Translate

Minggu, 29 November 2015

Bercinta sambil nonton film BF

Win88bet.com di kesempatan ini kami mau coba memberi pada anda suatu narasi sex paling baru, mungkin saja saja ada di antara anda yang sukai membaca tentang narasi yang berbau porno. Karenanya kami mau memberi sedikit narasi ini, segera saja bila demikian anda saksikan Narasi Dewasa Bercinta Sembari Simak Film BF yang bakal kami berikanlah berikut ini.
Narasi Dewasa Bercinta Sembari Simak Film BF
Awal cerita ini berawal waktu Ellyn, adikku yang paling bungsu, bakal kerjakan pekerjaan grup dengan rekan-rekan kampusnya dirumah. Ellyn memanglah dikaruniai muka yang cantik ditambah dengan dandanannya yang modis, hingga tak heran banyak rekan-rekan kampusnya yang naksir kepadanya, meskipun mereka tau bila sekarang ini Ellyn telah mempunyai pacar. Hari itu saya yang tengah libur kerja bersantai-santai dirumah sembari bermain Handphone.

Waktu itu semua keluargaku, terkecuali Ellyn, tengah pergi ke Mal untuk beli kepentingan bulanan. Saya tak berkeinginan turut dengan mereka lantaran saat ini tengah tanggal tua. “Teh, Ellyn keluar sebentar ya! Ingin ke rumah rekan dahulu. Kelak bila ada telephone dari rekan Ellyn yang namanya Indra, suruh segera datang ke rumah saja. Dia ingin ngerjain pekerjaan universitas bareng Ellyn…” kata Ellyn yang telah tampak siap ingin pergi. “Ok deh adikku yang cantik…! ” candaku. “Makasih ya Teh…” jawab Ellyn sembari tersenyum lalu bergegas pergi. Tak lama sesudah Ellyn pergi, telephone rumah berdering. Saat saya angkat nyatanya dari satu diantara rekan Ellyn yang bernama Indra. Sesuai sama pesan Ellyn, jadi saya menyuruh Indra untuk segera datang saja ke rumah.

Seputar 20 menit lalu, kudengar ada nada ketokan di pagar depan rumahku. Sesudah saya buka pintu rumah untuk lihat siapa yang datang, nyatanya ada 3 orang anak muda tengah berdiri di depan pagar rumahku. “Maaf, ingin cari siapa ya? ” tanyaku. “Saya Indra, teman kampusnya Ellyn. Ellynnya ada Kak? ” jawab satu diantara mereka. Nyatanya Indra tak datang sendirian, tetapi dengan dua orang yang lalu saya tau mereka juga rekan kelompoknya Ellyn. “Ellyn masih tetap dirumah rekannya. Tunggulah didalam saja yah, mungkin saja sebentar lagi Ellyn pulang…” kataku mempersilahkan masuk. “Makasih Kak…” sahut mereka nyaris berbarengan. “Dasar Ellyn! Rekannya kok cowok seluruhnya sih…” gumamku pelan waktu mereka tengah buka pintu pagar. Sesudah berteman, saya baru tau nama dua orang rekan Ellyn yang lain, yakni Angga serta Alex.

Dengan cara fisik, mereka wajahnya biasa-biasa saja. Indra berkulit sawo masak, kurus, memiliki rambut cepak serta dekil. Sedang Angga serta Alex tak jauh tidak sama dengan Indra, namun mereka berkulit lebih hitam, keduanya memiliki rambut keriting. Menurutku mereka seluruhnya lebih serupa berandalan dari pada mahasiswa. Meskipun saya tak pilih-pilih dalam berteman, namun saya jadi terasa risih dengan tampilan mereka. “Kok Ellyn ingin sih berteman dengan mereka…” pikirku dalam hati. Sebatas berbasa-basi, saya temani mereka bercakap di ruangan tamu. Awal mulanya percakapan kami cuma di seputar aktivitas universitas mereka saja. Hari itu saya menggunakan kaos longgar warna krem tanpa ada bra dengan bawahan celana pendek ketat warna putih. Pada saat mengobrol, kadang-kadang saya menangkap mata mereka melirik ke arah dada serta pahaku.

Namun lantaran mereka yaitu rekan-rekan adikku, jadi saya berpikiran positif saja. Terlebih umur mereka juga baru 18 tahunan, jadi masih tetap anak kecil menurutku. “Kok kakak tidak turut pergi sama keluarga? Tidak bosen dirumah sedirian…? ” bertanya Alex. “Kakak lagi malas turut. Lagian banyak godaan jika simak beberapa barang bagus. Kakak takut boros nih…” candaku. “Emang Kak Rena ngapain saja jika lagi sendirian gini? Tidak takut ada orang masuk apa? Untung saja kami dateng ya. Jadi dapat jagain Kak Rena deh…” kata Indra bercanda. Saya menjawab dengan sedikit menggoda “Bener nih ingin jagain kakak? Ya telah jika gitu temanin kakak saja ya hingga Ellyn pulang…”

Win88bet.com
Mereka juga malu-malu mendengar jawabanku, mungkin saja lantaran mereka lihat wajahku yang seperti cewek pendiam, tetapi nyatanya dapat pula menggoda mereka. Sesudah sama-sama pandang sesaat, mereka bertiga pada akhirnya sepakat untuk temaniku hingga Ellyn pulang. Mungkin saja semula mereka terasa sungkan berlama-lama lantaran Ellyn tak ada dirumah, tetapi pikiran mereka beralih sesudah saya berlaku ramah. Saya lalu menyuguhkan minuman serta kue enteng buat mereka. Saya pernah rasakan mata mereka tengah lihat ke arah dada yg tidak terbungkus bra waktu saya tengah menunduk untuk menyimpan mimuman diatas meja. Terlebih kaos yang saya gunakan waktu itu longgar, hingga panorama itu pasti bikin mereka menelan ludah. Namun saya saat bodoh dengan hal itu.

Sesudah lama terlibat perbincangan, nyatanya mereka seluruhnya orangnya ramah serta enak di ajak bercakap dari mulai tema yang enteng hingga obrolan-obrolan yang agak serius. Sembari makan serta minum kami mengobrol serta bercanda panjang lebar. Tengah asik-asyiknya mengobrol, saya mendengar bunyi SMS masuk ke HP-ku. Nyatanya dari Ellyn yang berisikan dia bakal pulang seputar 2 jam lagi, lantaran masih tetap ada masalah dengan rekannya. Sesudah memberi tahu ke Indra, Alex serta Angga, nyatanya mereka tak keberatan untuk menanti sepanjang itu. Lalu kami meneruskan percakapan yang pernah terputus.

Di dalam percakapan Indra ajukan pertanyaan “Kalo kakak pacaran ngapain saja sih? ” “Kayak orang pacaran umum saja. Paling nonton sama makan aja…” jawabku. “Bukan itu maksud Indra Kak. Tujuannya hingga sejauh mana pacarannya? ” bertanya Indra lagi yang kelihatannya belum senang dengan jawabanku baru saja. “Oh itu maksud anda Ben? Bila kakak sih pacarannya paling hingga hanya ciuman saja. Hayoo pasti anda telah mikir yang beberapa macam ya!? ” saya berniat berkata seperti itu supaya bikin mereka jadi salah tingkah. Benar saja seperti sangkaanku tadi, demikian mendengar jawabanku baru saja muka mereka juga mulai memerah lantaran malu.

Lalu lantaran takut saya geram disebabkan pertanyaan Indra tadi, mereka seluruhnya cuma tertunduk tanpa ada berani bicara sepatah kata juga. Situasi ruang yang semula ramai oleh percakapan kami berempat mendadak jadi sepi. “Kak Rena, bosen nih bercakap sembari makan doang. Bisa nonton DVD tidak? Kebetulan Angga bawa Film bagus neh…” kata Angga memecah kesunyian. “Boleh aja…! Kakak juga sukai nonton Film. Yuk kita nonton di ruangan tengah…” kataku tanpa ada berprasangka buruk DVD apa yang Angga bawa. Pada akhirnya kami berempat duduk di sofa ruangan tengah untuk siap-siap melihat. Nyatanya demikian DVD diputar, saya pernah kaget lantaran nyatanya Film yang Angga bawa yaitu Film BF kepanjangan dari Batman Forever.

Tetapi saya terus tak beranjak dari tempat duduk lantaran adegan-adegan di film itu bikin saya penasaran. Ruangan tengah itu jadi hening lantaran seluruhnya terpaku pada monitor TV. Meskipun saya tengah serius melihat, tetapi saya sadar bila mata mereka melirik ke arah pahaku. Sesudah kurang lebih 45 menit lamanya, Film itu juga selesai. “Kakak serius banget sih nontonnya tadi? ” ledek Indra. “Kayak anda tidak serius saja Ben! ” saya membalas ledekan Indra sembari tersenyum. Lalu saya mengajak mereka untuk bermain kartu sembari melihat Film tadi. sembari menanti Adikku Si Ellyn pulang. Tersebut tadi narasi dewasa Main Sembari Simak Film BF (Batman Forever)

Kami rasa cuma itu saja Narasi Dewasa Bercinta Sembari Simak Film BF yang bisa kami berikanlah pada anda, mudah-mudahan anda suka pada narasi yang baru kami berikanlah di kesempatan hari ini. Diluar itu anda dapat juga lihat narasi yang lain yang barusan kami up-date yakni Narasi Sex Di Rumah Kosong Citra Indah, barang barangkali anda tertarik untuk membaca narasi itu..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210

0 comments:

Posting Komentar