Translate

Selasa, 10 November 2015

Dosen perempuan dan pembantunya !!

Win88bet.com -  pada saat ujian tengah semester di beri warna rintikan hujan disepanjang jalan temaniku menuju ketempat itu, saya di panggil ke rumah dosen wanita yang masih tetap agak muda, seputar 26 th.. body asik dilihat mata, lurus sebahu rambutnya. Ia juga lulusan dari perguruan tinggi itu. Di panggil ke tempat tinggalnya lantaran saya disuruh untuk mengatur kepentingan dia, lantaran dia bakal ke luar kota. Malam harinya saya juga ke tempat tinggalnya seputar jam 7 malam. Waktu itu tempat tinggalnya cuma ada pembantu (yang juga masih tetap muda serta cantik). Suaminya saat itu belum pulang dari rapat di puncak. Automatis keadaan rumah lagi sepi, cuma wanita-wanita tok penghuninya.

Waktu saya buka pintu tempat tinggalnya, saya agak terbelalak lantaran dia menggunakan gaun tidur yang tidak tebal, hingga tampak payudara yang menyumbul keluar. Waktu saya cermati, dia nyatanya tak menggunakan BH. Tampak waktu itu buah dadanya yang masih tetap tegar berdiri, tak turun. Putingnya juga tampak besar serta kemerahan, kelihatannya mempunyai ukuran seputar 36B.

Pada saat saya tengah memerhatikan Dosen saya itu, saya kepergok oleh pembantunya yang nyatanya dari tadi memerhatikan saya. Sebentar saya jadi gugup, namun lalu pembantu itu jadi mengedipkan matanya pada saya, serta setelah itu ia memberi minuman pada saya. Waktu ia berikan minum, belahan dadanya jadi tampak (lantaran bajunya agak pendek), serta sama dengan dosen saya ukurannya juga besar.

Lalu dosen saya yang telah duduk di depan saya berkata, (mungkin saja lantaran saya lihat belahan dada pembantu itu) “Kamu pingin ya “nyusu” sama buah dada yang sintal..? ”
Saya juga tergagap serta menjawab, “Ah… tidak kok Bu..! ”
Lantas dia katakan, “Nggak ayah kok jika anda pingin.., Ibu juga bersedia nyusuin anda. ”
Mungkin saja lantaran ia saya anggap bercanda, saya katakan saja, “Oh.., bisa juga tuh Bu..! ”

Tanpa ada disangka, ia juga mengajak saya masuk ke ruangan kerjanya.
Waktu kami masuk, ia berkata, “Andre, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..! ”
Lalu saya menurut saja, saya saksikan punggungnya. Lantaran tak ada apa-apa, saya katakan, “Nggak ada apa-apa kok Bu..! ”
Namun tanpa ada diduga, ia jadi buka seluruhnya gaun tidurnya, dengan terus membelakangiku. Saya saksikan punggungnya yang demikian mulus serta putih. Lalu ia menarik tangan saya ke payudaranya, oh sungguh kenyal serta besar. Lalu saya merayap ke putingnya, serta benar perkiraan saya, putingnya besar dam masih tetap keras.

Lalu ia membalikkan badannya, ia tersenyum sembari buka celana dalamnya. Tampak di seputar kemaluannya banyak ditumbuhi bulu yang lebat.
Lalu saya berkata, “Kenapa Ibu buka baju..? ”
Ia jadi berkata, “Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan saya malam ini, bila butuh sampai pagi. ”
Lantaran saya mau juga rasakan badannya, saya juga tanpa ada basa-basi selalu menciuminya serta buah dadanya. Saya hisap sampai ia terasa kegelian. Lalu ia buka baju saya, ia juga terbelalak waktu ia lihat batang kejantanan saya.
“Oh, sangatlah besar serta panjang..! (lantaran ukuran penis saya memanglah besar, seputar 17 cm serta berdiameter 3 cm) ”
Dosen saya juga telah mulai tampak atraktif, ia mengulum penis saya sampai biji kemaluan saya.
“Ah.. ahh Bu… enak sekali, selalu Bu, saya belum pernah dihisap seperti ini..! ” desah saya.
Lantaran dipuji, ia juga selalu semangat memaju-mundurkan mulutnya. Saya juga meremas-remas selalu buah dadanya, nikmat sekali kata dosen saya. Lalu ia mengajak saya untuk mengubah posisi serta membuat posisi 69.

Saya selalu menjilati vaginanya serta selalu memasukkan jari saya.
“Ah.. Andre, saya telah tidak kuat nih..! Cepat masukkan penismu..! ” tuturnya.
“Baik Bu..! ” jawab saya sembari coba memasukkan batang kemaluan saya ke liang senggamanya.
“Ah.., nyatanya sempit juga ya Bu..! Tidak sering dimasukin ya Bu..? ” bertanya saya.
“Iya Andre, suami Ibu tidak sering bercinta dengan Ibu, karenanya Ibu belum mempunyai anak, ia juga sebentar permainannya. ” jawabnya.
Lalu ia selalu menggelinjang-gelinjang waktu dimasukkannya penis saya sembari berkata, “Ohh… ohhh… besar sekali penismu, tak masuk ke vaginaku, ya Ndre..? ”
“Ah tidak kok Bu.. ” jawab saya sembari selalu berupaya memasukkan batang keperkasaan saya.
Lalu, untuk melonggarkan lubang vaginanya, saya juga memutar-mutar batang kemaluan saya serta mengocok-ngocoknya dengan harapan melonggarkan liangnya. Serta benar, lubang senggamanya mulai buka serta batang kejantanan saya telah masuk setengahnya.

“Ohhh… ohhh… Selalu Ndre, masukkan selalu, janganlah sangsi..! ” tuturnya memohon.
Sesudah memutar serta mengocok batang kejantanan saya, pada akhirnya masuk juga rudal saya seluruhnya ke liang kewanitaannya.
“Oohh pssfff… aha hhah.. ah…” desahnya yang diikuti dengan teriakannya, “Oh my good..! Ohhh..! ”
Saya juga mulai mengocok batang kemaluan saya keluar masuk. Tak hingga semenit lalu, dosen saya telah keluarkan cairan vaginanya.
“Oh Andre, Ibu keluar…” merasa hangat serta kental sekali cairan itu.
Cairan itu juga mempermudah saya untuk selalu memaju-mundurkan batang keperkasaan saya. Lantaran cairan yang dikeluarkan terlampau banyak, terdengar bunyi, “Crep.. crep.. sleppp.. slepp.. ” sangatlah keras. Lantaran saya mengerjakannya sembari menghadap ke arah pintu, hingga terdengar hingga ke luar ruangan kerjanya.

Win88bet.com 

Waktu itu saya pernah lihat pembantunya mengintip permainan kami. Nyatanya pembantu itu tengah meremas-remas payudaranya sendiri (mungkin saja lantaran bernafsu lihat permainan kami). Oh, begitu bahagianya saya sembari selalu mengocok batang keperkasaan saya maju mundur di liang vagina dosen saya. Saya juga lihat tontonan gratis tingkah pembantunya yang masturbasi sendiri, serta saya baru kesempatan ini lihat wanita masturbasi.

Sesudah 15 menit bermain dengan posisi saya ada di atasnya, lalu saya menyuruh dosen saya geser ke atas saya saat ini. Ia juga tampak agresif dengan posisi seperti itu.
“Aha.. ha.. ha…” ia berkata seperti tengah bermain rodeo diatas badan saya.
15 menit lalu ia nyatanya orgasme yang ke-2 kalinya.
“Oh, cepat sekali dia orgasme, walau sebenarnya saya belum sekalipun orgasme. ” batin saya.

Setelah orgasmenya yang ke-2, kami bertukar posisi kembali. Ia diatas meja, sedang saya berdiri di depannya. Saya selalu bermain lagi hingga rasakan batas dinding rahimnya.
“Oh.. oh.. Andre, pelan-pelan Ndre..! ” tuturnya.
Nampaknya ia memanglah belum pernah dimasukan batang kemaluan suaminya sampai sedalam ini. 15 menit lalu ia nyatanya alami orgasme yang ketiga kalinya.
“Ah Andre, saya keluar, ah… ah… ahhh… nikmat..! ” desahnya sembari memuncratkan kembali cairan kemaluannya yang banyak itu.

Kemudian ia mengajak saya ke bath-tub di kamar mandinya. Ia mengharapkan supaya di bath-tub itu saya bisa orgasme, lantaran ia nampaknya tak mampu lagi membalas permainan yang saya berikanlah. Di bath-tub yang di isi 1/2 itu, kami mulai memakai sabun mandi untuk mengusap-usap tubuh kami. Lantaran dosen saya sangatlah suka diusap buah dadanya, ia tampak terus menerus bergelinjang. Ia membalasnya dengan meremas-remas buah kemaluan saya memakai sabun (dapat pembaca rasakan enaknya apabila buah zakar diremas-remas dengan sabun).

Sesudah 15 menit kami bermain di bath-tub, kami pada akhirnya berdua meraih klimaks yang ke empat untuk dosen saya serta yang pertama untuk saya.
“Oh Andre, saya ingin keluar lagi..! ” tuturnya.
Sesudah merasa penuh di ujung kepala penis saya, lalu saya mengeluarkan batang kejantanan saya serta lalu keluarkan cairan lahar panas itu diatas buah dadanya sembari mengusap-usap lembut.

“Oh Andre, engkau sungguh kuat serta partner bercinta yang dahsyat, engkau tak cepat orgasme, hingga saya bisa orgasme berulang-kali. ini pertama kalinya bagiku Andre. Suamiku umumnya cuma bisa membuatku orgasme sekali saja, terkadang tak sekalipun. ” tutur dosen saya.
Lalu lantaran kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub itu, serta saya keluar ruangan kerjanya masih juga dalam situasi bugil coba mengambil baju saya yang berantakan disana.

Diluar ruangan kerjanya, saya saksikan pembantu dosen saya tergeletak di lantai depan pintu ruang itu sembari memasukkan jari-jarinya ke vaginanya. Lantaran lihat badan pembantu itu yang juga montok serta putih bersih, saya mulai memikirkan apabila saya bisa bersetubuh dengannya. Yang menarik dari badannya yaitu lantaran buah dadanya yang besar, seputar 36D. Pada akhirnya saya pikir, biarlah saya main lagi di ronde ke-2 berbarengan pembantunya. Pembantu itu juga nampaknya bergairah sesudah lihat permainan saya dengan majikannya.




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210

0 comments:

Posting Komentar