Translate

Rabu, 18 November 2015

Baru jadian lansung ML !!!

Win88bet.com  Narasi kesempatan ini datang di narasi yang sangat hot yang bisa dikaji maupun di baca yang memanglah silakan sendiri tunjukkan lantaran alur narasi nya cukup seru serta biki sahabat penasaran yang saya bisa dari situs (blog) lain. Ingin tau cerita narasi hot dewasa kesempatan ini silakan segera saja tak perlu menanti berlama-lama lagi dikaji diabwah ini. Namun ingat narasi ini kemungkinan hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan tempat, nama serta narasi kemungkinan cuma kebetulan saja.

Narasi Hot Dewasa
Perkenalkan, namaku Brian, Saya mau bercerita perihal apa yang pernah berlangsung di kehidupanku waktu masih tetap duduk di banggku SMA. Saya mempunyai sebagian rekan wanita yang lumayan cantik serta seksi pada saat di SMA waktu itu saya ada di bangku kelas 3 disalah satu sekolah swasta, saya mempunyai satu rekan wanita yang sangatlah akrab denganku. Bahkan juga rekan-temanku yang lain menduga kami pacaran. Ia sesungguhnya mempunyai pacar yang tambah lebih tampan dariku apabila dibanding denganku sangatlah tak setara. Nyaris setiap waktu setelah pulang dari sekolah saya senantiasa bersamanya seperti pepatah yang menyampaikan di mana ada gula, disitu ada semut. Rekanku ini bernama Riasya. Saya kerap memanggilnya Ria supaya lebih gampang di ucap, tetapi tidak kerap ku mengolok namanya dengan panggilan Ass (pantat). Memanglah sepintas bokongnya demikian seksi serta sintal, padat menggairahkan. Kulitnya kuning langsat dengan dengan bentuk badan yang ideal ramping, rambutnya panjang terurai serta bibirnya tidak tebal kecil, dadanya masih tetap demikian mini untuk telapak tanganku.

Win88bet.com  

Jujur saya lebih sukai ia kenakan celana pendek style lelaki di banding memakai rok. Ia memanglah suka memakai rok mini waktu melancong dengan pacarnya tetapi waktu denganku ia jadi kerap kenakan pakaian ala pria (tomboy). Sepintas dipikiranku pernah berpikir alangkah seksinya apabila ia tidak memakai busana apa pun. Bentuk dadanya yang masih tetap datar serta sangatlah mini itu kerap bikin penasaran.

Saya kerap main kerumahnya, ke-2 orang tuanya sangatlah baik serta kerap mengajakku makan berbarengan, nginap di tempat tinggalnya saat belajar kemalaman dan sebagainya. Pas hari sabtu siang, setelah pulang sekolah saya mengantarnya pulang seperti umum, tetapi selama perjalanan raut muka Ria sedikit tidak sama, mimik muka yang demikian cemberut serta tidak perduli dengan kata orang yang mengajaknya bicara membuatnya tampak lusu. Lantaran telah lama mengenalnya, saya tau sikapnya yang satu ini. Ditengah perjalanan saya mengajaknya bicara tetapi kelihatannya dia lagi tidak mood untuk bercakap serta menyikapi ucapanku. Saya hentikan laju kendaraan di suatu warung makan yg tidak demikian elegan untuk orang sekelas Ria, tetapi apa daya isi dompetku berkata lain.

”Mau makan apa anda Ass..?? ” tanyaku.

”Gak makan gue, minum saja namun loe yang bayarin.. ” balasnya.

”Enak saja, emangnya saya nih cowok kaya mu itu.. ” ucapku sedikit dongkol.

”Apaan sih anda tuh bawah-bawah dia semua. Saya telah tidak perduli.. ” tukasnya dengan suara sedikit tinggi.

”Yaelllaaaahh.. Enjoy saja kali, anda tuh semakin buruk tau.. ” ucapku dengan suara mengolok.

Ria cuma melihatku sembari mekerutkan bibirnya. Saya sukai dengan raut berwajah yang seperti itu, kalau dia belum jadi punya orang lain pasti mau sekali ku memilikinya lebih. Tanpa ada basa-basi, saya juga selekasnya pesan makanan kesukaanku serta minuman kesukaannya. Soda senang terasanya berat untuk ku bayar lantaran keadaan keuangan ku yang waktu itu amburadul.

Sembari menanti makanan yang di sajikan, saya berupaya mengorek apa yang mengganjal di hatinya hingga membuatnya jutex kaya saat ini. Tanpa ada butuh menanti lama, ia juga ingin bicara permasalahan kegalauannya, itu juga lantaran saya sangatlah dekat dengannya. Sedikit untuk sedikit ia menceritakan peristiwa yang membuatnya BT. Ia cemburu lantaran pacarnya tak menjembutnya serta jadi mengantar cewek lain.

”Cemburu nih ceritanya.. Hari ini masih tetap cemburuan, basi..!! ” ledekku.

”Emangnya mengapa..?? Tidak bisa..? ” tanyanya singkat sembari melototin saya.

”Jaman saat ini itu cowok minimum mempunyai dua cewek, kasihan the elooo…” ledekku semakin menjadi-jadi.

”Mana ada seperti demikian. Anda saja tidak mempunyai cewek.. ” sindirnya sembari tersenyum geli.

”Siapa katakan ku tidak mempunyai cewek..?? Saya kan masih tetap mau nunggu seorang. Hahahah…” cawabku ngeless dari fakta.

”Hhhmmm… Bohong saja kmu tuh ya.. Nungguin siapa emangnya..? ” tanyanya penasaran.

”Ahhhahahahahahah.. Penasaran kan..? Ya nungguin loh putus dahulu baru ku kasih tau siapa yang ku tunggulah.. mikir lah dikit” jawabku dengan sedikit deg-degkan.

Tidak berapakah lama lalu menu pesananku datang, saya lalu tawarkan makan berdua dengannya tetapi ia cuma menggelengkan kepala.

”Masa.. Jangan-jangan loh sukai lagi sama gue, tidak level gue.. ” ucapnya sembari meminum minumannya.

”O.. O.. O.. O.. Masih tetap pakai level, saya jadi pakai bintang bukanlah level lagi.. ” kataku sembari selalu menyantap makanan.

Ria cuma tersenyum sembari menatapku, terkadang ia cuma mengkerutkan dahi serta bibirnya. Mata serta bibirnya bikin hatiku terombang-ambing, sungguh panorama yang indah.

”Besok minggu turut kita ke pantai tidak..? ” bertanya ria sembari mengkerutkan bibirnya.

”Gak lah, saya ingin bersihin kost, besok ingin pindahan saya nih.. ” jawabku sedikit tidak terang suaraku disebabkan makanan yang menyumpal mulutku.

”Gak asyik loh.. Ayolah turut, nanti gue bantuin loe bersih-bersih.. ” tuturnya mulai memelas.

”Hmmm.. Saya bersihin sendiri dapat juga.. ” kata ku sembari menjulurkan lidah : p

”Kapan ingin bersihin barang..? ” bertanya Ria sembari berdiri menuju tempat bersihkan tangan.

Waktu dia melalui ku, saya pernah lihat bentuk bokongnya yang tidak asing lagi di mataku. Demikian montok serta tampak terang sisi CD yang menyembul keluar. Ria selekasnya kembali pada tempatnya serta duduk.

”Kapan ingin bersihin barang..? ” bertanya Ria lagi mempertegas pertanyaan pada awal mulanya.

”Habis ini segera bersihin kok, ingin bantu..? ” bertanya ku.

”Ok the, gue bantuin loh namun janji besok turut ke pantai, deaall.. ” ucapnya sembari mengulurkan tangan meminta di jabat untuk bikin kesepakatan.

Saya cuma sepakat saja, tidak ingin membuatnya kecewa. Sesudah kelar makananku, saya serta dia segera menuju ke kost ku. Sesampainya di kost saya mempersilahkan Ria masuk. Situasi kost ku waktu itu sepi, rekan-temanku belum ada yang pulang. Saya buka pintu kamar serta masuk berbarengan Ria. Muka ria sedikit terperanjat dengan bentuk kamarku yang memanglah rapi, bersih serta tertangani. Di dinding terpajang poster seksi-seksi serta mesra. Ria mulai melirik ke arah tv, ia mulai mendekatinya serta mengambil boneka Winne the Poo yang ada di samping tv. Boneka yang cukub besar serta menarik untuk seseorang wanita.

”Minta ya Yan..? ” tuturnya sembari memberikan boneka yang di idamkan.

”Minta..? Beli lah, suruh tuh pacar kaya mu beliin.. ” kataku mulai bercanda.

Ria segera melemparkan boneka itu ke saya serta ia mulai keluar kamar dengan muka dongkol. Saya tau sifatnya, oleh karenanya saya juga menyusulnya, membujuknya supaya masuk ke kamar lagi. Pada akhirnya Ria ingin kembali pada kamar dengan langkah sedikit malas. Saya mengikutinya dari belakang sedikit mendorong-dorong badannya supaya langkahnya lebih cepat.

”Awas loh jika ungkit si brengsek itu lagi.. ” kata Ria sedikit meneror.

Ria duduk di kasur sembari menyalakan tv di depannya sedang saya berbaring di belakangnya. 2 menit mengotak atik siaran tv, nampaknya dia jemu dengan acara-acara lebai.

”Yan.. Gue nyalakan computer loh ya..? ” pintanya.

”Nyalain saja, tidak apa-apa kok.. ” jawabku.

Ria segera menyalakan computer serta saya mengambil remote tv serta ganti acaranya. 15 menit ria mengotak-atik komputerku, ia mulai kebelet.

”Kamar kecil Loe dimana..? ” bertanya Ria sembari memegang perutnya.

”Wc maksud anda, tuh melalui jalan ini, belok kiri dikit.. ” jawabku sembari memberikan arah.

Ria selekasnya menuju WC serta saya kembali keposisi ku. Waktu ia kembali dari wc, Ria terperanjat memandang monitor monitor yang menghidangkan foto-foto ngentot yang memanglah sudah saya tentukan juga sebagai screensever apabila computer tak melakukan aktivitas 5 menit.

”Loe hilang ingatan juga ya, photo gituan ajha di koleksi, kronis loe.. Basic otak parno.. ” tuturnya sembari lihat kearahku.

”Wajarlah Ass.. Anda seperti tidak pernah ajha.. ” jawab Ku sembari membalas tatapannya.

”Loe tuh ya.. Sangka gue cewek apaan.. Hee.. ” kata ria sembari menunjuk ku serta mendekatiku.

Waktu itu pingin bangat ku gigit jarinya yang pas mengarah ke muka ku lantaran gemes dengan sikap manja serta sok nya. Ria kembali memandang kearah monitor serta waktu itu terlintas photo ngentot Asia Carrera yang ketika itu lagi maraknya beredar di sekolah kami. Ria kembali tertegun serta saya juga bangun serta duduk di belakangnya sembari tanganku sedikit memeluk pinggulnya.

”Itu photo beneran Yan..? ” bertanya ria sedikit tak yakin.

”Iyalah emangnya tom and jerry.. ” jawabku singkat.

Waktu itu hasratku untuk memeluknya sangatlah tinggi. Saya membulatkan tekad memeluk pinggulnya serta waktu ku peluk, ria sedikit kaget tetapi tak bergerak sedikit juga. Matanya masih tetap asyik nikmati gambar-gambar di monitor computer, saya mendekatkan dadaku ke pundaknya, tanganku mulai melingkar di pinggulnya sembari kaki ku mulai ku lebarkan pas di antara pinggulnya. Ria cuma pura-pura tidak tau bakal kelakuanku itu.

”Loe mempunyai film gitu-gituan bermakna yan..? ” bertanya Ria sedikit penasaran.

”Ada donk.. Ingin saksikan..? ” kata ku sembari mulai mencari video itu.

Video yang kesempatan ini ku buka yaitu video artis indonesia yang pernah tenar dengan skandal sex. Artis yang diperankan berbarengan bule ini bikin mata Ria terbelalak.

”Ini beneran videonya..? ” bertanya Ria tidak yakin.

”Iya donk, nonton ajha.. ” jawabku sembari kembali pada belakangnya membetulkan posisi ku pada awal mulanya.

Waktu dia asyik melihat sampai pertengahan adegan, saya mulai mencium lembut di leher sisi belakangnya. Ria sedikit menghindar tanpa ada melarangku. Saya tau bila Ria mau tau bagaimanakah terasa apabila bersetubuh, tanpa ada ku minta, Ria juga menumpukan badannya ke dadaku. Waktu itu ku peluk serta ku dekap mesra badannya dari belakang.

”Aku sukai anda Ass.. ” kata ku sedikit berbisik serta ku cium sisi telinganya.

”Hmmm.. Geli tau,.. Emangnya loh serius ngomong nih..?? ” kata Ria sembari sedikit menghindari telinganya dari bibirku.

”Aku serius kok,.. Namun saya juga sedikit sangsi lantaran saya bukanlah level mu, terlebih anda dah mempunyai pacar yang tambah lebih baik dari ku.. ” jawab ku.

Saat itu juga ia membalikan berwajah ke arahku. Saya menatapnya pas didepan berwajah. ”Seeeeerrrrr” jantukku berdetak sampai terasa nyilu, nafasku sedikit tak teratur. Ia pada akhirnya tersenyum.

”Tapi janji ya tidak ada yang tau.. Senbenarnya gue juga sukai sama loh dari dahulu jadi, tp lohnya ajha yang tidak ngerespon.. ” ucapnya sembari memutar badannya 45 derajat serta segera memeluk ku.

”Aku sayang sama anda Yan, saya sayang.. ” kata ria lagi.

Dekapannya demikian manja serta lembut membuatku membalas pelukannya. Tanganku mulai memegang dagunya serta ku balikan berwajah ke arahku serta ku kecup bibirnya. ”Muuuccchhh.. ” ciuman hangatku mendarat di bibirnya. Ria bertingkah makin manja serta membalas ciumanku dengan lembut. Tangannya mulai melingkar di leherku serta dirapatkan ke bibirnya lantas dikulumnya. Kita sama-sama membalas ciuman, tangan kananku mulai mengarah ke buah dadanya yang masih tetap kecil serta cuma memakai minset. Ku sentuh perlahan-lahan serta ia mengerti hal semacam itu serta selekasnya melepas ciumannya.

”Jangan say, janganlah gitu ya say.. ” kata ria manja sembari di tepis perlahan-lahan tanganku.

Saya cuma tersenyum manis serta mulai berdiri menuju pintu kamar. Ku tutup pintu kamar ku serta kembali duduk diatas kasur. Ria selekasnya menghampiriku sembari berbaring, kepalanya di tumpangnya di pahaku sedang tangan kananya memegang tanganku sembari di elus-elus. Saya cuma diam serta membelai rambutnya, sesekali ku cubit hidungnya karna gemas dengan bentuk hidungnya yang mancung. Tanganku nyatanya tak tinggal diam, perlahan mulai ku tujukan ke sisi dadanya serta masuk lewat baju seragamnya. Ria tau dengan maksudku serta ia cuma membiarkan tingkah nakalku itu. Pada akhirnya tanganku menyentuh belahan dadanya serta Ria lihat ke arahku.

”Bolehkan sayang..? ” bertanya ku sembari tersenyum.

Ria cuma menganggukan kepalanya serta membalas senyumanku sinyal sepakat. Saya mulai menarik tanganku serta ku buka kancing pakaiannya satu per satu. Ria kembali menatapku tanpa ada sepatah kata juga. Kubuka pakaiannya serta ku elus sisi dadanya, rudalku menegang serta menganai kepalanya yang ada di pahaku. Nafsuku makin besar sampai tidak dapat kubendung.

”Say, Baring di bantal nih.. ” kataku sembari mengatur bantal supaya tinggi.

Ria cuma ikuti hasratku, sesudah ia berbaring, saya juga menindihnya dari atas. Ku lumat buah dadanya yang sudah bebas terbuka sedari tadi. Kuluman ku mengarah ke puting susunya serta ku jilati seputar buah dadanya. Ria cuma mendesah kecil sembari tutup matanya. Ku kangkangin sedikit pahanya serta saat ini bibirku kuarahkan ke selangkangannya. Kutarik CD nya sampai lepas semntara rok seragamnya masih tetap terpasang.

”Mau di apain sih say.. Uhhmmm.. Janganlah lah say. gue takut.. ” tuturnya dengan suara manja sedikit merengek serta mengkerutkan bibirnya.

”Aku ingin buat nikmat nih say, enjoy ajha ya n nikmati ajha.. ” kataku coba meyakini.

Ria cuma terdiam serta saya mulai menjulurkan lidahku ke selangkanngannya. Miss V nya terlihat memerah serta tampak rapat. Lubangnya masih tetap sebesar kelingking serta sedikit berongga. Ku sepong dengan lembut mulut V nya.

”Ahhhh.. Huuuff.. Loe jorok banget sih sayang. Ngapain sih, hhhuuuu huuu.. ” kata Ria sembari menahan sensasi kesenangan perilakuku.

Saya selalu menjilat serta mengisap-isap klitorisnya.

”Aaaahhhhhh.. Eeennnaaakk saaayy, kok terasa nikmat gini ya sayy.. Oohhhh.. ” Kata Ria makin nikmati permainanku.

Tangannya memegang kepalaku serta ditekannya ke selakangannya.

”Uuhhhh.. Yeaaahh, Selalu say.. I love U bebs.. Ohh,, Uhh aaggrrhh.. Uhh.. ” desah ria makin menjadi-jadi.

Badan Ria makin bergetar, pinggulnya bergetar naik turun. Nyaris 8 menit Ria rasakan sensasi itu serta pada akhirnya badannya mengejang serta ”AAAARRGGGHHHH, AAAAAAAGGGGG UHH.. ” klimaks pertama sepanjang hidupnya di rasakan. Ria terbaring lemas serta saya mulai buka baju serta celana ku. Cairan bening keputih-putihan yang keluar dari miss v Ria ku ambillah serta kupakai untuk melumasi rudalku. Ku kangkangin kakinya lebar-lebar sampai miss v Ria terbuka. Ku dekatkan rudalku ke lubang V nya serta mulai ku tekat. Ria menggigit bibir bawahnya waktu rudalku berupaya menembus miss V nya.

”Aauuuu.. Pelan sayang, uuhh,.. ” erangan Ria menahan sakit.

Ku hentikan tusukan ku serta ku lumasi lagi rudalku dengan liurku serta ku tujukan ke miss V nya, kutekan perlahan serta ”Aaaahhhhhh,. Aduhhh, saaaakkiitt sayyyang.. ” jerit Ria waktu rudal ku ambles masuk ke lubang V nya. Saya gerakan rudalku maju mundur perlahan sembari ku peluk badannya. Ria menggigit pundak ku perlahan untuk kurangi rasa sakitnya. Saya terasa hangat di seputar batang rudalku. Rudalku basah serta waktu ku saksikan nyatanya Miss V Ria keluarkan darah fresh. ”Betapa beruntungnya Aku” gumamku dalam hati.

”Ahhhhh.. Huumm.. Say.. Uhh ooohhh,, ” desahnya sembari tidak henti-hentinya menggigit pundak ku.

Rudalku sedikit bergerak cepat.

”Uuhhh.. Yeaaahh.. Ahahh.. Ah.. ah.. ahh.. ” desah ria ikuti tusukanku.

Rudal penghancurku tidak dapat ku lerai lagi untuk menahan semburan lendir hangat. 10 menit saya nikmati Miss Vnya serta ia mulai memeluk ku semakin erat. Sesekali kulumat bibirnya serta ku remas-remas buah dadanya yang masih tetap mengkal itu.

”Ahh, Nikmat banget sayang.. A.. ak.. saya ingin klluuu.. aarr lagi.. Ahhhhhh.. ” desah panjang Ria waktu meraih klimaxnya.

Saya selalu menggencotnya perlahan serta melumat bibirnya. Nafasku terengah-engah serta ku sentakan rudalku sedikit kuat sampai seluruhnya batang rudalku ambles.

”Aaaaadddduuhh.. ” desahnya menahan sakit.

”Tahan sayang, ahh,, sedikit lagi.. ” kataku sembari sedikit mengenjotnya kuat.

”Gue dah tidak kuat lagi sayang.. Ahhh.. ” jawabnya sembari menggigit bibirku dengan lembut.

”Ahha.. Ahh, tahan ya, tahan sayang.. Ohh.. ” kata ku.

Satu sentakan kuat serta Ria menjerit menahan sakit serta ”Aaahhhhhhh.. (CROOOTT.. CROOOTT.. CROOOTT) ” desahan panjangku serta klimaksku sukses kumuntahkan ke rahimnya.

Saya serta Ria terkulai lemas. Ia rasakan cairan hangat mulai masuk serta menembus ke perutnya serta Ria meneteskan air matanya sembari memelukku ditengah keringat yang mengucur deras.
”Maafin saya ya say.. Saya tidak ada maksud untuk merusakmu.. ” kata ku sembari kucium pipi serta keningnya.
”Iya say, gue tau kok.. Gue tidak ingin ditinggalin loe say.. ” jawabnya sembari semakin mendekapku erat-erat.
Saya mencabut rudalku serta ku kecup buah dadanya. Lumuran darah keperawanannya terlihat membasahi kasur serta rok seragamnya. Saya tutup bajunya serta ku kancing kembali. Kulepas seprei kasurku serta ku rebahkan badanku disebelahnya. Ria memeluk ku dengan manja serta pada akhirnya kita ketiduran. Waktu ponsel nya berbunyi disebabkan di telpon ibunya barulah kita terbangun. Gagasan pindahku berhenti serta saya terus menetap di kost itu meskipun duit DP telah kubayarkan untuk kost baruku.

Saya sangatlah mencintainya serta bakal senantiasa demikian, sampai saat ini saya masih tetap selalu bersamanya, meskipun saat ini dia jauh dari ku tetapi kita satu minggu sekali pasti bersua serta yang pasti menyalurkan rasa cinta kita diranjang. Orangtua dia serta saya sudh merestui serta gagasannya kami menikah pada Maret 2013 yang akan datang..




Hanya Deposit 50 ribu sudah bisa Betting Team Favorit kamu,Gabung Bersama Kami Win88bet.com Judi Online Terpecaya
 Contact :
Pin BBM : 2B4BD361
Yahoo : CS1_win88bet / CS2_win88bet
telepon&sms : +855 1226 7210

0 comments:

Posting Komentar