indo bugil, asia bugil, china bugil, photo tante girang bugil, photo hot, SMA bugil, telanjang, panduan seks, berita hot, vidio seks, porno, lucu, 3gp seru up-date paling baru.
Kebiasaanku tidur ngelantur belum dapat dibuang. Mulai sejak saya SMA saya susah sekali dibangunkan pagi-pagi, terlebih sekolahku sepanjang kelas 1 serta kelas 2 senantiasa siang hari. Ini juga sebagai kebiasaanku pada saat mulai kuliah. Saat saya mencapai kota Bandung pertama kalinya, hawa dingin kota itu betul-betul membuatku masih tetap terbuai mimpi walau telah jelas. Saya kuliah di satu diantara PTS yang nyaris seluruhnya kegiatannya di saat sore hari, hingga bagiku hidup dengan tertidur lelap pada pagi hari cerah adalah rutinitas. Kawan-kawan satu kost-ku umumnya telah sunyi saat saya bangun untuk sarapan serta mandi, namun kebiasaanku yaitu sarapan sembari nonton TV, baru mandi.

Tante kost-ku termasuk juga yang baik, tidak tidak sering untukku berniat disiapkannya secangkir kopi atau kue untuk sarapan, atau semangkuk mie rebus hangat. Saya disayangnya, lantaran apabila pagi hari rumah kost itu kosong serta akulah yang temaninya mengatur semua suatu hal, menyapu, masak, atau apapun. Walaupun saya sukai tidur ngelantur, namun saya termasuk juga anak yang rajin kerja dirumah. Tante ini masih tetap muda, namun telah janda. Ia cuma mempunyai satu orang anak serta telah bekerja di Sumatera. Praktis, ia cuma seseorang diri dirumah. Tetapi kecantikannya terus ia memelihara, hingga di usianya yang mendekati kepala lima ia tetap masih cantik serta kencang.
Win88bet.com 

Satu hari saya nonton film biru utang dari kawanku. Dirumah rupanya seperti umum cuma saya saja lagi yang disebut penghuninya. Saya ke kamar kecil sebentar, lantas memutar film itu di VCD komputerku. Lantaran asiknya, lihat adegan yang panas saya tak tahan, saya menanggalkan satu-satu bajuku, tinggal CD-ku saja yang bertahan, itupun hanya sesaat, lantas kupelorotkan sampai ke paha. Saya terasa penisku menghentak-hentak minta dikeluarkan. Saya nonton dengan mata 1/2 buka, sembari berbaring kuelus-elus penisku yang semakin tegak. Gerakan tanganku telah jadi cepat, ah… saya tidak tahan lagi, lantas saya kocok selalu serta selalu, kugigit selimut untuk menahan jeritan nikmat yang betul-betul menyelimuti pagi yang indah itu. Tidak lama kemudian nafasku mendengus sembari menyemprotkan mani ke dadaku.
“Ah… hmmm… ah…” saya terasa badanku enteng, lantas saya terasa ngantuk serta terlelap.

Mendadak saya terasa pahaku dielus orang. Saya tersentak kaget. Ah, nyatanya tante telah ada didalam kamarku. Ia memakai gaun putih yang tidak tebal serta longgar. Kuhirup bau fresh parfumnya yang menawan. Saya cepat-cepat bangkit menarik CD yang kupelorotkan, air maniku meleleh ke sprei, tidak kupedulikan. Tante lalu memandang mataku, terlihat bergelora api nafsu yang menggelegak dibalik pandangannya itu.
Tangannya mencapai tanganku, “Raf, Tante mohon maaf masuk kamarmu tanpa ada mengetuk, setelah tadi Tante saksikan pintu kamarmu tidak dikunci. Tante bawa sarapan, namun, Tante saksikan anda lelap seperti gitu, ” tuturnya sembari mengelus pahaku kembali.

Saya salah tingkah. Matanya melirik VCD-ku yang nyatanya masih tetap memainkan film “laga” itu. Adegan untuk adegan diawasinya, sembari tangannya meremas bahuku. Dielusnya tanganku sembari menarikku duduk di kasur. Kurasakan getaran halus melalui jari-jarinya, menahan gelora nafsunya yang membahana. Saya mulai aktif serta terbakar situasi. Kupeluk ia dari belakang, lantas kuhembuskan nafasku ke tengkuknya. Ia menggeliat serta jadi lebih beringas.

Badannya berbalik. Dibalasnya hembusan nafasku dengan ciuman lembut. Ke-2 tangannya dengan liar menelusuri pinggulku, perutku, lantas puting susu di dadaku.
“Raf, beri Tante… Tante mau…” tuturnya penuh berharap.
Ia lalu menarik CD-ku hingga selesai, lantas dengan lembut mengelus rambut kemaluanku, penisku yang masih tetap terkulai lemas diremasnya dengan lembut juga. Saya menggelinjang kegelian, namun tangan tante lebih dulu menghimpit tanganku, seolah isyarat supaya saya menurut.

Saya memejamkan mata. Nafasku bergemuruh, lalu badan kami terhempas di kasur. Tante lalu mengulum zakarku, sembari sesekali mencium penisku. Saya cuma bisa menahan nafas, sembari mengerang penuh nikmat. Lalu lidahnya dengan liar menjilat penisku yang telah tegak, sembari sesekali mengulum serta menyedotnya penuh gairah. Saya betul-betul telah siap pertandingan, saat ia lalu merebahkan badannya di sampingku. Saya maklum.

Kubuka gaunnya yang longgar, lalu BH serta CD-nya. Tante serta saya telah keduanya sama bugil. Saya mengambil posisi diatas, untuk mengawalinya. Pelan kupeluk tubuhnya, lantas kubelai rambutnya yang mulai beruban itu. Kucium leher serta kupingnya, ia menggelinjang kegelian. Terlihat, bulu lengannya merebak menahan rasa itu, namun mulutnya cuma mengerang. Lantas, sisi leher bawahnya kujilat lembut, sembari sesekali jenggotku yang habis dicukur tempo hari kugesekkan. Tubuh tante lalu menggeliat lebih liar, sembari mendesahkan kalimat yg tidak terang.

Aksiku kulanjutkan dengan memainkan puting susunya yang menegang, sembari kujilat serta kuhisap perlahan-lahan.
“Ayo Raf, mari! ” tuturnya.
Saya tak perduli. Saya susuri selalu seluruhnya titik nyerinya. Hingga lalu wajahku ada di selangkangannya yang mulai berpeluh. Kubelai pubisnya dengan lidahku. Kubuka labia minora-nya dengan lembut, lalu tanganku membelai perlahan-lahan labia minora-nya yang telah mulai basah itu berulang-kali.

Kakinya lalu menekuk serta mengangkat pinggulnya. Dimainkannya pinggulnya dengan goyangan yang memiliki irama. Lidahku lalu beraksi, menjilat sisi labia minora-nya, lantas naik sampai klitorisnya. Kulihat klitoris itu telah menonjol kemerahan. Lantas, saya mengangkat pinggulnya, serta kumasukkan penisku perlahan-lahan, sembari kugoyang maju-mundur. Tante mengerang dengan tangan memegang erat tepi kasur.

“Ayo, Raf, terus…! ” tuturnya menyuruhku menggoyang tubuhku selalu.
Saya menengkurapinya, lantas dengan sigap kusentakkan pinggulku hingga penisku menghujam dalam ke vaginanya.
“Aduh, aduh… Raf, nikmat sekali, ” tuturnya sembari memelukku.
Leher serta puting susunya selalu kucium serta kujilat.
“Teruskan Raf! mari sayang, saya telah nyaris hingga nih, ” tuturnya.
Saya semakin menyentak. Keringatku mulai bercucuran, sesaat tante juga demikian juga. Rupanya tante telah tiba saat mendadak tante memelukku dengan tangan serta kakinya erat-erat hingga saya tidak bisa bergerak sekalipun. Di mulutnya cuma nada desah senang sepanjang sebagian waktu. Lalu pelukannya mengendur. Tante lemas.

Saya masih tetap penasaran, lantaran saya belum hingga. Kutarik perlahan-lahan penisku yang masih tetap menegang. Kulihat penisku berkilat-kilat lantaran lumasan vagina tante. Kubuka selangkangan tante, ia mengerang serta menggelinjangkan pantatnya saat vaginanya kuraba lagi. Kurangsang tante supaya saya bisa meraih orgasme. Lidahku beraksi, kugapai labia minora-nya lantas kujilat habis sisi itu, bahkan juga maniku yang meleleh di situ kujilat hingga habis.
Lantas, klitorisnya yang memerah itu kusedot perlahan-lahan, “Ah, emm… mmm, ” ia memekik lirih.

Tubuhnya yang mulai menggelinjang itu lalu kutelungkupkan. Kunaiki pantatnya, lantas kutekankan penisku ke vaginanya. Lalu merasa satu sensasi di penisku, lantaran tante tutup rapat kakinya. Tanganku lalu memeluknya dari belakang, lantas saya menciumi tengkuknya yang wangi. Tanganku selalu memainkan putingnya yang mengeras itu sembari kugoyang pinggulku, perlahan-lahan awal mula, serta lalu kemudian semakin cepat.

“Rafael, selalu Raf, Tante nyaris bisa lagi nih, ” tuturnya berbisik.
Saya tidak bisa menyahut. Nafasku memburu, lantaran nafsuku mulai mencapai puncak. Kurasakan nikmat menyelimutiku hingga habis, lantas terasa itu maniku telah menghentak-hentak akan keluar.
“Tante, Rafael ingin keluar nih, ” kataku berbisik.
Ia cuma mengangguk. Lalu dengan sekali hentakan lagi, saya rasakan satu sensasi baru, kesenangan yang sangatlah panjang, “Crot… croot… crooot…” merasa maniku menyemprot deras ke vagina tante, sembari tanganku memeluknya dengan erat.
Saya cuma bisa mengerang penuh nikmat surgawi. Saya lemas diatas tubuh tante, lantas terlelap sebagian waktu lagi.

Sebagian waktu ia menggeliat. Ia bangkit serta kenakan kembali bajunya. Kurasakan tante memeluk serta menciumku mesra sekali. Disekanya keringatku yang meleleh, lantas diselimutinya tubuhku yang masih tetap telanjang. Pergulatan itu memporak-porandakan kasurku, namun saya saat ini terasa tak sendiri dalam nikmati dunia ini. Tante Win, pada pagi hari siap senantiasa mengantarkan sarapanku, apabila satu waktu ia membutuhkan kehangatan diriku, saya Rafael, boy friend-nya, senantiasa ada di sebelahnya.




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Tante kost yangbikin nafsu !!

Jumat, 04 Desember 2015

Kisah pemerkosaan wanita idola

Win88bet.com gw adalah suatu staff suatu hotel berbintang 4 di Bali, Telah sepuluh th. akhir-akhir ini gw merantau di pulau Dewata ini, cuma dengan bermodalkan ijasah SMK (sekolah menengah kejuruan) gw membulatkan tekad mengadu nasib di sini, bekerja di hotel tidaklah mengecewakan. Meskipun cuma untuk office boy, melihat perilaku beragam jenis tamu domestic serta international telah jadi hal umum. But ciehh kata2 gw telah mulai berenglish ria! hehehe namun malam itu agak tidak sama dari malam malam pada awal mulanya! Ada tamu sangatlah special di hotel, Feny (nama palsu) adalah artis pujaan gw mulai sejak satu tahun lebih akhir-akhir ini. Feny sangatlah seksi tingginya seputar 178 mtr. dengan bobot yang ideal, bikin Feny demikian seksi di monitor kaca. gw sangka malam itu gw mimpi lihat dengan mata kepala gw sendiri wanita pujaan gw ini!

Feny bermalam dengan 2 sahabatnyanya di dua kamar kelas deluxe di lantai 4 hotel tempat saya bekerja. Namanya, Wulan (nama samaran juga) serta Dany. Wulan orangnya kecil mungil. Tetapi mempunyai ukuran buah dada yang indah, tak besar, tak juga terlampau kecil. Kelihatannya, Wulan yang berumur paling kecil diantara mereka seluruhnya. Mungkin saja baru mencapai 16 th.. Serta satu lagi, rekan mereka dari Bali bernama Wayan, dia yang kerap mengantar mereka bertiga. Jam tunjukkan jam 2 awal hari. Feny, Wulan serta Dany pulang diantar oleh Wayan dengan mobil hardtopnya. Sembari ketawa ketiwi, mereka bertiga turun dari mobil untuk masuk lobby hotel. Dari nada tercium aroma minuman keras yang cukup menyengat. Kelihatannya Feny serta Dany mabuk berat. Juga sebagai hanya satu office boy yang ada di lobby, gw juga bergegas hampiri tamu-tamu istimewa hotel itu.

‘Serius anda dapat handle. ’Teriak Wayan dari atas mobil hartopnyanya.
‘Tenang saja. Nia gini-gini dapat urus Mbak Feny serta Mas Dany kok. Wayan pulang saja, tuturnya orang rumah ada yang sakit. Aman. Tolong bantu saya papah rekan-rekan ke atas ya, Mas. ’ Kata Wulan sembari memerintahku untuk memapah Dany.

Dengan sigap gw memapah Dany di tangan kananku. Tangan kiriku menolong Wulan yang sempoyongan menahan berat Feny yg tidak mampu dipikul oleh badan mungilnya. Tangan kiriku betul-betul bikin iri seluruhnya sisi badan yang lain. Kulit Feny betul-betul halus. Mungkin saja lantaran kerap perawatan, pikirku. Dalam keadaan memapah kerapkali tanganku bersentuhan dengan susunya yang besar itu. Sudah pasti, tiap-tiap sentuhan ini bikin adik jadi siaga satu. ‘Ini peluang langka, gw mesti memperoleh badan idamanku ini.. ’Batinku. Kami memasukkan Dany lebih dahulu. Lantaran kamarnya paling dekat dengan pintu lift. Kemudian, gw dikelilingi dua wanita cantik ini jalan menuju kamar 418 yang ada di ujung lorong. Dalam kelebatan sinar lampu lorong, Wulan yang jalan di depan kami berdua. Badannya yang mungil tawarkan seks appeal sendiri. Sensual dalam mungilnya. Hmmm…Cantik juga ABG ini, kata gw dalam hati sembari tangan kiriku mulai nakal meremas-remas susu Feny. kontol gw makin tegang karena itu. Feny & Wulan, gw inginkan kalian berdua malam ini.
Win88bet.com

‘Oke, saya dapat sendiri, Mas. ’Kata Wulan sesudah buka pintu kamar. ‘Ga apa-apa, Non. Saya antar saja sampai ke dalam…’Kata gw berani mengingat kondisi hotel yang telah sepi. gw menerobos pintu kamar sembari mendorong Wulan. ‘Apa-apaan ini, Mas…. ’Bentak Wulan. ‘Eh…diam anda. Atau saya kalap serta bunuh kalian berdua. ’Ancamku sembari tutup pintu kamar, serta mengDanygi kuncinya. ‘Non Wulan duduk disana!!! ’ Perintahku makin berani sesudah Wulan tunjukkan ketakutan pada gw. Wulan juga duduk di kursi yang ada dekat tempat tidur king size. gw juga menempatkan badan Feny terlebih dulu di kasur.

‘Eeeemmm…. ’Feny bereaksi saat badannya terhempas. susunya pernah terguncang. Membuatku makin terangsang. Namun tunggu dulu, sayang. gw mau dipanaskan dahulu oleh bibir mungil Wulan, pikirku sembari menelan air ludah. gw juga hampiri Wulan. ‘Kamu masih tetap ingin hidup, bukan? ’ Kata gw pada Wulan. Diikuti anggukan pelan Wulan. ‘Kalo gitu ikuti perintahku….. buka reslitingku. Serta elus kontol gw dengan lembut. ’ Wulan menuruti. Tampak masih tetap canggung. Mungkin saja dia belum pernah mengerjakannya pada cowok lain. kontol gw segera menegang dengan elusan Wulan. Ukurannya yang 18 centi dengan diameter yang gede, bikin tangan mungil Wulan tak dapat menggenggamnya dengan utuh.

‘Aaaahh…hh.. hh.. Anda memiliki bakat sekali, sayang. Saat ini kulum dia. ’Perintah gw lagi. Wulan terdiam, kelihatannya dia agak bingung. ‘Hisep…. atau anda dapats. ’Bentak gw membuyarkan kebingungannya. gw sodorkan kontol gw di bibirnya yang seksi. Serta Wulan juga bekerja sesuai sama perintah gw. Mulutnya terbuka penuh terima kontol gw yang telah berdiri gagah. Walau cuma 1/3 masuk namun hangatnya mulut Wulan bikin sensasi yang luar umum. gw juga menarik rambut kepalanya untuk maju mundur untuk menaikkan kesenangan langka ini. Sembari menangis, Wulan mengerjakannya dengan baik untuk level pemula. Sesekali dia ingin tersedak, saat gw memaksakan untuk lebih masuk lagi. Tangan gw yang satu lagi menyobek kaos tidak tebal yang dikenakannya sampai menunjukkan semua isi dadanya yang putih bersih ini.

‘Aaaacchhh…. hebat anda cantik. Telah cukup. Cukup. Saat ini, anda simak baik-baik. Ini show hebat yang tak ada di sinetronmu. ’Kata gw sembari mencabut kontol gw yang telah siap tempur. gw berpindah ke arah ranjang. gw buka resliting Feny yang masih tetap tidur dalam keadaan maboknya. Sesudah gw pelorot Jeans ketat itu, pernah gw tertegun lihat panorama di depan gw. Aiiiih, Mak. Seksi sekali paha mempunyai artis ini. Tak seperti pelacur yang umum gw sambangi. Ya, iya lah bodoh, ini kan artis! hohoho.. Tangan gw berpindah ke kaos putih ketat punya Feny. gw angkat perlahan-lahan sampai terlepas. Pernah gw cium serta gw gigit lehernya lantaran demikian gemas dengan keindahan luar umum ini. Serta dengan cepat-cepat gw terlepas bra punya Feny sampai menunjukkan gundukan indah punya artis pujaan gw ini. Pernah gw main-mainkan dua putingnya. Lantas ciuman turun ke perut serta selalu turun ke bawah. Menuju liang kesenangan gadis paling cantik di Indonesia ini.

‘Aaaaacchhh…’Feny sempat mendesah sesaat setelah lidah gw mengaduk memeknya. Harum sekali memek milik artis ini. Membuat gairah gw semakin melambung tinggi. Setelah memeknya gw rasakan cukup basah. gw mengambil posisi tempur. Adik gw sudah menghunus dengan tidak sabarnya. Dua tangan gw memegang pinggul ramping Feny. Dan pelan-pelan kontol gw yang sudah menempel di bibir memek ini bergerak menembusnya. Feny sempat mengejang dengan penetrasi ini. Tapi pengaruh alkohol membuat dia tidak bisa keluar dari kondisi tidak sadarnya. ‘Tolong jangan….Mas,kasihan mbak Feny..’Nia merengek di kursi tempatnya duduk sambil menutupi dua susunya yang sudah bebas menggantung. ‘Eh…diam kamu. Liat aja. Masih rewel juga gw potong lehermu.’ Bentak gw. Dengan tidak sabar gw hentakkan pantat gw hingga kontol perkasa gw meluncur menusuk semakin dalam. ‘Aaaaaahhh…hh…enak sekali punyamu Feny gw. Akhirnya gw bisa mencicipimu.’Desah gw dengan napas terputus-putus. Memang memiaw Feny ternyata sudah tidak perawan. Tapi nampaknya, siapa pun kontol yang pernah bekerja dengannya tidak sebesar milik gw. Sempat gw diamkan kontol gw yang sudah terbenam seluruhnya untuk merasakan pijatan erotis memek Feny.

‘Eeeemmm.. mm.. aaaah.. ’Feny dalam pingsannya nampaknya juga masih tetap merespon rangsangan dari genjotangw yang mulai cepat. Peluh mengalir di badan gw mengisyaratkan ritme ‘pekerjaan’ ini makin cepat. gw merapatkan dada gw ke dada Feny. Rasakan kenyalnya susu artis ini melekat di dada gw. Bibir gw seakan tidak ingin ketinggalan, selalu mengulum bibir yang beraroma alkohol ini, lehernya yang tahap. Tangan gw dengan gemas meremas kuat dua susu Feny bertukaran. Badan Feny berguncang-guncang diatas ranjang empuk terima hujaman kontol gw yang makin liar. susunya naik turun menggemaskan. Sensasi yang luar umum, aaaah…bejo-nya gw, gumam gw dalam hati. Remasan memek Feny juga mulai merasa makin kuat mencengkram. Liangnya yang makin basah, makin bikin gerakan serta manuver kontol gw makin lancar. ‘Aaaaah…Feny- gw. Nikmat sekali. ’ gw menyerocos gak terang lantaran kesenangan luar umum ini.

Tangan gw mencengkram kasar pinggul Feny. Pantat gw makin bertenaga naik turun. Serta kemaluan gw yang besar telah mulai berkedut-kedut mengisyaratkan orgasme sebentar lagi datang menempa. gw tanjapkan dalam-dalam seluruhnya batang kontol gw dalam liang kesenangan Feny, dibarengi semburan air mani yang luar umum mengalir menaikkan sensasi suatu orgasme. ‘Uuuuuuugggghhh…. ’Tubuh gw ambruk bersamaan melemasnya semua badan gw. kontol gw masih tetap tertancap dengan seluruhnya kesenangan yang barusan didakinya. keringat gw meleleh membasahi semua tubuh Feny yang masih tetap terlelap dengan tidak bersalahnya. ‘Aaaahhh…nikmat sekali. Anda lihatkan, Wulan. Itu tadi sex yang fantastis, bukan? ’ Kata gw senang sembari melirik Wulan yang duduk sembari menekuk dua lututnya menutupi susunya. gw tahu di sela pergumulan gw tadi, sekian kali Wulan tidak tahan juga untuk melirik apa yang tengah berlangsung. Nafasnya terdengar terengah lantaran terangsang oleh apa yang dia saksikan serta dengar. ‘Aaah…’gw mencabut kontol gw yang telah mulai menciut dari memek Feny. Tersisa ceceran air mani yang mengalir di sela memek yang enak ini. Badan gw ambruk di samping dambaan gw.

Wulan gak dapat ngomong serta tak dapat berbuat apa kerana cuma dapat diam saja melihat rekannya diperkosa dihadapannya serta cuma dapat meratapi nasibnya! Narasi Seks Di atas bakal dilanjutkan ke pemerkosaan artis pujaan part 2! jadi tongkrongin selalu website narasi seks serta narasi dewasa spesial bhs indonesia ini!




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Kisah pemerkosaan wanita idola

Minggu, 29 November 2015

Bercinta sambil nonton film BF

Win88bet.com di kesempatan ini kami mau coba memberi pada anda suatu narasi sex paling baru, mungkin saja saja ada di antara anda yang sukai membaca tentang narasi yang berbau porno. Karenanya kami mau memberi sedikit narasi ini, segera saja bila demikian anda saksikan Narasi Dewasa Bercinta Sembari Simak Film BF yang bakal kami berikanlah berikut ini.
Narasi Dewasa Bercinta Sembari Simak Film BF
Awal cerita ini berawal waktu Ellyn, adikku yang paling bungsu, bakal kerjakan pekerjaan grup dengan rekan-rekan kampusnya dirumah. Ellyn memanglah dikaruniai muka yang cantik ditambah dengan dandanannya yang modis, hingga tak heran banyak rekan-rekan kampusnya yang naksir kepadanya, meskipun mereka tau bila sekarang ini Ellyn telah mempunyai pacar. Hari itu saya yang tengah libur kerja bersantai-santai dirumah sembari bermain Handphone.

Waktu itu semua keluargaku, terkecuali Ellyn, tengah pergi ke Mal untuk beli kepentingan bulanan. Saya tak berkeinginan turut dengan mereka lantaran saat ini tengah tanggal tua. “Teh, Ellyn keluar sebentar ya! Ingin ke rumah rekan dahulu. Kelak bila ada telephone dari rekan Ellyn yang namanya Indra, suruh segera datang ke rumah saja. Dia ingin ngerjain pekerjaan universitas bareng Ellyn…” kata Ellyn yang telah tampak siap ingin pergi. “Ok deh adikku yang cantik…! ” candaku. “Makasih ya Teh…” jawab Ellyn sembari tersenyum lalu bergegas pergi. Tak lama sesudah Ellyn pergi, telephone rumah berdering. Saat saya angkat nyatanya dari satu diantara rekan Ellyn yang bernama Indra. Sesuai sama pesan Ellyn, jadi saya menyuruh Indra untuk segera datang saja ke rumah.

Seputar 20 menit lalu, kudengar ada nada ketokan di pagar depan rumahku. Sesudah saya buka pintu rumah untuk lihat siapa yang datang, nyatanya ada 3 orang anak muda tengah berdiri di depan pagar rumahku. “Maaf, ingin cari siapa ya? ” tanyaku. “Saya Indra, teman kampusnya Ellyn. Ellynnya ada Kak? ” jawab satu diantara mereka. Nyatanya Indra tak datang sendirian, tetapi dengan dua orang yang lalu saya tau mereka juga rekan kelompoknya Ellyn. “Ellyn masih tetap dirumah rekannya. Tunggulah didalam saja yah, mungkin saja sebentar lagi Ellyn pulang…” kataku mempersilahkan masuk. “Makasih Kak…” sahut mereka nyaris berbarengan. “Dasar Ellyn! Rekannya kok cowok seluruhnya sih…” gumamku pelan waktu mereka tengah buka pintu pagar. Sesudah berteman, saya baru tau nama dua orang rekan Ellyn yang lain, yakni Angga serta Alex.

Dengan cara fisik, mereka wajahnya biasa-biasa saja. Indra berkulit sawo masak, kurus, memiliki rambut cepak serta dekil. Sedang Angga serta Alex tak jauh tidak sama dengan Indra, namun mereka berkulit lebih hitam, keduanya memiliki rambut keriting. Menurutku mereka seluruhnya lebih serupa berandalan dari pada mahasiswa. Meskipun saya tak pilih-pilih dalam berteman, namun saya jadi terasa risih dengan tampilan mereka. “Kok Ellyn ingin sih berteman dengan mereka…” pikirku dalam hati. Sebatas berbasa-basi, saya temani mereka bercakap di ruangan tamu. Awal mulanya percakapan kami cuma di seputar aktivitas universitas mereka saja. Hari itu saya menggunakan kaos longgar warna krem tanpa ada bra dengan bawahan celana pendek ketat warna putih. Pada saat mengobrol, kadang-kadang saya menangkap mata mereka melirik ke arah dada serta pahaku.

Namun lantaran mereka yaitu rekan-rekan adikku, jadi saya berpikiran positif saja. Terlebih umur mereka juga baru 18 tahunan, jadi masih tetap anak kecil menurutku. “Kok kakak tidak turut pergi sama keluarga? Tidak bosen dirumah sedirian…? ” bertanya Alex. “Kakak lagi malas turut. Lagian banyak godaan jika simak beberapa barang bagus. Kakak takut boros nih…” candaku. “Emang Kak Rena ngapain saja jika lagi sendirian gini? Tidak takut ada orang masuk apa? Untung saja kami dateng ya. Jadi dapat jagain Kak Rena deh…” kata Indra bercanda. Saya menjawab dengan sedikit menggoda “Bener nih ingin jagain kakak? Ya telah jika gitu temanin kakak saja ya hingga Ellyn pulang…”

Win88bet.com
Mereka juga malu-malu mendengar jawabanku, mungkin saja lantaran mereka lihat wajahku yang seperti cewek pendiam, tetapi nyatanya dapat pula menggoda mereka. Sesudah sama-sama pandang sesaat, mereka bertiga pada akhirnya sepakat untuk temaniku hingga Ellyn pulang. Mungkin saja semula mereka terasa sungkan berlama-lama lantaran Ellyn tak ada dirumah, tetapi pikiran mereka beralih sesudah saya berlaku ramah. Saya lalu menyuguhkan minuman serta kue enteng buat mereka. Saya pernah rasakan mata mereka tengah lihat ke arah dada yg tidak terbungkus bra waktu saya tengah menunduk untuk menyimpan mimuman diatas meja. Terlebih kaos yang saya gunakan waktu itu longgar, hingga panorama itu pasti bikin mereka menelan ludah. Namun saya saat bodoh dengan hal itu.

Sesudah lama terlibat perbincangan, nyatanya mereka seluruhnya orangnya ramah serta enak di ajak bercakap dari mulai tema yang enteng hingga obrolan-obrolan yang agak serius. Sembari makan serta minum kami mengobrol serta bercanda panjang lebar. Tengah asik-asyiknya mengobrol, saya mendengar bunyi SMS masuk ke HP-ku. Nyatanya dari Ellyn yang berisikan dia bakal pulang seputar 2 jam lagi, lantaran masih tetap ada masalah dengan rekannya. Sesudah memberi tahu ke Indra, Alex serta Angga, nyatanya mereka tak keberatan untuk menanti sepanjang itu. Lalu kami meneruskan percakapan yang pernah terputus.

Di dalam percakapan Indra ajukan pertanyaan “Kalo kakak pacaran ngapain saja sih? ” “Kayak orang pacaran umum saja. Paling nonton sama makan aja…” jawabku. “Bukan itu maksud Indra Kak. Tujuannya hingga sejauh mana pacarannya? ” bertanya Indra lagi yang kelihatannya belum senang dengan jawabanku baru saja. “Oh itu maksud anda Ben? Bila kakak sih pacarannya paling hingga hanya ciuman saja. Hayoo pasti anda telah mikir yang beberapa macam ya!? ” saya berniat berkata seperti itu supaya bikin mereka jadi salah tingkah. Benar saja seperti sangkaanku tadi, demikian mendengar jawabanku baru saja muka mereka juga mulai memerah lantaran malu.

Lalu lantaran takut saya geram disebabkan pertanyaan Indra tadi, mereka seluruhnya cuma tertunduk tanpa ada berani bicara sepatah kata juga. Situasi ruang yang semula ramai oleh percakapan kami berempat mendadak jadi sepi. “Kak Rena, bosen nih bercakap sembari makan doang. Bisa nonton DVD tidak? Kebetulan Angga bawa Film bagus neh…” kata Angga memecah kesunyian. “Boleh aja…! Kakak juga sukai nonton Film. Yuk kita nonton di ruangan tengah…” kataku tanpa ada berprasangka buruk DVD apa yang Angga bawa. Pada akhirnya kami berempat duduk di sofa ruangan tengah untuk siap-siap melihat. Nyatanya demikian DVD diputar, saya pernah kaget lantaran nyatanya Film yang Angga bawa yaitu Film BF kepanjangan dari Batman Forever.

Tetapi saya terus tak beranjak dari tempat duduk lantaran adegan-adegan di film itu bikin saya penasaran. Ruangan tengah itu jadi hening lantaran seluruhnya terpaku pada monitor TV. Meskipun saya tengah serius melihat, tetapi saya sadar bila mata mereka melirik ke arah pahaku. Sesudah kurang lebih 45 menit lamanya, Film itu juga selesai. “Kakak serius banget sih nontonnya tadi? ” ledek Indra. “Kayak anda tidak serius saja Ben! ” saya membalas ledekan Indra sembari tersenyum. Lalu saya mengajak mereka untuk bermain kartu sembari melihat Film tadi. sembari menanti Adikku Si Ellyn pulang. Tersebut tadi narasi dewasa Main Sembari Simak Film BF (Batman Forever)

Kami rasa cuma itu saja Narasi Dewasa Bercinta Sembari Simak Film BF yang bisa kami berikanlah pada anda, mudah-mudahan anda suka pada narasi yang baru kami berikanlah di kesempatan hari ini. Diluar itu anda dapat juga lihat narasi yang lain yang barusan kami up-date yakni Narasi Sex Di Rumah Kosong Citra Indah, barang barangkali anda tertarik untuk membaca narasi itu..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → Bercinta sambil nonton film BF

Kamis, 26 November 2015

BerawaL dari poker online

Win88bet.com Perkenalkan namaku yaitu Ani Wulandari, panggil saja Ani, umurku saat ini 38 th. dengan tinggi tubuh 160cm, berat 55kg, bra ukuran 36B. Saya telah bertemumi dengan seseorang entrepreneur populer di Indonesia serta memiliki 1 orang anak. Sekarang ini saya bekerja di ProductionHouse di daerah Ciganjur juga sebagai seseorang sekretaris. Saya paling suka pada warna merah sejak dari kecil, serta menurut rekan-temanku bila saya menggunakan warna merah, baik pakaian, rok mini atau celana merah sangatlah cantik sekali lantaran badanku putih mulus.

Hal itu lantaran saya senantiasa melindungi serta menjaga badanku tiap-tiap 1 minggu sekali baik ke SPA atau Salon langgananku. Janganlah lupa bila saya gunakan pakaian merah, rok merah pasti BH ku berwarna merah juga celana dalamku pasti merah. Saya paling sukai mencukur bulu rambut kemaluanku hingga bersih dengan kata lain gundul licin, lantaran saya sangatlah suka pada kebersihan serta dengan tanpa ada bulu rambut dikemaluanku terasa seperti bayi yang baru lahir hingga terlihat seksi menurutku, ditambah saya paling sukai memoleskan ramuan pembersih yang harum di sekitar kemaluanku.

Narasi seks paling baru | Kerjaanku semakin banyak bikin laporan serta jadwal bos lantaran saya memanglah seseorang sekretaris. Tetapi pada saat-saat spesifik saya banyak menganggur. Sewaktu menganggur seperti itu umumnya saya pakai untuk main poker ONLINE, mainan kesukaanku. Satu diantara poker ONLINE yang saya gemari yaitu Zynga – Texas Holdem Poker.

Banyak juga rekan mainku di poker on-line baik laki-laki atau wanita, serta satu diantara nama pemain yang cukup akrab serta kerap temani saya ada Cecep. Menurut dia, Dia sekarang ini tinggal di Bandung berumur 40 tahunan serta berprofesi juga sebagai fotografer serta masih tetap lajang. Makin lama makin akrab, baik dalam permainan poker atau chatting serta makin jauh sama-sama bertelepon mesra sama-sama mengungkap kehidupan pribadi semasing. Cecep atau umum saya panggil Mang Cecep yaitu pendengar yang baik, dia ingin dengan setia dengarkan curhatku berlama-lama ditelepon.

“Saya telah lama menikah dengan entrepreneur populer di Indonesia itu Mang Cecep, namun kehidupan kami HAMBAR meskipun kami telah dikaruniai dua anak laki-laki yang sehat”, begitulah awal sharing teleponku dengan Mang Cecep.

Loh kok mengapa dapat hambar demikian,

“ kata Cecep berupaya mencari akar masalahnya dari suaranya lewat telephone. Lalu dan merta saya katakan dengan jujur bahwa saya jauh dari keperluan biologis yang banyak diidamkan oleh seseorang wanita atau istri
umumnya meskipun dengan cara materi sangatlah cukup.

Pikirkan saja Mang Cecep, saya cuma dikunjungi 1 atau 2 kali dalam satu bulan di mana itupun dikerjakan dengan terpaksa sekali serta tidak ada mengetahui saat lantaran umumnya dia minta cocok kebetulan saya lagi lelah serta terus dipaksa melayani. Kerap keadaan begini berlangsung. Ketika berlibur enjoy serta tubuh saya terasa inginkan keperluan logis, dia katakan ingin enjoy dengan anak-anak. Beragam argumen tersebut yang membuatku pilih bekerja dari pada dirumah semakin merasa jemu.
Win88bet.com 

Rupanya dengan cara perasaan Mang Cecep menangkap maksudku, lantaran saya narasi jujur apa yang ada. Di akhir telephone, senantiasa saja Mang Cecep menyampaikan, janganlah lupa bila ke Bandung telephone saya ya. Diam-diam saya suka pada pribadi Mang Cecep lantaran kesabaran serta kebaikannya padaku meskipun saya sadar bahwa saya telah bertemumi. Sekurang-kurangnya Dia yaitu tempat curhatku serta tempat saya menumpahkan masalahku meskipun ada yang bisa jalan keluar maupun cuma sharing narasi.

Saya makin penasaran untuk dapat tatap mata segera lantaran sampai kini cuma melalui permainan Poker atau teleponan saja. Namun mendengar suaranya, nampaknya sangatlah baik, penyayang serta gagah. Saat yang dinantikanpun tiba, kebetulan Bos ada proyek di Bandung serta memintaku untuk temaninya sepanjang 5 hari lantaran ada Sinetron yang perlu dikerjakan serta berlokasi di Bandung. Pucuk dicinta ulam tiba, begitulah kata batinku.

Sesudah menuturkan pada suamiku, dia cukup
mengerti tugasku serta mengijinkan saya ikut
pergi ke Bandung.
Saat sebelum perjalanan menuju Bandung, saya pernah SMS ke Mang Cecep bahwa saya ada saat 5 hari di sana untuk mengikuti Bos. Kebetulan saya serta bos pergi pagi sekali serta saat acara diawali besoknya hingga siang-sore dapat bersua dengan Mang Cecep lantaran malamnya saya mesti mengikuti makan malam bos serta partnernya kelak sepanjang bekerja di Bandung.

Jam 7 pagi kami telah meluncur dari Jakarta ke Bandung. Pas jam 10an kami telah masuk lokasi Bandung serta selekasnya mobil kami meluncur ke arah Hotel di mana saya serta bos bakal bermalam. Hotel yang kami sewa yaitu Hotel Aston di jalan Braga. Sesudah kami tiba di sana, lantas kami semasing check in, bos memperoleh kamar VIP dilantai 5, sedang saya memperoleh kamar Deluxe dilantai 4. Bos memanggilku serta menyampaikan bila Dia tak dapat temaniku makan siang lantaran Dia ada janji dengan rekannya.

Sesudah masuk kamar, saya memikirkan untuk selekasnya SMS ke Mang Cecep sebatas untuk memberitahukan bahwa saya telah tiba di Bandung serta tinggal di Hotel Aston kamar 469. Sesudah SMS terkirim, saya mulai mengatur baju. Sembari enjoy saya buka kaos serta celana panjangku yang temaniku sepanjang perjalanan tadi, hingga saya cuma menggunakan BH serta CD yang keduanya berwarna hitam. Saya nyalakan AC serta TV sembari saya rebahkan tubuhku di tempat tidur sesaat, saat sebelum pada akhirnya saya bergerak ke kamar mandi.

Saya buka BH ku perlahan-lahan, nampaklah ke dua buah dadaku yang montok dengan ke-2 putingku yang masih tetap agak merah serta berputing kecil. Kuperhatikan lewat cermin, tidakkah saya ini putih, montok serta sexy, “ gumamku dalam hati. Lalu saya teruskan dengan buka CD ku, nampaklah vaginaku yang polos tanpa ada bulu rambut tampak agak menonjol serta licin lantaran kulitku yang putih bersih. Terlihat di dalam belahan vaginaku tampak daging labia yang berwarna kecoklatan, dengan sedikit cairan berwarna bening diatasnya.

Saya remas- remas puting payudaraku, sembari saya sentuh pelan-pelan bibir vaginaku, merasa seperti ada aliran aneh yang merasa nikmat ditubuhku. Selalu saya gosok-gosok vaginaku dengan sekali-kali saya masukkan sedikit ujung jari tengahku ke lubangnya, aliran seperti sengatan listrik selalu menjalari semua badanku, badanku merasa bergetar sekian kali tiap-tiap ujung jari tengahku bermain-main dilubang vaginaku. Saya setel airnya supaya sedikit lebih hangat sembari tanganku bermain di payudara serta vaginaku.

Ohhh…sangat nikmat sekali terasa, vaginaku makin merasa lebih lembab serta gatal lantaran tingkah jari-jariku sendiri. Sesudah 15 menit jari-jariku bermain di dalam vaginaku, merasa ada cairan yang meleleh hangat serta bikin sedikit lemas badanku namun terasa luar umum enaknya, hingga saya tak dapat melukiskan perasaanku sendiri. Masih tetap nikmati permainanku dalam kamar mandi, sayup-sayup saya mendengar nada ketukan dipintu kamarku.

Cepat-cepat saya kerjakan mandiku serta bergegas menuju kamar, menggunakan kaos merah, cd merah serta celana pendek di atas dengkul warna merah. Sesudah menyisir sebentar serta menggunakan wangi-wangian, lantas kubuka pintu kamarku dan….

Maaf, Apakah ini kamar Ani? Nada pria yang tampan, gagah serta sopan terdengar dari balik pintu itu sembari menjulurkan tangannya, spontan saya jawab ; “Ya benar”, yang saya balas jabatan tangan itu dengan lembut.

Di luar sangkaan jabatan tangannya yang merasa hangat serta gagah itu bikin saya sedikit gugup lantaran ada rasa nyaman sendiri. Saya, Cecep, pemuda yang umum temani Anda bermain Poker serta tempat Anda berkeluh kesah, demikian ucapnya sembari tersenyum. Silakan masuk jawabku spontan tidak ada risih sekalipun walau sebenarnya saya barusan bersua segera. Saya persilahkan dia duduk, sedang saya berupaya mengambilkan minuman yang ada pada kulkas kecil di sudut kamar pas di hadapan kursi tempat dia duduk.

Saya mengambil minuman sembari tubuhku sedikit membungkuk hingga tampak terang buah dadaku yang saya lupa lantaran terburu- buru tak pernah menggunakan BH. Saya tak mengerti bila Mang Cecep lihat ke-2 buah dadaku yang montok itu dengan terang dari kursinya. Coke yang dingin saya peroleh serta tanpa ada berniat saya jalan tersandung ujung kaki meja hingga bikin badanku terjatuh ke depan, untungnya Mang Cecep dengan sigap menangkap tubuhku serta tanpa ada berniat ke-2 buah tangannya menangkap ke-2 iris payudaraku yang saya baru menyadarinya tanpa ada pembatas kain atau BH.

Uhh saya kaget sekalian melenguh halus waktu ke-2 tangan kekar menangkap ke-2 payudaraku, merasa aliran aneh merasuki badanku serta saya seolah pasrah lantaran aliran enak yang saya alami. Mang Cecep yang membantu namun di luar sangkaannya jadi menyentuh segera ke-2 payudaraku yang tanpa ada BH itu terasa kaget serta selekasnya mohon maaf kepadaku. Maaf Ani, saya tak berniat. Saya jawab dengan salah tingkah lantaran saya masih tetap gugup, “ohh tak apa-apa”, saya suka Mang Cecep dapat membantu saya.

Serta lantaran dalam keadaan masih tetap limbung saya jadi memeluk pinggangnya, yang tentu payudaraku bersentuhan segera dengan dadanya meskipun dibatasi dengan kain kaos kami semasing. Dalam posisi itu, Mang Cecep jadi mencium keningku, serta saya biarkan. Sebagian detik lalu saya jadi kaget luar umum lantaran ada suatu ciuman yang mengarah ke bibirku, makin lama makin hangat yang bikin getaran ditubuhku makin tidak bisa kucegah.

Ciuman Mang Cecep dibibirku membuatku lupa bahwa saya sudah bertemumi. Ciuman itu merasa seperti aliran listrik yang mengurut-urut ujung bibirku, merasa enteng serta enak sekali. Tak perlu saat terlampau lama buat aku membalas ciumannya dengan lembu. Sekali-sekali mang Cecep menggigit bibirku, lalu berupaya mengambil lidahku dengan ke-2 bibirnya. Ohhh terasa nyaman sekali. Mang Cecep selalu mengulum bibirku, sembari tangannya mulai menyentuh lembut payudaraku dari luar kaosku.

Ohhh…ohhh, mang ce…. cep, oh…enak mang…., cuma kalimat itu yang terucap dari mulutku. Sembari selalu menciumi bibirku, lalu turun ke leherku di mana leherku yaitu satu diantara titik lemahku, kembali suaraku yang parau berkicau. Perlahan-lahan Mang Cecep buka kaosku serta mengangkat ke-2 tanganku untuk melepaskannya. Mang Cecep betul-betul berlaku lembut, sembari mengangkat tanganku, ketiakkupun tidak luput dari ciuman serta jilatan lidahnya, bikin saya sedikit menggelinjang kegelian.

Saat ini ke-2 bukit kembar payudaraku yang montok serta mengundang selera itu terpampang tanpa ada sehelai benangpun. Sembari buka kaosnya sendiri, Mang Cecep selekasnya mengulum-ngulum putingku dengan lembut. Saat ini kami berdua dalam situasi bertelanjang dada. Bulu-bulu halus didada mang Cecep bikin gairahku meninggi. Selekasnya saya tarik celana panjangnya, saya buka resletingnya serta benjolan dari dalam CD nya seolah telah tak sabar untuk menjinakkanku. Tampak tegang serta kelihatannya besarnya melebihi besarnya penis suamiku.

Diapun tak tahan untuk selekasnya buka celana pendek merahku hingga terlihat CD merah favoritku semakin
memperlihatkan kulitku yang putih serta bersih. Payudara serta putingku selalu jadi tujuan mulut mang Cecep. Jilatan-jilatan lidahnya diputingku membuatku selalu mendesah tidak karuan “…ohhh…ohh mang …ohhh, enak mang…”. Payudaraku merasa jadi semakin besar serta selalu mengeras mengisyaratkan gairahku makin tinggi.

Tidak ingin kalah, saya selekasnya mengeluh penis mang cecep dari luar CD nya, dengan lembut serta teratur saya elus. Semakin lama-makin menegang serta seolah ingin tumpah dari CD nya di mana kepala penisnya mulai menyeruak keluar. Ani, tolong dong turunkan CD saya, demikian pinta mang Cecep. Saya yang mulai tinggi gairah birahiku dengan cepat menurunkah CD nya hingga mang Cecep telanjang bulat dengan penisnya yang tegang serta sangat besar. Saya taksir panjangnya seputar 18 cm dengan diameter 5 cm, 5 cm lebih panjang serta 1 cm semakin besar dari mempunyai suamiku.

Selekasnya saya usap-usap dengan tanganku, lalu selang beberapa saat saya cium serta jilat ujung kepala penisnya. Hal semacam itu bikin badan mang Cecep bergetar. Tiap-tiap saya jilat ujung kepala penis dengan lidahku, badan mang Cecep bergetar. Saya variasikan dengan kuluman lembut hingga batangnya ada dalam rongga mulutku kian lebih 1/2 panjang penisnya.

Saya hisap-hisap, saya jilat ujung kepala penisnya serta bunyi “ummmm.. ummm” terdengar dari mulutnya. Saat itu juga tangan mang Cecep menarik badanku, menggendongku serta merebahkanku di tempat tidur. Sesaat mang Cecep memandangi badanku yang putih, bersih serta montok itu untuk lalu menindihku sembari menyerang bibirku dengan ganas, dikulum, digigit serta lidahku seolah-olah ditarik dengan ke-2 bibirnya bikin badanku bergerak tidak teratur kekiri kekanan sembari selalu mendesah “ohh…ohhhh… ohh mang Ce…cep, ohhh”. Serangan mang Cecep berlanjut kearah leher.

Semua leherku habis dijilatin dengan lidahnya yang bikin saya makin horny. Serangannya turun ke arah ke-2 putingku yang selalu dikulum, digigit serta dijilatin bertukaran puting kiri, kanan serta ke-2 nya terlihat membengkak. Tidak lama jilatannya turun ke perutku sembari tangannya dengan cara perlahan-lahan turunkan CD merahku. Tak menanti terlampau lama CD merahku dilempar tak tahu kemana, serta mang Cecep sedikit terperanjat merasakan vaginaku bersih tanpa ada sehelai bulu rambutpun.

Saya yang telah tinggi birahiku pernah ajukan pertanyaan : “Kenapa Mang? ”, dengan mata nanar serta mengagumi akan mang Cecep menjawab, vaginamu sangatlah indah, mengundang selera serta bikin penisku berdenyut- denyut Ani. Ohhhh sungguh sangatlah mujur saya dapat menjilati serta meng-entotmu kelak.

Memperoleh jawaban seperti itu, sungguh melayang perasaanku, diimbangi dengan jilatan lidah mang Cecep mulai menyentuh vaginaku. Saya melenguh sembari mengangkat sedikit pantatku, jilatan-jilatan lidah mang Cecep membuatku bergelinjang hebat. Terkadang vaginaku di buka sedikit dengan ke-2 jarinya, lalu lidahnya menyusuri kulit-kulit sensitive di dalam vaginaku.

Ohhh…ohhh. oohhh mang…eee….. nak mang…ohhh enak…, cuma rancauan seperti itu yang dapat saya katakan. Jari-jari mang Cecep mulai memainkan klitorisku…, merasa bakal ada cairan yg bergerak maju untuk keluar dari liang vaginak. Oohhh mang ce…cep…ohhh mang…oh mang saya mau…. oh…, sewaktu saya ingin mengeluarkan cairan mang Cecep hentikan kegiatannya, serta bikin saya sedikit kecewa. Nyatanya kekecewaanku salah lantaran, tidak lama kemudian ada benda besar yang nyatanya penis mang Cecep itu mulai masuk ke liang vaginaku.

Pelan namun pasti perasaanku jadi lebih enak, lebih nikmati permainan itu. Perlahan penis mang Cecep menyeruak vaginaku, yang bikin vaginaku makin gatal serta selalu berdenyut denyut. Penis mang Cecep jauh merasa lebih mantab serta enak penuhi liang vaginaku di banding suamiku lantaran baik panjang serta diameternya melebihi penis suamiku.

Mang…ohhhh…mang…ohhh, nada lenguhanku lantaran penis mang cecep selalu menggenjot-genjot liang vaginaku. Terkadang pelan, terkadang tengah serta lalu cepat gerakannya bikin badanku selalu bergelinjang. Tidak lupa mulut mang Cecep selalu menyerbu payudaraku hingga saya hampir-hampir melayang lantaran keenakan permainan mang Cecep itu.

Genjotan-genjotan itu bikin vaginaku makin lama makin mengeras serta menjepit penis mang Cecep. Vaginaku seolah-olah menyedot-nyedot ujung kepala penisnya, bikin gerakan mang Cecep makin cepat. Gerakan penis mang Cecep yang menggenjot vaginaku makin lama makin cepat bikin reaksi badanku tidak teratasi. bBergerak kekiri-kekanan, ohhh…mang ohhhh mang oh…. mang ce…cep…, mang saya mau… ohhhh mang, saya tak kuat ohhh mang…oh
mang…. saya ingin sam…pai mang oh.

Tanpa ada memperdulikan eranganku, mang Cecep meningkatkan selalu gerakannya, bikin saya telah tak kuat

serta oh…. mang…ohhhhhhhhhh, mang…terdengar nada mang Cecep. Tahan sebentar Ani, saya juga ingin keluar habis vaginamu sangatlah enak, peret serta menyedot-nyedot ujung kepala penisku. Mari mang kita mengeluarkan berbarengan ya…ohhhhh mang. Vaginaku makin berdenyut-denyut, mengeras serta selalu jadi tambah gatal merasa selalu menyedot kepala penis mang Cecep.

Sesaat mang Cecep terasa penisnya menyentuh liang-liang rahim dalam vagina Ani serta merasa makin geli dibuatnya ditambah vagina Ani merasa makin menyedot-nyedot ujung kepala penis nya serta sebagian waktu lalu : “oohhhh Ani.. Ohhhhh Ani, Mang Ce.. cep ingin ohhhhhh ingin keluar ohhhh, serta crott…crot.. crotttttt”. Kami berdua berpelukan erat lalu melenguh panjang berbarengan, bersamaan cairan peju putih kami berdua mengalir seperti air yang tidak tertahan dari bendungan.

Kami berdua alami orgasme yang berbarengan serta ini yaitu kesenangan yang belum pernah saya peroleh sepanjang menjadi
suami entrepreneur populer itu. Kami diam sesaat, lalu mang Cecep menggendong saya ke kamar mandi. Mang Cecep dengan telaten memandikanku. Menggosok-gosok payudaraku, menjilati ke-2 putingku serta selalu menggosok-gosok liang vaginaku sesudah diguyur air lalu menjilati vaginaku dengan lidahnya.

Ohhhh merasa melayang badanku ini. Sembari sama-sama gosok, berciuman, kamipun lakukan jalinan tubuh
kembali di kamar mandi dengan di bawah guyuran air hangat dari shower. Vaginaku yang tanpa ada bulu rambut itu merasa semakin gatal serta cairan kental mengalir dari liang-liang kewanitaanku dan…ohhh nikmatnya bercinta dengan rekan main Poker on-line ku. Terima kasih Zynga Texas Holdem Poker. Saya sungguh ketagihan bakal permainanmu..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210
Readmore → BerawaL dari poker online