Kami hingga di puncak, yakni di suatu lokasi wisata populer di Medan, namanya Brastagi yang berhawa dingin serta sejuk. Lantaran kami telah HOT, Dia berbisik ketelingsaya, “Bang.. kita nginap saja yah? ” pintanya.
“Di mana? ” katsaya heran.
“Di Hotel saja. ”
saya tidak paham Hotel apa yang di maksudkan, saya cuma menurut saja. Dia yang membawa jalan.
“Terus saja Bang, kelak hingga di tikungan belok kanan Bang. ” pintanya.
saya saksikan memanglah di samping kanan ada Hotel yang megah. Dia menyuruh belok. Maklumlah, saya baru 2 x ke daerah yang kami menuju. Saat itu saya berbarengan rekanku mendaki gunung yang namanya gunung Sibayak. saya belokkan mobil, saya mencari tempat parkir yang aman, kami turun serta masuk ke Hotel itu. Bila tak salah, Hotel itu namanya Hotel Sibayak lantaran terang terpampang papan nama Hotel itu. Sesudah kami masuk serta pesan kamar, kami diantar room-man. Lantaran bangkit lagi napsu yang tertu
nda itu, demikian masuk kamar, saya kunci pintu. Kudekap serta kupeluk Dia. Kami berciuman serta berguman di ranjang.
![]() |
| Win88bet.com |
“Hemm.. ouuhh.. ” desisnya, serta saya buka perlahan baju dan BH-nya sampai polos.
saya kulum serta kuremas buah dadanya yang lumayan gede dengan pucuk yang berwarna merah muda, selalu saya kulum kiri serta kanan.
Dia berdesis seperti ular, “Uhh.. ahh.. ouuhh.. ”
Dari lehernya, saya jilatin, selalu turun ke perut serta semakin ke bawah perlahan. saya buka celana jeans yang dia gunakan sampai terlepas serta saya saksikan Dia menggunakan celana dalam berwarna putih. Perlahan, saya buka sampai terpampang di depanku suatu bukit yang di tumbuhi rimba yang demikian lebat. saya sibak rimba itu, kuciumi serta kujilat.
“Ouuhh.. ahh.. yahh.. ouugg.. ” desisnya.
saya makin nafsu serta saya buka baju dan celansaya hingga kami keduanya sama bugil.
Batang kejantananku yang telah dari tadi tegang semakin keras tegangnya mau mencari tujuan. Serta kujilat memeknya serta kelentitnya yang muncul dengan mendadak disebabkan napsunya semakin mencapai puncak.
“Ahh.. ouugg.. ahh.. yaahh.. ” desisnya selalu.
saya jilat selalu kelentitnya.
“Bangg.. sayau.. tidak.. tahann.. mauu.. ”
Dia meraih klimaks, saya jilat selalu. Merasa asin air yang keluar dari memeknya. saya buka pahanya lebar-lebar serta perlahan saya bimbing batang kejantananku ke memeknya. Kuarahkan cocok di memeknya, saya dorong perlahan.
Dia kesakitan, “Aduhh.. bangg sakit.. ”
saya berhenti sesaat lantaran Dia kesakitan. Kuulangi lagi doronganku dengan perlahan-lahan serta pasti.
“Slupp.. ” sempit sekali memeknya sampai batang kejantananku tak dapat masuk. saya dorong ke-2 kalinya, “Slupp.. ” cuma ujung kepala batang kejantananku saja yang masuk. saya dorong selalu namun kesempatan ini lebih kuat.
“Slupp.. slupp.. bluss.. plopp.. ” masuk batang kejantananku seluruhnya ke memeknya.
saya lihat darah keluar dari memeknya. Nyatanya Dia masih tetap “virgin” (perawan).
Dia kesakitan, “Aduhh.. bangg.. sakitt.. bangg.. ”
saya diamkan sesaat batang kejantananku didalam memeknya serta saya kulum buah dadanya yang menjulang lantaran nafsunya. saya maju-mundurkan lagi batang kejantananku perlahan saya mendengar Dia mengaduh lagi, “sakit bang.. pedih.. namun enak bang.. ” gumannya.
Selalu saya maju-mundurkan batang kejantananku.
“Auoo.. ahh.. yahh.. aoouupp.. yaa.. selalu bang.. enak bangg.. yahh.. ” Dia klimaks ke-2 kalinya.
saya selalu menyodok memeknya maju mundur.
“Ohyahh.. ouhh.. yahh.. ” desisnya.
Seperti ada yang meyedot batang kejantananku dari dalam memeknya. saya semakin cepat menyetubuhinya, sampai ada yang mengalir didalam batang kejantananku hingga ke ujung batang kejantananku. saya dorong selalu.
“Yahh.. aouuhh.. yaa.. ” desisku, lantaran mendadak alirannya makin kuat naik ke kepala batang kejantananku, saya picu selalu.
“Yahh.. aouuhh.. yess.. ouugg.. yahh.. saya mauu.. ” tidak pernah kulanjuti lagi kata-katsaya, mendadak, “Croott.. croott.. croott.. ” maniku keluar banyak, saya tembakkan didalam memeknya.
Dia berdesis, “Ouhh.. yahh.. uugghh.. ouhh.., ” nyatanya Dia ingin klimaks lagi.
Serta Dia pegang erat leherku, Dia mencengkram erat sekali hingga ada sisa kukunya di leherku.
“Yahh.. ouhh.. ya.. yaee.. yaa.. ” Dia klimaks lagi ketiga kalinya.
Kubiarkan batang kejantananku didalam memeknya. saya berbaring diatas badannya sesaat. Lantaran kelelahan, kami istrahat sesaat. saya kecup kening serta bibirnya serta saya balikkan tubuhnya hingga Dia ada diatas dadsaya serta batang kejantananku tak saya cabut dari memeknya. Kami tertidur lantaran lama kami bergelut, kurang lebih 2 jam lamanya hingga jam 3 pagi. saya terbangun serta mendadak batang kejantananku bangkit kembali. saya balikkan badannya pas dibawah saya. saya sodok lagi memeknya. Dia terbangun serta saya sodok selalu memeknya.
“Slupp.. slup.. slupp.. ”
Tak lama, “Ouuhh.. yahh.. croott.. croott.. crott, ” maniku keluar lagi, saya lemas serta tertidur di sampingnya sapai pagi.
saya terbangun pada pukul 9 pagi. saya bangunkan Dia serta kami mandi berbarengan. Kami melsayakan lagi di kamar mandi hingga senang. Kemudian kami bersiap-siapa untuk keluar dari hotel itu serta kami bayar duit sewa hotel.
Kami jalan-jalan di seputar daerah kota Brastagi. Kami hingga di daerah yang belum pernah saya ke sana, bila tak salah namanya Kaban jahe. Kami keliling-keling kota serta kami pulang ke Medan. Kami selalu bermesraan, Dia merangkulkan tanganya di leherku, dia cium mesra bibirku hingga saya tak dapat bernafas. Mendadak di depan ada mobil yang berlawanan arah ingin nabrak mobil kami. saya banting setir ke kiri hingga kami selamat dari maut. Kemudian Dia tak berani menciumi saya lagi lantaran tsayat. Lalu kami berhenti di daerah yang bila tak salah namanya Penatapan. Beberapa orang di daerah sana meyebutnya demikian lantaran beberapa orang disana melihat-lihat. Sesudah kami senang melihat-lihat kami meneruskan perjalan kembali pada Medan serta mobil kami selalu meluncur mulus hingga di Medan.
saya berhentikan mobil kami di depan tempat kostku. saya membawa Dia masuk ke serta saya perkenalkan pada nenek dan cucu yang memiliki kost. Mereka menyongsong dengan ramah. saya membawa masuk ke kamar kost saya yang memiliki ukuran 3×4 luasnya. saya kunci pintu kamar. saya peluk Dia, kucium, serta kuremas dadanya yang menantang.
Dia membalas dengan desis nada nafsunya, “Aouuhh.. ahh.., ” kami bergumul sepanjang 20 menit.
Kubuka seluruhnya pakainya, Dia juga buka pakainku sampai kami keduanya sama polos. Batang kejantananku yang telah tegang dari tadi kuarahkan ke memeknya yang masih tetap sempit, maklum lantaran baru hilang perawanya.
saya tujukan batang kejantananku pas di memeknya, “Slupp.. slerr.. slupp.. blees.. ” masuk telah batang kejantananku. saya sodok selalu.
Dia berdesis lagi, “Aouhh.. yahh.. ”
Lantaran saya tsayat terdengar sama nenek serta cucu yang mempunyai rumah, saya sumbat mulutnya gunakan mulutku sampai Dia tak dapat bertemura. Selalu saya sodok memeknya, “Auohh.. ahh.. ahh.. Bangg.. saya ingin keluar nih.. ”
saya picu selalu hingga Dia klimaks, “Serr.. ” Dia kelimax merasa di kepala batang kejantananku. saya masuki selalu memeknya tampa henti hingga klimaks.
“Aouh.. yaa.. ouh.. ” nada desisan nafsuku.
saya picu selalu batang kejantananku hingga, “Croott.. croott.. ” saya mengeluarkan maniku didalam memeknya.
Kami keduanya sama senang serta tertidur sesaat Lalu saya berbenah diri, Dia juga. saya antar Dia pulang kerumahnya serta saya kembali pada tempat kostku..
Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210

0 comments:
Posting Komentar